Cara Menghindari Covid-19, Atau Setidaknya Mengurangi Resiko Tertular

Cara Menghindari Covid-19, Atau Setidaknya Mengurangi Resiko Tertular

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, ada beberapa cara untuk menghindari atau mengurangi resiko tertular Covid-19. Disini gw mau membahas mengenai cara-cara tersebut lebih dalam.

Mencuci Tangan Dengan Baik dan Benar Selama 20 Detik atau Lebih

Pada dasarnya virus corona adalah benda (bukan mahluk hidup) yang terdiri atas senyawa seperti protein, asam, lipid, karbohidrat yang dibungkus oleh lemak. Seperti yang kita tahu, lemak kalah oleh sabun. Itulah sebabnya kita memakai sabun untuk membersihkan piring bekas makan. Tapi sabun juga membutuhkan waktu untuk bereaksi, setidaknya 20 detik. Untuk itu cucilah tangan dengan teratur selama minimal 20 detik.

Hindari Kontak Dengan Gagang Pintu, Tombol Lift, dsb

Sebenarnya ini masih pro-kontra. Karena biarpun virus bisa hidup di permukaan logam atau plastik sampai berjam-jam tapi apakah konsentrasi & kualitas virus yang masih bertahan cukup untuk menulari manusia?

Itulah salah satu alasan mengapa WHO tidak menyarankan pemyemprotan disinfektan secara luas, karena selain membahayakan manusia, juga efektifitasnya dipertanyakan. Tentu saja ini dikecualikan kalau kita tinggal di daerah yang konsentrasi virusnya luar biasa, seperti di rumah sakit.

Tapi gw pribadi masih menyarankan penyemprotan disinfektan seperti pemutih (Bayclin, Proklin, dsb) di rumah masing-masing, setidaknya pada gagang pintu keluar.

Penggunaan Hand Sanitizer

Perlu diketahui bahwa penggunaan hand sanitizer tidak seefektif cuci tangan dengan sabun, karena hand sanitizer tidak bisa membunuh semua virus yang ada ditangan.

api seperti kata pepatah, "tidak ada rotan, akar pun jadi". Artinya, kalau memang di dekat kamu tidak ada air dan sabun, maka dapat menggunakan hand sanitizer dengan alkohol 70%.

Pengunaan Masker

Saat ini penggunaan masker (kain maupun bedah) sudah diwajibkan di Indonesia. Sementara negara-negara Asia lain seperti Hong Kong, Korea Selatan dan Taiwan sudah lebih awal mewajibkan (dan mendistribusikan) penggunaan masker.

WHO sendiri sudah menyarankan penggunaan masker, biarpun negara-negara barat tidak sepakat bahwa masker dapat melindungi orang sehat. Padahal secara angka, negara-negara barat menderita Covid-19 jauh lebih parah daripada negara-negara Asia.

Masker sendiri lebih berguna untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19 dari penderita Covid-19 yang tidak memiliki gejala (asymptomatic) dan tidak menyadari dirinya sakit serta dapat menyebarkan virus. Bagi orang sehat (yang benar-benar sehat) penggunaan masker tidak terlalu berguna. Maka agar efektif, semua orang sebaiknya (wajib) memakai masker untuk menekan penularan Covid-19 secara maksimal. 

Jaga Jarak / Social Distancing

Saat kita berbicara dengan orang lain, secara tidak sadar kita suka memercikan ludah biarpun jumlahnya sangat kecil (disebut juga droplet). Droplet inilah yang dapat mengenai orang lain dan menularkan penyakit. Untuk itu lah selain masker, kita juga harus menjaga jarak dengan orang lain, setidaknya 2 meter atau lebih.

Karena itulah pemerintah melarang masyarakat untuk melakukan aktifitas yang mengumpulkan banyak orang, seperti bioskop, mall, acara olah raga, warnet, bahkan kerja. Sebab dikuatirkan saat berkumpul, penderita Covid-19 dapat menyebarkan virusnya melalui droplet.

Selain droplet, ada lagi medium penyebaran lain seperti setuhan tidak langsung (tombol lift, dsb) dan aerosol (droplet yang sangat kecil sehingga dapat melayang di udara). Tapi secara umum kedua faktor tersebut memiliki resiko yang sangat kecil, kecuali di tempat kritis seperti rumah sakit.

Seriously...

Dengan langkah-langkah ini, diharapkan penyebaran Covid-19 dapat ditekan semaksimal mungkin (tapi tidak akan berhenti total), inilah yang disebutkan lowering the curve. Hal ini bukan berarti Covid-19 dapat hilang dengan sendirinya, tapi setidaknya penyebaranya dapat ditekan menjadi selambat mungkin, sehingga tenaga kesehatan dapat menangani setiap pasien Covid-19, sambil menunggu tibanya obat yang super efektif ataupun vaksin.

Tentu saja tindakan ini harus didukung oleh kita semua. Akan percuma pemerintah memberlakukan PSBB (pembatasan sosial berskala besar) dan menutup semua tempat usaha, kalau masih ada yang nekat mudik ataupun berkumpul bersama teman-temannya atau melakukan panic buying yang menyebabkan supermarket menjadi super padat.


Gallery

image
Posted By: admin
Posted On: May-05-2020 @ 02:05pm
Last Updated: May-05-2020 @ 02:17pm

There is no comment

More Comments/Post Your Own