Membangun Warnet - Part 3: Lokasi & Bangunan

Membangun Warnet - Part 3: Lokasi & Bangunan

Kita mulai dengan membahas pemilihan lokasi warnet, kemudian yang perlu diperhatikan adalah aspek fisik warnet.

Lokasi

Sebelum memutuskan membangun usaha warnet, harus diperhatikan adalah LOKASI. Ini penting banget. Lokasi yang paling ideal untuk membuat warnet adalah:

  1. Dekat sekolah, entah itu SD/SMP/SMA.
  2. Dekat kampus.
  3. Dekat perumahan.

Untuk survei lokasi, gampang saja, cari lokasi yang terdapat usaha warnet juga. Kemudian kunjungi warnet-warnet tersebut, apakah sepi, atau ramai. Kalaupun sepi, bukan berarti lokasi tersebut jelek, bisa juga karena warnetnya kurang terurus.

Selain mencari lokasi, perhatikan juga luas lahannya. Jangan terlalu kecil, karena dapat menyulitkan ekspansi ke depannya. Tapi juga jangan terlalu luas, sebab warnet yang terlalu kosong menimbulkan kesan sepi, dan dapat meningkatkan biaya perawatan.

Juga perhatikan biaya sewanya. Kalau tempat itu milik kamu, tentu saja gak masalah, tapi jika menyewa ke orang lain, harus dihitung, apakah pendapatan warnet dapat menutup biaya sewa tempat? Ingat, warnet adalah usaha yang mengejar kuantitas. Semakin banyak PC-nya, semakin menguntungkan. Jumlah PC yang terlalu sedikit akan memberatkan biaya operasional.

Bangunan

Setelah memilih lokasi, sekarang masalah bangunan, yaitu interior & eksterior. Perhatikan budget kamu saat mendesain ruangan & bangunan warnet.

Untuk warnet kelas budget, umumnya pemain tidak terlalu peduli dengan bangunannya, asal bersih dan terawat.

Untuk kelas performance, juga bentuk bangunan tidak terlalu penting, selama bersih dan terawat, dan tersedia tempat parkir yang memadai.

Sementara kelas elite, bentuk bangunan sangat penting! Semakin banyak kaca semakin bagus, apalagi dilengkapi atmosfir yang gaming banget, dan parkir yang luas.

Ada beberapa poin penting dalam pembangunan fisik warnet:

  • Buat warnet sehat! Dalam artian tidak lagi menggunakan bilik! Selain bilik itu memakan tempat, juga berpotensi dijadikan tempat esek-esek.
  • Usahakan gunakan ruangan terbuka. Maksudnya jangan sampai banyak ruang-ruang kecil yang dibatasi tembok. Biasanya ini terdapat di warnet yang memanfaatkan rumah tinggal. Misalnya di satu ruang bekas kamar tidur terpasang 5 PC; di bekas ruang tamu ada 10 PC; di gudang ada 3 PC; di bekas WC ada 1 PC. Hal ini selain merepotkan OP (penjaga warnet) dalam mengawasi, juga memberikan kesan kumuh.
  • Minta ijin tetangga, terutama jika akan buka 24 jam. Jika lokasi warnet terlalu dekat dengan perumahan dapat mengganggu tetangga. Untuk itu usahakan memasang peredam suara.

Interior

Pemilihan interior juga perlu diperhatikan untuk kenyamanan pelanggan. Seperti biasa, semakin tinggi kelas warnet kamu, semakin rewel permintaan pelanggan.

  • Untuk kursi, gunakan kursi berbusa yang agak empuk. Jangan menggunakan kursi lipat karena cepat rusak.
  • Untuk warnet budget, bisa juga memakai lesehan, hanya saja lesehan biasanya lebih cepat pegal.
  • Untuk meja, disarankan memakai meja super besar, sehingga setiap meja bisa menampung 4-8 PC sekaligus.
  • Jika memungkinkan antar pemain dibatasi sekat!
  • Perhatikan juga penataan kabel. Ini saya akui agak sulit, biarpun sudah diupayakan rapi, biasanya tetap terlihat seperti sarang laba-laba. Tapi untuk warnet kelas elit, harus diusahakan untuk menyembunyikan kabel.

Pengalaman Saya

Chairs
Jangan gunakan kursi lipat karena cepat rusak. Lebih baik gunakan kursi full metal sederhana.

Untuk warnet saya, lokasinya cukup dekat dengan sekolah SMA & SMP. Selain itu di daerah saya (waktu itu) belum banyak warnet yang berdiri, hanya ada satu warnet performance dengan 16 PC, dan warnet-warnet budget yang bukan game center.

Warnet saya pada awalnya memanfaatkan satu kios milik nyokap saya, seiring perkembangan warnet, saya mengambil kios di sebelahnya, dan kemudian di sebelahnya lagi (total 3 kios). Dan setiap kios dibatasi tembok. Akibatnya OP sulit mengawasi pemain yang berada di ruangan lain, dan lebih parah lagi, ruangan yang diujung suka dimanfaatkan preman lokal untuk dijadikan tempat minum-minum. Biarpun sudah diperingatkan berulang-ulang, namanya juga preman.

Akhirnya saya memutuskan untuk merenovasi warnet saya, dan menghilangkan semua tembok di dalam ruangan, dan mengganti meja yang terkesan kumuh dengan meja yang lebih baik, hasilnya preman-preman tersebut menghilang secara otomatis, dan OP bisa mengawasi seluruh pemain dari satu titik saja. Efeknya pendapatan warnet saya meningkat drastis.

Untuk ijin tetangga, untungnya warnet saya pas dibelokan jalan. Dibelakang warnet adalah rumah saya sendiri, disebelah kiri adalah tetangga, dan dikanan serta didepan adalah jalan yang lumayan lebar. Jadi ijin tetangga tidak terlalu sulit.


Posted By: admin
Posted On: Jan-11-2016 @ 02:25pm
Last Updated: Jan-11-2016 @ 02:45pm

There is no comment

More Comments/Post Your Own