Justice League

Justice League

Justice League (JL) adalah sebuah grup super heroes a la Avengers-nya Marvel. DC yang terkenal dengan gaya 'gelap' berusaha mengangkat kisah ini ke layar lebar. Dapatkah DC melakukan tugas mereka? Kita lihat saja.

JL dimulai pada beberapa hari (?) setelah tewasnya Superman. Digambarkan dunia yang semakin suram, semakin lesu, semakin pucat. Kriminalias meraja lela, dan diperburuk mulai tumbuhnya ancaman baru dari monster-monster misterius.

Satu malam Batman (Ben Affleck) disibukan dengan pengejaran monster yang konon datang dari langit. Dari hasil penyelidikannya ternyata monster-monster itu diutus oleh Steppenwolf (Ciarán Hinds), selaku anak buah Darkseid, untuk mengumpulkan mother boxes.

Mother boxes terdiri dari tiga kotak yang berisi kekuatan luar biasa, namun untuk mengeluarkan kekuatan itu, Steppenwolf perlu mengumpulkan ketiga mother boxes, yang masing-masing dijaga oleh suku Amazonia di Pulau Themyscira (Wonder Woman). Kemudian di Atlantis (Aquaman). Dan satu lagi di dunia manusia.

Film JL dilanjutkan dengan pengenalan karakter-karakter calon anggota JL. Mulai dari Batman, kemudian beralih ke Wonder Woman (Gal Gadot). Kemudian Bruce Wayne berusaha merekrut Aquaman (Jason Momoa) yang terbukti sangat keren tapi sulit untuk dibujuk. Lalu Cyborg (Ray Fisher) yang dibuat dengan bantuan mother box. Dan terakhir tentu saja Flash (Ezra Miller) yang tidak perlu dibujuk untuk bergabung.

Saat mereka pertama kali berhadapan dengan Steppenwolf, terbukti kekuatan mereka tidak cukup untuk mengimbanginya. Mereka membutuhkan kekuatan yang lebih besar lagi. Mereka butuh Superman (Henry Cavill). Masalahnya Superman is dead!

Jadi bagaimana mereka bisa berperang tanpa Superman? Apakah mungkin ada film Justice League tanpa Superman?

Is It Marvel? Is It DC? No! It's…

Setelah film DC sebelumnya seperti Batman v Superman yang dikritik habis-habisan oleh 'kritikus wahid'. Sementara film Wonder Woman yang ringan disukai oleh 'kritikus'. Maka DC berusaha menjadi semakin Marvel. Karena Marvel can do no wrong!

Gak heran kalo film JL ini dibuat lebih ringan. Maksud ringan disini lebih pada dialog dan atmosfernya. Tidak gelap. Lebih berwarna dan terang. Banyak adegan yang dilakukan dengan pencahayaan terang benderang. Tapi sayangnya cerita dan karakternya justru dikorbankan.

Penonton harus menebak apa itu mother box. Bagaimana mother box tiba-tiba berada di Themyscira dan Atlantis serta di Star Labs. Apa kekuatan mother box sebenarnya. Mengapa namanya mother box, bukan father box, atau Xbox? Apa rencana Steppenwolf setelah menguasa mother box? Dari mana asal Darkseid? Dsb.

Pengenalan karakter pun dilakukan dengan sangat tergesa-gesa, kadang belum puas melihat aksi satu karakter, tiba-tiba adegan berpindah ke karakter lain. Memang sih tugas DC dalam film ini lebih berat daripada Avengers nya Marvel. Di Avengers, penonton sudah akrab dengan Iron Man, Hulk, Captain America, Thor dan Black Widow. Sementara di JL, penonton (umumnya) hanya akrab dengan Superman, Batman dan Wonder Woman. Mungkin ada juga yang mengenal Flash, tapi Aquaman dan Cyborg? Padahal mereka memegang peranan besar dalam film ini. Sehingga back story untuk tiga karakter terakhir tersebut kurang tersaji dengan kuat.

Untunglah karakter Aquaman dan Flash menjadi bumbu penyedap film ini, selain tentu saja Wonder Woman. Flash dan Aquaman tampil sangat menghibur dengan joke-joke yang dilontarkannya, terutama Flash. Gw rasa film DC berikutnya seharusnya Flash, bukan Aquaman.

Film ini juga diperparah dengan kualitas CGI yang bersaing dengan Baywatch, banyak adegan CGI yang terasa kurang matang. Mungkin karena banyaknya adegan yang di-shoot ulang karena arahan Zack Snyder dipandang kurang mengundang selera penonton.

Yang gw agak sayangkan adalah keputusan DC untuk mengekor kompetitornya yang semakin kesini semakin 'berwarna crayon' dengan film super komedi mereka. JL berusaha memasukan cukup banyak adegan-adegan komedi, yang hampir tidak ada di film DC sebelumnya.

Well, bukan berarti DC seharusnya berkutat dengan kegelapan mereka. Tapi justru itulah nilai pembeda DC. DC sebagai anti mainstream. Menyajikan film berbobot yang rumit dengan cerita yang sarat filosofi, realita kehidupan, politik, dialog-dialog berat yang membuat penonton tetap berpikir setelah meninggalkan kursi bioskop. DC yang seperti The Dark Knight , yang walaupun karakter Batman-nya dihilangkan pun tetap menjadikan film itu menarik. Bukan seperti Logan, yang tanpa Wolverine menjadi film biasa-biasa saja.

Seriously…

Film JL adalah film yang cukup menghibur, tapi untuk menontonnya perlu kesabaran. Tidak seberat BvS, tapi gw merasa kehilangan DC.

Sebagai penggemar DC-pun gw harus mengakui ini bukan film DC yang bagus.

Overall: 60%


Posted By: admin
Posted On: Nov-16-2017 @ 12:00am
Last Updated: May-06-2018 @ 02:36pm

There is no comment

More Comments/Post Your Own