Print This Page

Seriously

Investasi GainMax: Bodong atau Bohong?

Tweet
Investasi GainMax: Bodong atau Bohong?

Well, bodong dan bohong bedanya tipis, dan artinya juga gak beda jauh, karena memang itulah kesimpulan gw untuk GainMax.

Pada saat liburan kemarin, istri gw dihubungi temannya untuk meminta waktu buat presentasi investasi barunya. Akhirnya kita setuju untuk ketemuan, dan dia pun (sebut saja Agen) mengeluarkan sebuah brosur berjudul "GainMax, Berinvestasi di Pasar Keuangan Paling Populer di Dunia", dengan slogan super keren, "Siap Untung 10.000% & Siap Rugi 100%". Wew.

Dijelaskan bahwa GainMax Capital adalah perusahaan investasi yang berfokus di cryptocurrency (koin digital lucu-luan seperti bitcoin dan ethereum), yang memang akhir-akhir ini booming karena harganya meroket 100x lipat (sebelum akhirnya turun 50% dalam sebulan).

Proposal

Jadi dengan berinvestasi sekian dolar, investor dijamin untung 5-15% per minggu! Bukan per bulan apalagi per tahun! Tapi 15% per minggu! Investasi bisa dimulai dari $10 sampai $100,000. Tentu saja semakin besar investasinya, semakin besar bunga yang diberikan.

Besaran buganya sendiri bervariasi, tergantung hasil investasi GainMax. Minggu ini kamu dapat bunga 5,15%; minggu depan bisa 5,6%; bulan depan 6%; tapi minimal 5% per minggu untuk investasi $10-$250. Sementara untuk investasi $10,000 dijamin minimal dapat 10% per minggu.

Pendapatan ini bisa bertambah kalau investor mencari anak buah (downline). Untuk setiap downline yang didapat, investor bisa mendapatkan 5-15% dari nilai investasi pertama downline-na.

Terus gw tanya, "jadi resikonya apa?". Si Agen mengatakan, "resiko terburuknya, uang elo ilang 100%".

Loh bukannya tadi dibilang dijamin minimal bunga 5% per minggu, kenapa ada resiko uang hilang 100%? Katanya MINIMAL. Kalo gitu bukan minimal 5% per minggu dong, tapi minimal -100%.

Analisa Logika

Tentu saja semua jenis investasi memiliki resikonya. Berinvestasi di saham, ada resiko perusahaannya pailit dan sahamnya jadi zonk. Tapi setidaknya, selama kita mengikuti berita saham, kita bisa menghindari resiko itu; atau bisa juga kita membeli saham perusahaan besar yang lebih aman.

Pada GainMax, informasi seperti itu tidak tersedia. Besaran bunga yang didapat tidak bisa ditebak. Bahkan bunganya didapat darimana pun tidak diketahui. Apakah benar GainMax ikut mining bitcoin? Jadi apakah uangnya untuk membeli GPU-GPU untuk mining?

Besaran bunganya pun luar biasa besar, pada investasi paling kecil berarti bunga-nya minimal 20% per bulan (baca: 240% per tahun), dan pada investasi paling besar bunganya maksimal 60% per bulan (720% per tahun). Secara logika saja, kalau memang invetasi GainMax sangat menguntungkan, apa gak mendingan GainMax meminjam uang ke bank dengan bunga yang jauh lebih kecil?

Bagaimana mungkin di brosur tercantum bunga minimal 5% per minggu, tapi masih memiliki resiko uang hilang 100%, mana yang benar? Tidak ada investasi tanpa resiko apalagi dengan untung yang dijamin.

Lebih lanjut, pada brosur GainMax tidak terdapat alamat di Indonesia, bahkan tidak ada ijin dari menteri keuangan atau OJK. Itu saja sudah sangat mengkuatirkan. Jika tiba-tiba GainMax menghilang, kepada siapa investor harus meminta penjelasan? Bisa-bisa agen harus mengembalikan uang investor dengan menjual rumahnya sendiri!

Perlu diketahui semua perusahaan yang bergerak di bidang investasi yang beroperasi di Indonesia wajib memperoleh ijin dari OJK. Tanpa terkecuali, biarpun itu perusahaan internasional papan atas sekalipun.

Analisa Online

Saat gw baca brosurnya, GainMax mencantumkan web Companies House, sebuah situs pemerintah Inggris yang memuat database perusahaan di Inggris. Saat gw cari, GainMax terdaftar sebagai perusahaan di Inggris mulai Juni 2017 dengan alamat di:

KEMP HOUSE
160 CITY ROAD
LONDON
UNITED KINGDOM

Ketika gw google alamat itu, ternyata alamat itu adalah alamat virtual office. Virtual office adalah alamat fiktif yang dapat disewa, sehingga seolah perusahaan memiliki bangunan di alamat tersebut, padahal perusahaan hanya nebeng alamat surat menyurat.

Tentu saja tidak sedikit perusahaan yang memanfaatkan virtual office untuk meningkatkan pamor mereka, tapi umumnya penyewa virtual office adalah perusahaan kecil (personal) atau penipu.

Tercantum di database Companies House bukan berarti perusahaan itu kredibel, hanya berarti alamat perusahaan itu benar adanya (biarpun nebeng), tapi masalah pengelola, pendapatan, dsb tidak terjamin.

Kemudian kalau kita buka web resmi GainMax, ternyata video perusahaan-nya dibuat oleh anggota fiverr, situs yang menawarkan berbagai macam jasa mulai dari $5 per jasa. Bagaimana mungkin perusahaan besar menyewa aktor $5 untuk video perusahaan?

Analisa Lanjutan

Kemudian gw mencoba mencari GainMax di Bing dengan keyword: "is gainmax a scam", dan hasilnya dapat ditebak, banyak web yang mencap GainMax sebagai Ponzi Scheme. Alias money game.

Alih-alih berinvestasi, perusahaan money game memberikan bunga pada investor dari setoran investor lainnya. Pada saat sudah besar, pengelola perusahaan tinggal kabur, meninggalkan agennya. Agen pun akhirnya harus berhadapan dengan investor.

Penjelasan GainMax lainnya bisa dilihat di web disini dan disini yang intinya semua menilai GainMax sebagai investasi bodong!

UPDATE #2: Pada tanggal 19 Maret 2018, FCA (badan pengawas investasi, semacam OJK-nya Inggris, tempat asal GainMax) menyatakan bahwa GainMax berstatus WARNING. Artinya GainMax beroperasi tidak sah, tidak resmi, dan dicurigai scam.

UPDATE #3: Pada tanggal 7 Maret 2018, ternyata GainMax Indonesia sudah dilarang beroperasi oleh OJK. Sumber berita Detik.com.

Well, boleh saja seh kalau ada yang gak percaya dengan blog amatir ini, tapi yang bicara adalah FCA Inggris & OJK. Kalau sudah tidak percaya FCA, OJK dan detik.com, gak tau dah harus ngomong apa.

Tapi…

Tapi investasi gw selalu dibayar dengan lancar kok? Gw sudah ikut selama 3 bulan, dan hasilnya lumayan! Yang penipu itu elo, fans DC!

Well, mungkin kamu pernah dengan kasus First Travel. Bagaimana caranya First Travel bisa menipu 73,000 konsumen? Caranya dengan memberangkatkan 14,000 konsumen dengan menggunkan uang konsumen lainnya. Dari 14,000 konsumen itu pasti tidak sedikit yang akan menyarankan First Travel pada teman-temannya. Setelah semakin banyak orang yang tertipu, maka First Travel dengan mudahnya membuka kedok merea. Biarpun dihukum penjara, pelakunya tetap tenang, karena setelah keluar penjara mereka tinggal menarik uang dan bunganya dari bank di luar negeri.

Kasus itu juga yang bakal terjadi di GainMax. Pada awalnya investor akan mendapatkan bunga mereka secara lancar, tapi perlahan bunga akan macet, dan kemudian GainMax menghilang begitu saja.

GainMax baru mulai beroperasi Juni 2017, yah gw kasih waktu paling cepat Juni 2018, paling lambat Juni 2019 sebelum GainMax menghilang tanpa bekas.

Seriously…

But seriously, kalau kamu tetap nekat ingin berinvestasi di GainMax, pahami beberapa poin berikut ini:

Maka, gw memiliki tips buat investor nekat:

Update 1: menambah informasi bunga per tahun biar kelihatan jumlahnya. Menambah informasi awal operasi GainMax.

Update 2: FCA sudah mengeluarkan warning untuk GainMax.

Update 3: OJK melarang operasional GainMax Indonesia


Posted By: admin
Posted On: Feb-11-2018 @ 02:50pm
Last Updated: Apr-25-2018 @ 11:52pm

There are 89 comments

Bukti kalau gainmax bodong
Pagi mas saya mau menanyakan dari mana mas bisa lansung mendesktipsi kalau gainmax adalah bodong?? apa bukti otentiknya?? Thanks

There are 1 replies on this comment
Guest Feb-23-2018
Jelass!! Meragukan
Ya jelas ini scam bos, masuk akalnya gimana kalau dia bisa ngembangin 5-10% perminggu ngapain dia gak pinjam uang bank aja..ngapain dibikin referral?? Masuk akalnya dimanaa?? Bantu jawab please

Guest Feb-23-2018
Bukti?
Kalau bicara bukti fisik, jelas tidak ada karena sistem investasinya juga online. Tapi indikasinya sudah mengarah ke sana. Tolong dibaca lagi ulasan saya diatas, apakah logis ada investasi dengan hasil setinggi langit dengan resiko 'rendah'? Tapi kembali lagi, resiko terbesar adalah uang hilang 100%.

admin Feb-24-2018

More Comments/Post Your Own


Powered by qEngine
Generated in 0,006 second | 10 queries