Deadpool

Deadpool

So, yeah, Deadpool. Gw nonton film ini pada hari terakhir penayangan di bioskop terdekat di rumah gw, di CGV Blitz. Sebenernya gw biasa ke XXI, tapi karena Deadpool sudah gak tayang di XXI, jadi gw ke CGV Blitz, lagian sudah cukup lama gw gak ke CGV Blitz.

Deadpool siapa?

Deadpool adalah salah satu karakter Marvel yang sebenernya gak terlalu populer di luar Amrik, sementara di Amrik sendiri Deadpool cukup ngetop karena Deadpool adalah tokoh anti-hero yang kocak.

Apaan tuh anti-hero? Berbeda dengan super hero yang menjunjung tinggi nilai kebenaran dan keadilan, kebaikan, welas asih, bla-bla-bla, from great power comes great responsibility BS lah. Justru Deadpool adalah 'agak' kebalikan. Berperilaku jorok, mulutnya apalagi, kata-kata "f***" dan "s***" berterbangan tiap detik. Jika super hero lain selalu mengampuni musuh pada detik-detik terakhir (biarpun umumnya mati juga sih akhirnya), Deadpool tidak pernah mengampuni musuhnya. Bunuh sana, bunuh sini. Pokoknya super hero bar-bar lah, membela kebenaran nomer dua.

Nah, untuk versi film, untungnya Deadpool tidak terlalu dijinakkan, tetap banyak unsur dewasa dalam film ini, sehingga gw aneh juga kalo ada orang tua membawa anaknya menonton film ini. Jangankan anak kecil, sebenernya remaja saja tidak boleh nonton film ini, karena ratingnya 'R', alias Restricted, alias 17 tahun ke atas (kecuali jika didampingi orang tua).

Film Deadpool?

Balik ke film, cerita Deadpool diawali dengan tokoh Wade Wilson, sang jagoan kita, yang memiliki latar belakang militer dan akhirnya menjadi tukang pukul. Dia jatuh cinta pada seorang PSK, Vanessa Carlysle. Tapi karena film ini bukan drama, maka gak lama kemudian Wade didiagnosa mengidap kanker. Segala cara dia coba untuk menyembuhkan kankernya, sampai dia mendapatkan penawaran misterius dari Ajax alias Francis.

Ternyata penawaran misterius itu adalah upaya Francis untuk menciptakan prajurit mutan. Pada detik-detik terakhir Wade hampir tewas, dia berhasil berubah menjadi manusia super, dan berhasil lolos dari Francis. Namun semua kesembuhannya dibayar mahal dengan rusaknya fisik Wade.

Akhirnya Wade pun bersumpah untuk mencari Francis agar dapat mengembalikan fisiknya, dan pada akhirnya bisa kembali bersama Vanessa.

Seriously…

Kalo baca sinopsisnya, kesannya filmnya remeh banget yah? Dan emang iya, ceritanya gw rasa biasa saja, gak terlalu istimewa, tipikal film-film superhero lain lah. Dari segi action, gw rasa juga gak terlalu luar biasa, potong sana sini, darah sana sini, kepala sana sini. Gak jauh ama film-film kelas 'R' lainnya. Hanya saja film ini memang berfokus pada humornya. Bukan sekedar humor, tapi juga menembus dinding film. Salah satunya ketika Wade menyindir agar tidak membuat dirinya menjadi super hero hijau dengan kostum animasi (Green Lantern yang juga diperankan Ryan Renolds).

Sejujurnya cerita film ini standar. Manusia biasa yang mendapatkan kekuatan super dan menggunakannya untuk membalas dendam. From great ass comes great responsibility lah. Hanya saja ceritanya disajikan dalam joke yang cukup menghibur. Berbeda dengan film superhero lain yang joke-nya dibuat 'sitkom', pada Deadpool jokenya benar-benar 'slapstick'.

Selain jokenya yang segar, untuk film origin (asal mula), Deadpool terbilang bagus. Tidak terlalu bertele-tele mengisahkan awal kekuatan, dan tidak terlalu pendek yang menimbulkan pertanyaan, "kok tiba-tiba bisa gitu yah?". Kemudian untuk film anti-hero, ini baru film anti-hero yang sebenernya. Berbeda banget dengan Suicide Squad, yang gak kerasa anti-heronya.

Rating: 70%


Posted By: admin
Posted On: Mar-08-2016 @ 12:05am
Last Updated: May-17-2018 @ 06:38pm

There is no comment

More Comments/Post Your Own