Dua Puluh Delapan Hari Tanpa Tangan Kanan

Dua Puluh Delapan Hari Tanpa Tangan Kanan

Seperti kata Morpheus dalam The Matrix, "What happened, happened and couldn't have happened any other way". Dan itulah yang terjadi pada hari naas tersebut. Pada suatu siang hari, karena satu dan lain halnya, gw terjatuh sangat keras, dan tangan kanan gw mengenai sudut meja. Rasanya mantap banget, tangan gw bergetar hebat, dan dengan gagah beraninya gw berkata, "tulang gw patah!".

Kemudian gw bersama salah satu pegawai gw bergegas ke rumah sakit terdekat, RS Im (nama sengaja disamarkan). Karena rasa sakitnya luar biasa, gw coba langsung memasuki instalasi gawat darurat (IGD). Tapi mungkin karena gw tampil segar bugar tidak berdarah-darah, maka gw tidak dilayani oleh dokter jaga di situ. Padahal saat itu jam dinding menunjukan pukul 13:00. Gw mencoba bertanya ke front desk, dan jawaban mereka hanya, "coba langsung ke bagian pendaftaran". Saat gw mendekati meja pendaftaran, terlihat sang dokter asyik ngobrol dengan salah satu pasien. Entah apa yang diobrolkan.

Setelah agak lama menunggu, gw memutuskan untuk memakai jalur pasien biasa yang ternyata lebih cepat daripada IGD. Setelah dilempar dari bagian umum ke bagian bedah terus lempar lagi ke bedah tulang, akhirnya gw bisa bertemu Dr PS (lagi-lagi nama disamarkan).

Diam Adalah Emas (?)

Oleh Dr PS, gw disuruh melakukan rontgen. Lumayan lah, bolak balik dari lantai 1 ke lantai 3 (biarpun via elevator), dengan tangan nyeri luar biasa, dan tidak ditemani siapapun, serta selalu "bayar dulu".

Setelah hasil rontgen keluar, dokter pun memutuskan untuk memasang gips dan memberikan obat pereda sakit Acetram dengan bahan dasar Tramadol. Mungkin motonya, "diam adalah emas", maka dokter pun tidak memberikan petunjuk apapun, untung gw sempat bertanya, "kontrol lagi kapan, dok?".

Sepulang dari Rumah Sakit, dimulailah masa penyembuhan yang menyakitkan selama hampir sebulan! Selama masa itu pula, gw gak bisa menggunakan tangan kanan gw, sehingga harus melakukan semua aktifitas dengan tangan kiri, termasuk menulis, makan, sikat gigi, mandi (untunglah istri tercinta dengan sigap memandikan gw, lumayan sekalian *ehem* *ehem*).

Setelah satu minggu, gw pun kembali ke dokter "pendiam" tersebut, kembali gw disuruh rontgen. Jika pada hari kejadian hasil rontgen tidak terlalu jelas menunjukan retak tulang, maka hasil kali ini menunjukan retak yang sangat jelas. Untunglah tulangnya hanya retak dan tidak patah. Dr PS pun memberikan resep baru, Oscal Calcitriol, yang dapat dibilang vitamin tulang (tepatnya membantu penyerapan kalsium).

Kembali sang dokter hemat bicara, sampai istri gw bertanya, "kapan kontrol? Mau duit gak dok?" Sayangnya kalimat terakhir hanya terucap dalam hati, daripada disebut merendahkan profesi dokter.

Imlek Spesial

Cukup banyak event yang terjadi sejak hari kejadian sampai akhirnya gips bisa dibuka. Ada ulang tahun gw, ulang tahun teman, perpanjangan SIM bahkan Imlek. Semua dilalui dengan bantuan tangan kiri. Terima kasih, tangan kiri! "Sama-sama, bos! Ingat tangan kiri bukan hanya untuk cebok saja!"

Mendekati Imlek gw sudah merasa tangan gw jauh lebih baik dan dapat bergerak biarpun dalam balutan gips yang berat. Selepas Imlek dan terbakarnya Vihara Samudra Bhakti gw pun kembali ke dokter "pendiam" itu untuk terakhir kalinya (semoga). Sang dokter semula tidak percaya gw sembuh kurang dari sebulan (padahal cuma beda dua hari), mengingat umur gw yang sudah kepala 4 ini. Tapi seperti kata film The Matrix, "There is no spoon", maka gips gw pun akhirnya dilepas. Wuhuu!

Seriously...

Cerita kali ini sebenarnya merupakan cerita pembuka dari pengalaman 28 hari gw patah (retak) tulang. Gw ingin bercerita lebih banyak mengenai patah tulang dan proses penyembuhannya, sehingga bagi kamu yang mendapatkan dokter "pendiam" bisa sedikit banyak belajar mengenai patah tulang. Tentu saja gw sendiri bukan dokter, gw mendapatkan banyak informasi dari internet dan teman-teman senasib.

Selain itu, nanti gw akan menceritakan bagaimana gw mengurus SIM dengan tangan kiri! Dan akan ditutup dengan cerita proses reimburse asuransi Prudential yang ternyata gampang tapi memiliki syarat dan ketentuan berlaku.

Tunggu saja tanggal mainnya di blog yang jarang diupdate ini. DO NOT MARK YOUR CALENDAR!


Posted By: admin
Posted On: Feb-24-2019 @ 09:30pm
Last Updated: Feb-27-2019 @ 02:33pm

There is no comment

More Comments/Post Your Own