Avengers: Infinity Wars - Marvel-y-ous!

Avengers: Infinity Wars - Marvel-y-ous!

Sebelum memulai review Avengers: Infinity Stone (AV3), bagi yang ingin spoiler free, langsung saja lewat ke bagian berikutnya. Soalnya susah juga nge-review film ini tanpa spoiler sedikitpun.

Film ini dibuka tidak lama setelah ending-nya Thor 3: Ragnarok. Ternyata yang menghadang pesawat pengungsi Asgard (nah loh, kan dah dibilang spoiler!) adalah Thanos. Dia mengejar Tesseract yang dicuri Loki. Tesseract ternyata berisi batu angkasa, salah satu dari enam infinity stone gebetan Thanos. Sebelum meninggalkan pesawat Asgard, Thanos membantai semua sisa penduduk Asgard, kecuali Thor. Because, why not?

Di New York, Iron Man, Spider Man, Dr Strange dan Bruce Banner harus menghadapi salah satu anak buah Thanos yang mengincar batu waktu milik Dr Strange.

Di Skotlandia, anak buah Thanos yang lain menyerang kubu Captain America (Civil War), Vision, Scarlet Witch, Black Widow, Falcon dan nantinya War Machine. Tujuannya adalah mengambil batu pikiran milik Vision (Avengers 2).

Kembali ke angkasa, kru Star Lord (GOTG) menjawab panggilan darurat pesawat Asgard. Setiba di lokasi, mereka hanya menemukan puing-puing pesawat Asgard dan tentu saja, Thor. Setelah menyelamatkan Thor, dia memutuskan untuk pergi ke Nidavellir untuk mencari pengganti palunya yang hancur. Sementara Starlord memutuskan untuk pergi ke Knowhere untuk menyelamatkan batu realita.

Kembali lagi ke Bumi, Captain America memutuskan untuk membawa Vision ke Wakanda, bertemu Black Panther dengan harapan dapat mencopot batu pikiran dari dahi Vision sehingga batu tersebut dapat dihancurkan sebelum direbut oleh Thanos.

Spoiler selesai.

100% Marvel-y

Setelah 10 tahun dan 18 film Marvel, MCU menutup dekade pertamanya dengan film perang super kolosal yang disebut-sebut merupakan film crossover terbesar dalam sejarah perfilman (kalau saja tidak ada Who Framed Roger Rabbit atau Super Robot War).

Dan hasilnya adalah super Marvel-y. Kamsudnya, benar-benar sebuah film Marvel. Penuh warna, penuh komedi (biarpun situasi super genting), dengan cerita khas Marvel, aksi yang megah dan CGI yang bertebaran dimana-mana.

Pada satu sisi, film ini benar-benar kolosal. Apalagi adegan perang di Wakanda mungkin lebih besar daripada penyerangan di New York (Avengers 1). Tapi pada sisi lain, karena banyaknya karakter yang dilibatkan, membuat film ini terasa melompat-lompat dan beberapa pemecahan masalahnya terasa tergesa-gesa. Salah satu contohnya adalah pembuatan senjata baru Thor yang harusnya dibuat satu film sendiri.

Pada satu sisi, film ini sangat panjang, bayangkan 2,5 jam (sampai ada isu dipotong 7 menit di Indonesia), walaupun sebenarnya cuma 6 menit lebih lama dari Avengers 1, dan dijejali minimal 3 sub film yang berbeda. Bukan sub plot lagi, tapi sub film!

Seharusnya AV3 sangat padat, tapi entah bagaimana beberapa penonton sempat terkantuk-kantuk ditengah film. Penonton disebelah gw sampai ngobrol di tengah film. Lebih parah lagi yang didepan gw sempat-sempatnya buka WhatsApp. Mungkin karena cerita yang disajikan ditengah jalan lebih terasa sebagai filler daripada strategis.

Walaupun latar belakang Thanos tidak banyak diceritakan, tapi motivasi, tujuan, perasaan dan kesedihannya membuatnya menjadi salah satu tokoh super villain paling kompleks dalam MCU (Marvel Cinematic Universe), selain Loki.

Tapi, karakter lainnya, termasuk super heroes-nya, terasa hambar. Dialog-dialog yang dilontarkan seolah hanya menggaruk permukaan saja. Misalnya hubungan Vision & Scarlet Witch disajikan begitu saja, tidak mendalam. Padahal harusnya hubungan mereka seharusnya sangat menarik, secara mereka adalah robot & klon. Juga hubungan Black Widow dan Bruce Banner yang sudah tidak bertemu selama dua tahun, hanya sekedar, "say hi!".

Dan jangan lupakan 'super sacrifice', alias pengorbanan habis-habisan para super heroes untuk menyelamatkan semesta (mengapa planet lain tidak memiliki super hero satu pun?). Film ini ditutup oleh 'pengorbanan' para super hero, tapi tidak seperti yang gw antisipasi.

Hanya saja 'pengorbanan' itu terasa hambar, karena sebagian karakter yang 'dibunuh' justru masih memiliki sekuel film yang akan muncul di masa yang akan datang. Apalagi mengingat masih adanya batu waktu yang bisa memutar balikan kejadian, dan siapa tahu para Avengers yang 'tewas' di sini, ternyata masih hidup di dimensi lain? MCU Multiverse, anyone?

Gw jadi punya ide judul untuk Avengers 4: Dragon Ball Resurrection.

Marvel-y-ous

Secara umum, gw rasa dibalik kemegahannya, AV3 bukanlah karya terbaik Marvel. Dari segi cerita masih ada Captain America 2 yang lebih kompleks dan berbobot. Dari segi hiburan, Thor 3 lebih menghibur dengan kekocakan Hulk. Sementara AV3 direpotkan karena harus memasukan berbagai karakter dari film Marvel, dan masing-masing haus perhatian penonton. Belum puas melihat aksi Thor, tiba-tiba layar beralih ke Wakanda. Belum selesai dengan Wakanda, layar kembali beralih ke GOTG. Begitu seterusnya.

Walaupun Marvel sudah membangun masing-masing karakter dengan filmnya masing-masing, tapi jujurnya, mungkin hanya fans berat Marvel yang sempat menonton semua film Marvel, yang bisa mengerti film ini 100%. Bagi penonton yang tidak mengikuti semua film Marvel, akan banyak bertanya, seperti "Siapa Gamora? Vision itu robot atau alien? Itu pohon & rakun kok bisa bicara? Kok superhero ada sihirnya? Bukannya Bucky tewas di Captain America 1? HAH, Asgard hancur?"

Gw rasa, apapun hasil penilaian dari reviewer, AV3 bakal memecahkan rekor film terlaris sepanjang masa; dan yang pasti pengelola bioskop dimana-mana sedang girang karena bangku bioskop terisi penuh sampai beberapa hari ke depan serta stok pop corn selalu habis terjual (serius, pop corn yang dibeli saat menonton film ini terasa lebih sedikit daripada biasanya!).

Seriously…

Seperti yang gw udah singgung, AV3 benar-benar film Marvel. Penggemar Marvel tidak akan kecewa dengan film ini. Para anti Marvel juga tidak akan berubah pikiran setelah melihat film ini. Tapi yang pasti film ini cukup menghibur, dan membuat penasaran dengan AV4, sehingga rasanya tidak ada salahnya fans DC pun menonton film ini, biarpun sekedar menemani istrinya menonton.

Rating: 70%


Posted By: admin
Posted On: Apr-28-2018 @ 06:45pm
Last Updated: May-06-2018 @ 02:39pm

There is no comment

More Comments/Post Your Own