Hotel Review: Aryaduta Bandung

Hotel Review: Aryaduta Bandung

Dalam rangka memperingati ulang tahun pernikahan saya ama istri, kami memutuskan untuk refreshing sejenak dari hiruk pikuk kesibukan sehari-hari, dan memilih untuk beristirahat di hotel. Tadinya saya pikir mau ke Yogyakarta, tapi karena keterbatasan waktu, dan dihimpit hari libur super long weekend (5-8 Mei 2016), jadi weh kami pilih liburan di Bandung. Setelah pilah pilih, akhirnya kami mencoba hotel Aryaduta Bandung (dulu Hyatt Regency) selama dua malam 2-4 Mei.

Hotel Aryaduta ini sebuah hotel bintang lima, dan ini jelas adalah pengalaman pertama kami tinggal di hotel bintang lima. Sebelumnya kami hanya pernah menginap di hotel bintang empat, seperti Harris & Golden Flower, jadi pengen tahu juga gimana seh bedanya bintang empat & bintang lima itu.

Saya booking Aryaduta sekitar 10 hari sebelumnya, dan mendapatkan promo "Advance Sales 15%", sehingga harganya cukup miring, malah bersaing dengan hotel bintang empat. Saya memilih kamar tipe Deluxe dengan luas 46 m2, dan istri saya seneng banget karena semua kamar di Aryaduta dilengkapi bath tub! Sebuah fasilitas yang semakin ke sini semakin langka di Kota Bandung!

Kamar

Pada hari H, kami menuju hotel menggunakan taksi. Dan jreeenggg!!! Woa, ini ternyata ini yang namanya bintang lima. Lobi hotel gede banget, luas banget! Lantai marmer berkilauan, para petugas memakai dasi dengan sarung tangan putih. Saya yang cuma pakai kaus polo jelas kalah keren dibanding petugasnya.

Proses check ini gak berlangsung lama, mungkin karena hari itu hari Senin, gak banyak yang menginap. Setelah itu saya dikasih kartu kunci kamar, yang berfungsi juga sebagai kartu lift. Jadi lift itu hanya bisa mengakses floor kita menginap. Maka orang iseng gak bisa asal masuk hotel. Karena waktu memesan saya minta kamar yang tenang, maka kami diberikan kamar di Lantai 12 (Non Smoking), sebuah bukti pelayanan yang baik.

Dan begitu tiba di kamar, emang enak banget. Jendela segede gaban, AC sedingin kulkas, TV layar besar, dan bathtub! Tipe kamar deluxe itu terbagi ada tiga bagian, yaitu area tidur (ranjang king), area duduk dengan sofa, dan kamar mandi. Karena cukup luas, kamar kami memiliki dua jendela besar, yang satu menghadap Jln Merdeka, dan yang satu menghadap kolam & Jln Sumatra. Kamarnya tenaaaaaang banget, gak kedengeran suara apapun.

Untuk kamar mandi, ternyata bathtub dan shower menjadi satu. Jadi saat istri saya memakai bathtub, saya gak bisa memakai shower. Sayang sekali, padahal dengan kamar sebesar itu, seharusnya area duduk bisa dikurangi untuk memperluas kamar mandi. Tapi it's ok lah. Apalagi air panas & dinginnya lancar banget dan bersih banget, beda dengan hotel lain yang ada bathtub, tapi airnya kecilllll banget, atau airnya keruh… brrr..

Yang gak OK, tentu saja harga minibar-nya, halah Coca Cola kaleng Rp50,000! Kata istri saya, "SCP, alias gelo!" Jadi weh, tidak satupun item di minibar kita nikmati. Masih mending beli Coca Cola di BIP dan ditaruh di kulkasnya. Oh iya, hotel ini letaknya bersebelahan dengan BIP, sebuah mall populer di Bandung, bahkan ada konektor antara hotel dengan mall-nya, jadi gak usah turun ke jalan untuk menuju mall. Konsep yang semakin populer di Bandung.

Fasilitas

Bicara soal fasilitas, karena kami prinsipnya, "orang kampung masuk hotel", jadi kami gak mau rugi, dan berusaha mencoba semua fasilitasnya, "mumpung gratis". Mulai dari kolam renang, yang cukup luas. Heran juga airnya gak terlalu dingin, apa mungkin memang dihangatkan? Terus kami mencoba fitness center-nya, yang dilengkapi jacuzzi, sauna & steam. Semua gratis, termasuk bisa pinjam handuk, dan semuanya dilengkapi sabun & shampoo gratis pula.

Juga tersedia taman yang lumayan besar, yang kalau hari Sabtu suka dipakai buat makan outdoor. Istri sempet bilang, "kalo kucing dilepas ditaman kayaknya pada seneng". Kalo saya mikir, "kayaknya malah ilang saking luasnya nih hotel".

Kemudian ngomongin gratis, tentu saja makan pagi-nya gratis (lebih tepatnya sudah termasuk harga kamar). Pilihan break fast-nya cukup lengkap, dan tidak mengecewakan. Mulai dari omelette station, cereal, nasgor, migor, bubur, roti, donat, kue-kue, buah-buahan, juice, daging asap, dendeng sapi, soto, ikan goreng, semua ada lah.

Jangan lupa juga mencoba kue tart-nya di kafe Cinnamon. Saya gak bilang murah seh, satu potong kue tart kecil harganya mencapai Rp45,000 (diluar pajak 21%), tapi rasanya bener-bener ini yang namanya kue tart! Potongan buahnya seger, dan rasanya gak terlalu manis, pas lah. Bener juga kalo ada yang bilang, "kalo cari kue tart enak, coba hotel bintang lima".

Pelayanan

Sesuai namanya hotel bintang lima, jelas pelayanannya juga nomer satu, mulai dari check in sampai check out, kami gak pernah kecewa. Pas hari kedua, kami ingin membuka botol anggur yang kami bawa sendiri (biasa, penghematan), kemudian kami telepon room service, biarpun agak lama diangkat, tapi mereka menawarkan tidak hanya membukakan botol anggur, juga menyediakan gelasnya. Jadi deh kami toast di kamar.

Ketika kami sedang ngadem di lounge-nya, kami memesan liquor. Bartender-nya ternyata sangat ramah, dia memberikan banyak informasi soal liquor dan lokasi pembelian di Bandung, gak pedit informasi.

Saat check out, saya minta dipanggilkan taksi Bluebird, ternyata BISA! Kok, kaget? Iya, soalnya umumnya hotel di Bandung dimonopoli oleh taksi-taksi parah yang memakai argo kuda, misalnya di Harris hanya bisa taksi Rina Rini, yang dari Lingkar Selatan sampai Kopo minta 50,000! Ternyata di Aryaduta bebas mau pake taksi apa saja bisa dan argonya pun normal. Ini baru namanya hotel!

Lainnya

Karena kami emang niatnya istirahat, kami gak terlalu mempermasalahkan lokasi hotel. Hanya saja, Aryaduta lokasinya sangat strategis. Di Jln. Sumatra yang dekat dengan Jln. Merdeka, yang praktis dengan banget dengan Jln. Riau, surganya factory outlet. Apalagi di sebelahnya Aryaduta terdapat mall BIP yang sangat populer, dan dikelilingi oleh banyak banget toko sepanjang Jln. Merdeka. Istilahnya, gak usah kuatir susah cari makan atau shopping di luar hotel. Tinggal nyebrang ada kafe, ke sebelah ada BIP, jalan dikit ada restoran, jalan lebih jauh ada Riau Junction, pokoknya mah strategis.

Nah, kalo dibilang kekurangan, ada kekurangan dari Aryaduta, yaitu bangunannya sudah lama. Rasanya usia hotelnya udah belasan tahun, saya gak tau tepatnya. Gak heran kalo bentuknya agak kuno, dan kamarnya berdesain klasik, beda dengan hotel-hotel baru yang bentuknya modern minimalis. Bahkan bathtub-nya menyatu dengan shower. Tapi biarpun begitu, perawatannya cukup baik, saya gak menemukan dinding retak, lampu mati, langit-langit bocor, atau bau apek dalam kamar. Semua terawat baik.

Kekurangan lain mungkin view-nya. Pemandangan dari kamar kami kurang begitu mengesankan. Jendela yang menghadap Jln Merdeka, terhalang bangunan BIP, mana disebelah hotel sedang dibangun hotel lainnya. Sementara jendela yang menghadap Jln Sumatra, tidak ada yang menarik untuk dilihat.

Kekurangan terakhir adalah bath ammenities, seperti sikat gigi, sisir, odol, dsb. Kualitasnya kurang bagus. Seperti sikat gigi yang sikatnya sekeras sikat WC; sabun & shampo yang hanya cocok buat cuci tangan & baju renang; dan pisau cukur yang tumpul. Ya intinya seh, harus bawa perlengkapan mandi sendiri (selain handuk cs yang disediakan cukup baik dan banyak).

Seriously…

Berhubung ini pengalaman pertama saya di hotel bintang lima, saya gak bisa bicara banyak apakah hotel ini lebih baik dibandingkan hotel bintang lima lainnya. Hanya saja sejauh pengalaman saya tidur di hotel, Aryaduta memang jauh lebih baik daripada hotel yang pernah saya coba (termasuk: Chrysanta, Yehezkiel, Harris & Golden Flower), mulai dari service, kamar, breakfast, lokasi, bahkan dari harga yang menurut saya: "harga bintang empat, kualitas bintang lima". Memang ada kekurangan dari segi fisik bangunan tapi secara keseluruhan, kami sangat menikmati waktu kami selama di hotel Aryaduta.


Posted By: admin
Posted On: May-06-2016 @ 11:20am
Last Updated: May-06-2016 @ 11:42am

There is one comment

salken
wow seru banget baca tulisan ente mengenai review Hotel aryaduta bandung. Sangat bermanfaat untuk dapat mengetahui informasi fasiltas yang ada di hotel. Saya juga mempunyai tulisan yang sejenis mengenai review kamar hotel yang bisa kamu kunjungi di <a href="http://kamarhotel.web.id/">Review Kamar Hotel</a>

Guest Apr-24-2017

More Comments/Post Your Own