I Know Gun-Fu 3

I Know Gun-Fu 3

Film tanpa cerita jelas dan tanpa plot serius favorit gw is back! Yes, Baba Yaga 3: Parabellum.

Cerita John Wick 3 ini dimulai tidak lama setelah akhir John Wick (JW) 2, setelah John Wick (Keanu Reeves) dinyatakan 'excommunicado' (diusir) dari High Table, organisasi pembunuh tempat kerja John Wick. Dengan berlakunya 'excommunicado' dan dipasang tarif $14 juta untuk kepalanya, maka praktis semua pembunuh dari penjuru dunia berdatangan ke New York untuk membunuh John Wick. Termasuk sebuah klan Ninja pimpinan Zero (Mark Dacasos) yang memiliki dua orang murid (Yayan Ruhian & Cecep Arif Rahmat).

Sementara, siapapun yang membantu John Wick dapat dikenai sangsi berat, termasuk Winston & Bowery King yang pada JW2 membantu John Wick.

Setelah berjuang sana-sini, akhirnya John Wick berhasil mencapai Casablanca, Morocco untuk meminta bantuan Sofia (Halle Berry) untuk bertemu dengan The Elder, yaitu big bos dari segala big bos-nya High Table. Tujuan John Wick adalah mencari solusi agar dia bisa hidup dengan tenang.

Tak dinyana, Elder bersedia membiarkan John Wick hidup jika Wick bersedia membunuh Winston yang dianggapnya telah membangkang High Table.

Senang Bertemu denganmu Mister Wick

Review ini singkat saja, mungkin dapat dibilang mengulang review gw mengenai JW: Chapter 2. Jadi untuk review lebih mendalamnya, dapat dibaca ulang review gw soal JW2.

Film ini dibuka dengan aksi pertempuran tangan kosong paling keren yang pernah gw lihat sepanjang tahun (sejak JW2). Pertarungan terasa brutal, realistis dan mencekam tapi terasa sangat artistik dan indah. Sulit digambarkan, "unfortunatelly, no one can be told what gun-fu is, you must see it for yourself!". Apalagi sekarang ditambah dengan datangnya petarung-petarung dari luar negeri yang membawa ilmu bela diri sendiri.

Tentu saja bagi penonton di Indonesia, aksi Yayan Ruhian & Cecep Arif Rahmat menjadi adegan yang ditunggu-tunggu. Dan hasilnya tidak mengecewakan, bagaimana dua orang jago pencak silat melawan seorang John Wick yang ahli dengan jujitsu-nya. Apalagi sutradara JW, Chad Stahelski, memasukan beberapa dialog bahasa Indonesia dalam film ini. Dan yang lebih baik lagi, ternyata aksi Mang Yayan cs tidak sekedar lewat, melainkan memiliki porsi yang cukup banyak dan cukup penting.

JW3 juga memperluas dunia Wick, seperti diperkenalkannya hotel serupa Hotel Continental di Morocco, kemudian fungsi Hotel Continental yang ternyata tidak hanya sebagai oase pada pembunuh saja, kemudian penggunaan anjing sebagai mesin pembunuh, dan sebagainya.

Sampai Jumpa

Seperti yang sudah dibahas, film ini memang ditujukan bagi penggemar film aksi 'realistis' tanpa mengandalkan perang CGI ataupun monster CGI. Dapat dibilang cukup 'old school', biarpun bukan berarti tanpa CGI. Bagi penggemar film aksi dengan cerita yang mudah diikuti, wajib banget nonton JW3 ini. Bagi yang mencari film dengan cerita lebih berbobot, tidak ada salahnya mencoba menontonnya juga, istilahnya mindless fun?

Rating: 75%! Sampai jumpa di John Wick 4!


Posted By: admin
Posted On: May-26-2019 @ 09:30am
Last Updated: May-26-2019 @ 06:58pm

There is no comment

More Comments/Post Your Own