Kung Fu Panda 3

Kung Fu Panda 3

Ah, Kung Fu Panda 3 (KP3), animasi tiada akhir dari DreamWorks, konon setelah KP3, DreamWorks ingin membuat trilogi baru! Wow! Total 6 film tentang panda yang setiap episodenya bertambah sakti! Wow! Kayaknya di KF6, Po sudah selevel dengan Goku (Dragon Ball Z). *Dramatic Entry! Double Wow!*

Anyway, saya nonton film ini hari Kamis kemarin, tapi saya dapat tiketnya sejak seminggu sebelumnya, berkat pre-order. Yah, sebenernya gak sengaja seh beli pre-order tiketnya, karena pas minggu kemarin itu saya pengen nonton Dead Pool, tapi ternyata saya salah lihat jadwal, karena Dead Pool sudah gak ada di bioskop langganan. Karena saya gak pengen perjalanan saya sia-sia, ya sutra saya beli tiket pre-order KP3. Makanya filmnya masih di bioskop, saya udah bisa ngasih review-nya :D

Level Setengah Dewa

Di KP1, diceritakan tentang Po, seekor panda yang maniak kung fu tapi gak bisa kung fu dan akhirnya jadi jago kung fu. Kemudian di KP2, Po sudah dapat menyamai kemampuan gurunya, Master Shifu. Maka di KP3, saya sempat bingung, mau menyamai siapa? Ternyata di KP3, Po menyamai Master Oogway!

Loh, kan Oogway sudah meninggal? Well, Oogway ternyata masih hidup dalam dunia roh! Tapi biarpun dalam dunia roh bukan berarti damai, karena masih ada Kai, seorang musuh bebuyutan Oogway yang masih penasaran dengan Oogway. Dengan kemampuan menyerap chi, Kai berhasil mengalahkan Oogway dan dapat kembali ke dunia manusia… uh, dunia mortal.

Sementara Master Shifu ternyata ingin pensiun dan bertapa, maka dia menyerahkan tugas mengajar ke Po. Jelas Po yang tidak punya pengalaman mengajar merasa kerepotan untuk mengajar para jagoan. Di tengah kesibukan itu, tiba-tiba muncul seekor panda bernama Li Shan yang ternyata adalah ayah kandung Po!

Ketentraman mereka tidak bertahan lama karena Kai ingin menghancurkan dunia persilatan, termasuk perguruan Shifu. Maka dimulailah petualangan baru Po dan teman-temannya dalam rangka mencapai taraf setengah dewa, taraf… Sun Goku!

Level Dewa

Menurut saya film ini kocak habis, super duper konyol. Gak heran ketika saya nonton banyak anak kecil yang cekikikan melihat tingkah polah Po, sesuatu yang gak saya denger saat menonton Zootopia maupun The Good Dinosaur. Sangat amat menghibur. Jika tidak konyol, maka penonton dihibur dengan adegan pertarungan yang semakin belakang semakin dahsyat. Pokoknya gak ada istilah mengantuk dengan dialog-dialog berat nan filosofis. Happy go lucky lah!

Hanya saja dari segi cerita agak standar, gak banyak kejutan, bahkan terlalu mudah. Kalau dalam film Zootopia, si Judy sang kelinci harus berjuang untuk diterima menjadi polisi, dan harus berjuang menyelidiki satu kasus; sementara dalam KP3 (dan KP1 & KP2), Po tiba-tiba mendapatkan ilmu sakti mandraguna level dewa over 9000 begitu saja! Tidak perlu belajar apalagi berjuang.

Yah memang inti film KP3 lebih pada hiburan yang lucu bin konyol, gak perlu mikir berat-berat. Pokoknya heppiiii!!!!


Posted By: admin
Posted On: Mar-12-2016 @ 11:35pm
Last Updated: Mar-20-2016 @ 12:39am

There is no comment

More Comments/Post Your Own