Covid oh Covid

Covid oh Covid

Let's see... blog terakhir gw mengenai keyboard RGB menjadi penutup tahun 2019. Kemudian kita memasuki tahun 2020 dengan optimis, karena angka cantik 20-20. Woohoo!!

Siapa yang menyangka tahun cantik 2020 ternyata berubah menjadi tahun bencana 2020. Selain pandemi Covid-19, secara pribadi gw juga mengalami kejadian pahit lainnya, yaitu: tutupnya warnet gw, dan berpulangnya ayahanda tercinta gw.

Tapi blog kali ini, gw pengen ngomongin Covid-19. Kenapa baru sekarang ngomongin Covid-19? Tentu saja karena gw always late to the party.

Bagi yang tinggal di dalam gua, pasti bertanya apa itu Covid-19?

Covid-19 adalah sejenis virus baru yang menyerang tubuh manusia, virus ini menyerang saluran pernafasan dan paru-paru, sehingga menyebabkan gangguan sesak nafas yang dapat mengakibatkan kematian.

Kenapa namanya Covid-19?

Covid-19 adalah singkatan dari Corona Virus Disease 2019, alias penyakit dari virus korona tahun 2019. Selain Covid-19, virus ini memiliki nama lebih resmi, "SARS-CoV-2", yang secara kasar dapat dibilang virus SARS versi 2.

Virus ini dijuluki virus korona memiliki bentuk berduri-duri seperti mahkota, dan penamaan generik virus korona sebenarnya sudah dipakai juga pada virus-virus lain seperti virus flu biasa, virus SARS, MERS, dsb.

Kapan Covid-19 dimulai?

Kasus Covid-19 pertama kali diidentifikasi sekitar bulan Desember 2019 di Wuhan, saat itu pemerintah Wuhan, China menyatakan adanya pasien pneumonia tanpa sebab jelas.

Pada tanggal 23 Januari, pemerintah Wuhan memutuskan untuk melakukan lockdown kota Wuhan. Lockdown ini berlangsung selama 76 hari sampai tanggal 8 April 2020.

Kapan Covid-19 masuk Indonesia?

Tanggal 2 Maret, Presiden Jokowi mengumumkan dua kasus pertama Covid-19 di Indonesia, yang berasal dari Depok.

Sejak itu, sampai saat blog ini disusun tanggal 30 April 2020, sudah terdapat 10,118 kasus positif dengan total kematian 792 orang, dan 1522 orang sembuh. Ini diluar angka ODP 230,411 orang dan PDP 21,827 orang.

Apa itu ODP & PDP?

Gw gak tau apakah di luar negeri ada istilah ODP dan PDP, tapi ODP sendiri berarti Orang Dalam Pengawasan. Yaitu orang-orang yang TIDAK memiliki gejala Covid-19 tapi baru pulang dari negeri yang terkena Covid-19, atau pernah kontak dengan pasien positif Covid-19.

Sementara PDP (Pasien Dalam Pengawasan) berarti orang yang memiliki gejala Covid-19, seperti flu, batuk, demam, sesak nafas. Orang ini sudah dirawat (pasien), tapi belum dites Covid-19.

Kemudian ada lagi 'Suspect', yang memiliki gejala Covid-19 dan pernah berinteraksi dengan penderita Covid-19. Pasien ini akan dites menggunakan PCR (Polymerase Chain Reaction) dan Genome Sequencing. Hasil kedua tes akan memutuskan apakah dia 'positif' atau tidak.

Karena itu jangan heran kalau kita sering mendengar adanya pasien ODP atau PDP yang tiba-tiba meninggal tanpa diketahui positif atau negatifnya, karena agar bisa dites, dia harus melewati tahapan ODP - PDP - Suspect - Tes 1 - Tes 2. Fuhh...

Memangnya apa gejala Covid-19?

Nah inilah salah satu kerumitan Covid-19. Gejala Covid-19 sampai sekarang masih terlalu awam untuk bisa segera diketahui dengan cepat apakah Covid-19 atau bukan, karena gejalanya sangat mirip dengan flu biasa.

Gejala umumnya adalah: batuk (biasanya kering), demam di atas 38ºC, sesak nafas, lemah.

Gejala lebih spesifik tapi tidak umum: kehilangan kemampuan penciuman dan perasa (maksudnya indera hidung & lidah), diare, mata merah, menggigil

Gejala ini timbul antara 2 sampai 14 hari setelah terkena virus.

Karena gejalanya mirip flu, tidak heran orang yang terkena flu biasa bisa merasa panik & kuatir terkena Covid-19; sementara orang yang terkena Covid-19 malah menganggap flu biasa.

Apakah Covid-19 itu hanya flu biasa?

Biarpun gejalanya mirip flu, tapi Covid-19 sama sekali bukan flu. Covid-19 lebih mematikan daripada flu biasa. Tingkat kematian dari Covid-19 mencapai 5%, padahal flu biasa hanya 0.1%. Sementara tingkat penyebaran flu biasa hanya 1:1.3 (1 orang menyebar ke 1.3 orang), sementara Covid-19 bisa mencapai 2-3x-nya!

Ini tentu saja tergantung wilayah. Seperti kita tahu di Amrik sana, serangan Covid-19 lebih luas dan mematikan daripada negara Asia umumnya.

Kapan Covid-19 akan berakhir?

Sampai saat ini tidak ada yang mengetahui secara pasti kapan pandemi ini akan berakhir, ada yang mengatakan tidak akan pernah berakhir, dan dunia akan kiamat (sambil tidak memperhitungkan ada 95% pasien yang sembuh).

Khususnya di Indonesia, ada yang menyatakan bulan Juni-Juli 2020, pandemi ini akan berakhir.

Yang dimaksud adalah berakhirnya pandemi, alias penyebarannya menjadi sangat lambat, jadi bukan berarti hilang 100%. Karena satu-satunya jalan untuk membasmi virus ini 100% hanyalah dengan vaksin.

Apakah ada obat atau vaksin untuk Covid-19?

Sampai saat ini belum ada obat untuk Covid-19. Obat-obatan seperti Remdesivir atau Hydroxychloroquine aslinya merupakan obat untuk virus lain, seperti Ebola, yang konon bisa membantu menyembuhkan Covid-19. Tapi efektifitas dan efek sampingnya masih terus dipertanyakan.

Sementara untuk vaksin sendiri, sampai saat ini masih dalam pengembangan. Konon setidaknya ada 120 vaksin yang sedang dikembangkan, dan (baru) ada 6 vaksin yang sedang diuji klinis.

Bill Gates sendiri menyatakan siap mengeluarkan duit jutaan dolar untuk memproduksi 7 jenis vaksin mulai sekarang, biarpun pada akhirnya mungkin hanya 2-3 vaksin yang dipakai. Ini dikarenakan membuat, menguji dan memproduksi masal vaksin membutuhkan waktu yang lama. Jadi Om Bill berpikir lebih baik membuang jutaan dolar, daripada membuang waktu menunggu vaksin. --biarpun ujung-ujungnya Om Bill dituduh konspirasi jual obat.. halah.

Bagaimana cara paling efektif untuk menghindari Covid-19?

Sebenarnya menghindari Covid-19 ini mudah mudah susah. Cara mudahnya:

  1. Sering cuci tangan dengan sabun selama minimal 20 detik dengan cara yang baik dan benar.
  2. Jika tidak ada sabun dan air, bisa menggunakan hand sanitizer, biarpun tidak akan sebersih sabun.
  3. Jangan memegang muka, mulut, area mata dengan tangan yang belum dicuci!
  4. Gunakan masker saat keluar rumah.
  5. Jaga kesehatan dengan berolah raga teratur dan minum vitamin jika perlu.

Cara yang susahnya?

  1. Jangan atau minimalkan keluar rumah!
  2. Berarti usahakan work from home, study from home, shop from home, date from home (how?)
  3. Jaga jarak dengan orang lain, minimal 2 meter.

Seriously...

Blog agak serius kali ini merupakan bagian pertama dari blog khusus 'Covid'. Pada blog berikutnya gw pengen cerita lebih banyak dari sudut pandang gw pribadi, serta pengalaman-pengalaman gw selama pandemi ini.


Posted By: admin
Posted On: May-01-2020 @ 11:25am
Last Updated: May-01-2020 @ 11:45am

There is no comment

More Comments/Post Your Own