A Quiet Place: Shh…

A Quiet Place: Shh…

Film unik ini dibuka dengan adegan sunyi di sebuah mall terlantar, di tengah kota mati. Keluarga Abbott terlihat sedang mencari-cari barang-barang yang bisa diambil dengan sangat berhati-hati. Semua bertelanjang kaki. Semua terlihat berusaha mati-matian untuk tidak menimbulkan suara.

Sayangnya anak bungsunya, Beau, tiba-tiba menyalakan mainan roket-roketan. Dan dia pun menjadi korban pertama dalam film ini.

Ternyata di tahun 2020, Bumi dikuasai oleh monster misterius yang sangat kuat. Tapi biarpun kuat, monster itu tidak bisa melihat dan hanya mengandalkan pada pendengerannya yang sangat sensitif. Berbekal kemampuannya, monster itu berhasil mengalahkan dunia, dan hanya tersisa sedikit sekali umat manusia, salah satunya keluarga Abbott.

Keluarga Abbott yang terdiri atas Lee (John Krasinski), Evelyn (Emily Blunt) dan (sisa) dua anaknya harus hidup dalam ketenangan super sambil dikelilingi para monster yang terus mengejar manusia.

Di tengah tekanan tersebut, ternyata Evelyn hamil! Maka perjuangan keluarga Abbott pun semakin berat, apalagi saat para monster menyadari keberadaan keluarga Abbott.

Plis, Jangan Bawa Keripik!

Suatu film umumnya memiliki dua tujuan bagi penontonnya. Tujuan pertama adalah menyampaikan cerita, dan tujuan kedua adalah memberikan pengalaman. Tapi kadang ada juga film yang berfokus pada salah satu tujuan. Misalnya film-film drama kelas berat seperti The Post sangat berfokus pada cerita. Semantara ada juga film seperti Dunkirk yang berfokus pada pengalaman penonton.

Film A Quiet Place ini termasuk film yang berfokus pada pengalaman. Mengingat monsternya sensitif pada pendengaran, maka banyak sekali adegan sunyi dalam film ini. Saking sunyinya, suara AC di bioskop pun terdengar. Bahkan kadang suara keripik yang digigit dipojok belakang pun terdengar.

Hampir semua dialog dalam film ini disampaikan melalui bahasa isyarat yang diterjemahkan menjadi subtitle. Keluarga Abbott pun harus berimprovisasi dalam kegiatan sehari-hari agar tidak menimbulkan suara. Seperti makan tanpa piring dan sendok, berjalan tanpa alas kaki, tidak memakai pintu dsb.

Kecerdasan film ini juga diperlihatkan saat karakternya mengungkapkan emosi dan kemarahannya, tapi tanpa suara! Bagaimana seorang ayah menegur keras anaknya, juga tanpa suara! Dan paling penting, bagaimana cara mereka menutupi suara tangisan bayi yang baru lahir?!

Penonton benar-benar diberikan pengalaman unik saat menonton film ini, sambil bersiap-siap terkejut karena setiap saat bisa saja muncul suara keras yang memancing keluarnya para monster.

Tapi pengalaman unik ini harus dibayar dengan durasi film yang cukup pendek (90 menit), ditambah cerita yang buram.

Tidak dijelaskan monster apa yang menyerang Bumi. Apakah berasal dari angkasa? Bagaimana awalnya? Apakah seluruh dunia sudah runtuh? Kemudian bagaimana caranya Lee dan Evelyn bisa hamil lagi saat dibawah kejaran monster? Bagaimana cara bikinnya tanpa suara?

Film ini hanya berfokus pada kejadian sehari-hari keluarga Abbott untuk bertahan hidup, tanpa jalinan cerita yang kuat. Bahkan tanpa motivasi ataupun tujuan, apakah keluarga Abbott memiliki rencana di masa depannya? Atau mereka hanya sekedar bertahan hidup sampai ajal nanti?

Seriously…

Overall, ini salah satu film yang gw sarankan untuk ditonton di bioskop. Benar-benar unik saat semua penonton menghentikan makan popcorn-nya saat situasi genting tanpa suara sama sekali.

Kalau nonton di rumah, gw rasa pengalamannya gak bakal seunik di bioskop.

Rating: 70%


Posted By: admin
Posted On: Apr-07-2018 @ 11:30pm
Last Updated: Apr-12-2018 @ 09:18pm

There is no comment

More Comments/Post Your Own