A Late Review: Blackberry Aurora

A Late Review: Blackberry Aurora

Blackberry Aurora (BBA) adalah hp yang sudah cukup jadul dari ukuran dunia smartphone. HP ini keluar sekitar Juli 2017 dan merupakan salah satu hp BB berbasis Android pertama yang tidak diproduksi langsung oleh Blackberry (dulu RIM).

Terus kalo HP-nya udah jadul, ngapain di-review? Soalnya gw baru dapat nih HP cool

Ceritanya, gw gi nyari HP kedua buat kerjaan gw. HP utama gw seh masih Xiaomi Mi 5, karena gw gak pengen mencampur adukan urusan kerjaan dengan urusan pribadi, maka gw mencari HP sekunder. Tadinya gw pikir antara iPhone 6 (seken) atau LG Stylus. Gak dinyana, pas browsing-browsing, ternyata BBA sedang diobral hanya Rp1,3 jutaan.

Gimana gak ngiler? Liat saja speknya yang sangat lumayan untuk HP Rp1,3 jutaan: layar 5.5" 720p, RAM 4GB, storage 32GB, CPU Qualcomm 425, kamera 13MP, Android 7.0, dan merk-nya Blackberry, dalam kondisi baru bergaransi resmi pula.

Untuk review pirantinya sendiri, kamu bisa bing sendiri, banyak banget review soal BBA ini. Inti dari review itu hampir sama, BBA adalah smartphone yang cukup bagus, tapi sayang harganya ketinggian. Gimana gak, saat pertama kali muncul, BBA dihargai Rp3,5 juta. Melihat speknya, harga segitu terasa ketinggian. Soalnya pada saat yang sama, kita bisa membeli Xiaomi Mi5 dengan spek yang jauh lebih tinggi (plus NFC dan finger print) dengan harga yang lebih murah!

Memang sih tidak fair membandingkan merk Blackberry dengan Xiaomi, apalagi harga banting Xiaomi lebih merupakan strategi dagang daripada nilai ekonomi sebenarnya.

Gak lama kemudian BBA turun harga lumayan banyak, Rp2,5 juta! Mungkin karena stok-nya masih banyak, maka akhir-akhir ini BBA kembali turun drastis sekitar Rp1,3 juta-an. Kalo udah gitu mah gw juga gak pake mikir buat beli nih hp.

Just the Tips

Karena gw rasa gw gak perlu mengotori internet dengan review amatir gw, maka gw cuma mau berbagi beberapa hal yang gw dapat setelah memakai BBA ini.

Outlook.com Compatible

Bagi pengguna Outlook.com seperti gw, pasti tau sulitnya meng-konfigurasi akun Outlook.com dengan hp Android. HP Android umumnya hanya mendukung synching email dengan Outlook.com, tapi tidak bisa melakukan synching kalendar dan kontak. Jika ingin memakai akun Outlook.com, satu-satunya cara hanya dengan memasang app Outlook.com… atau memakai Blackberry!

Pada BB (Android), kamu tetap tidak bisa menambahkan akun Outlook.com melalui opsi Settings > Accounts. Melainkan, gunakan Blackberry Hub+ dan pilih opsi Account, tinggal tambahkan akun Outlook.com, dan voila! Semua email, kalendar dan contact pun ter-sync dengan sempurna.

Hilangkan Onscreen Nav

Sebelum dan sesudah memakai Immersive Manager

Karena HP ekonomis, maka tidak heran jika BBA tidak memiliki tombol navigasi terpisah seperti layaknya HP Xiaomi Mi5 gw. BBA menggunakan bagian bawah layar untuk menampilkan tombol navigasi back, home & recent. Biarpun layar BBA tergolong besar 5,5", gw tetap merasa layarnya sempit banget habis dipakai tombol navigasi.

Untuk itu sangat disarankan untuk memasang aplikasi penghapus tombol navigasi, salah satunya adalah Immersive Manager (Rp17,000). Cukup pasang aplikasinya, kemudian ikuti langkah-langkah setingnya, dan tombol navigasi (bahkan notification bar) pun lenyap. Untuk menampilkan kembali tombol navigasinya cukup swipe bagian bawah layar ke atas.

Dengan dipasangkan app Immersive Manager, tampilan BBA terlihat lebih luas dan keren. Sayangnya, ada beberapa aplikasi yang tidak kompatibel dengan Immersive Manager. Salah satunya adalah app Productivy Tab bawaan BBA, tapi bagi gw sendiri ini merupakan pengorbanan yang sepadan.

Pasang Launcher & Keyboard Baru

Bye-bye keruwetan!

Setidaknya bagi gw, launcher BB & keyboard BB bawaan BBA terasa kurang menarik. Launcher yang sibuk disertai keyboard-nya yang tidak kalah sibuk dengan auto correct-nya. Biarpun auto correct keyboardnya bisa dimatikan, tapi keyboard BB tidak bisa menampilkan tombol angka bersama tombol huruf.

Untuk itu gw pun mengganti launcher-nya dengan Microsoft Launcher. Salah satu fitur favorit gw di MS Launcher adalah 'Feed Screen' yang memiliki fitur mirip BB Hub+ versi lebih sederhana, selain tampilannya yang lebih minimalis daripada BB Launcher.

Untuk keyboard, gw memasang Google Keyboard. Fitur yang paling berguna bagi gw adalah kemampuan untuk menampilkan tombol angka beserta tombol huruf tanpa perlu menekan tombol tertentu.

Pasang Smart Cover

BBA memiliki layar 2.5D, alias melengkung diujungnya. Biarpun ini membuat BBA terasa lebih elegan, tapi ini juga berarti layar BBA tidak bisa dipasangi anti gores tempered glass. Untuk itu gw sangat menyarankan untuk memakai softcase atau cover.

Kebetulan BBA sendiri memiilki smart cover resmi. Dengan menggunakan smart cover ini, tidak saja BBA kamu terlindungi, tapi juga BBA akan otomatis menyala atau mati saat kamu membuka atau menutup covernya tanpa perlu menekan tombol power.

Sebagai bonus, smart cover-nya memiliki fitur smart window. Yaitu saat cover ditutup, ada jendela yang cukup besar yang bisa menampilkan informasi jam dan notifikasi tanpa perlu repot membuka cover.

Setelah HP-nya diobral, smart cover-nya pun diobral. Kamu bisa mendapatkan smart cover-nya dibawah Rp50.000,- an!

Seriously…

Pada awal kemunculannya BBA mungkin bukan HP pilihan pertama para penggemar BB, juga mungkin bukan pilihan pertama para penggemar Android, ditambah harganya yang terbilang tinggi untuk speknya.

Tapi dengan harga terbaru hanya Rp1,3 jutaan, gw rasa HP ini sangat amat worthed sekali. Hanya saja, biarpun HP ini akhirnya laris manis tanjung duren, gw ragu kalau Blackberry Merah Putih selaku produsen HP ini bakal mengeluarkan generasi penerusnya.


Posted By: admin
Posted On: Aug-24-2018 @ 09:35pm
Last Updated: Aug-24-2018 @ 09:51pm

There is no comment

More Comments/Post Your Own