Goosebumps

Goosebumps

Setelah Senin kemarin saya nonton "Crimson Peak" yang dahsyat secara sinematografi, tapi biasa saja secara cerita, maka Kamis ini saya nonton "Goosebumps" yang biasa-biasa saja secara keseluruhan.

Goosebumps, bagi yang mungkin gak tau, adalah sebuah serial novel horror yang isinya seputaran hantu & monster, yang ditujukan untuk anak-anak dan abg. Serial Goosebumps dikarang oleh R L Stines, dan sudah terjual sampai 400 juta kopi diseluruh dunia.

Suatu hari, Zach yang baru pindah ke sebuah kota kecil menyadari bahwa tetangganya adalah R L Stines! Holy cow! Dan R L Stines punya anak yang cantik (Hannah), langsung deh seperti film abg lainnya, langsung jatuh cinta. Suatu malam, Zach dan temannya, Champ, tanpa sengaja membebaskan monster yang dikurung R L Stines dalam bukunya. Ternyata monster-monster dalam serial Goosebumps ternyata adalah asli dan tidak bohong serta nyata, dan buku-buku R L Stines adalah 'pengurung'-nya (atau lebih tepatnya, 'produsen'-nya). Dan dimulailah perburuan Zach, Stines, Hannah dan Champ untuk mengembalikan monster Goosebumps ke alamnya.

Monsters are Real, That I Know

Premise-nya memang cukup seru, walaupun sedikit banyak mengingatkan saya ama film "Cabin in the Woods", itu tuh, film horror yang ternyata hantu-hantu dalam dongeng itu nyata, dan berkumpul dalam satu kabin di dalam … hutan (doh).

Film dengan durasi 1 jam 40 menit ini cukup padat dengan action, komedi, sedikit kaget-kagetan, cinta monyet, dan dipenuhi ratusan ekor monster Goosebumps. Biarpun sejujurnya jumlah monsternya tidak sebanyak itu, karena yang difokuskan hanya 4-5 monster, sisanya keluar saat-saat terakhir.

Hanya saja, karena empat hari sebelumnya saya nonton Crimson Peak, saya menyadari apa arti "Eye Candy" vs "Eye Protein" yang sering didengungkan Guillermo del Toro. Crimson Peak memang ceritanya standar abis, dan bukan horror, dan gak laku dipasaran. Namun detail pada Crimson Peak sangat luar biasa, dengan akting yang kuat. Sementara Goosebumps… yah, mungkin memang targetnya anak-anak dan abg, maka perhatian pada detail benar-benar kurang, alur ceritanya cupu, dan aktingnya biasa banget.

Selain itu, saya rasa Goosebumps adalah film yang serba kagok. Serem, tapi gak gitu serem. Mengejutkan, tapi gak gitu kaget. Lucu, lumayan seh, tapi lebih sering salah situasi. Action juga bukan. Plus bumbu cinta monyet yang super menggelikan dan serba kagok. Mungkin yang paling aneh, saat ratusan monster menyerang, tidak ada satupun manusia yang terlihat berlarian di tengah kota!

Well, saya rasa film Goosebumps memang sama seperti bukunya, untuk anak-anak dan abg. Untuk orang dewasa, atau sok ngerti film seperti saya, saya rasa masih banyak film yang lebih berbobot lainnya.


Posted By: admin
Posted On: Oct-22-2015 @ 12:15am
Last Updated: Oct-28-2015 @ 01:47am

There is no comment

More Comments/Post Your Own