Membangun Warnet - Part 6: Game & Updater

Membangun Warnet - Part 6: Game & Updater

Sekarang topik yang gak kalah seru dengan memilih komponen komputer, yaitu memilih game yang akan dimasukan ke warnet kamu.

Tentunya kalau PC warnet memiliki hard disk yang sangat besar, kita bisa memasukan segala macam game. Namun walalupun begitu, tetap ada beberapa kendala, seperti masalah update game, dan efisiennya.

Untuk warnet game center, ada tiga jenis game yang perlu disiapkan: game online, game offline & browser based.

Game Online

Ini adalah game utama warnet, 90% pemain game warnet memainkan game tipe ini. Lima besar game yang 'wajib' dimiliki warnet, untuk saat ini (berdasarkan warnet saya):

  • PointBlank
  • DOTA 2
  • Fifa Online 3
  • Lost Saga
  • League of Legend

Game Offline

Game offline atau bisa juga game LAN adalah game yang gak butuh koneksi internet, game ini tidak terlalu banyak dicari pemain, tapi cukup berguna saat koneksi internet sedang bermasalah, lagipula game ini tidak perlu diupdate.

Tidak semua game offline bisa dimasukan ke warnet, carilah game yang mudah dimainkan, gak ribet, bisa dimulai dimana saja, dan cepat selesainya. Misalnya game-game balapan, dan game multiplayer.

Saya gak menyarankan game yang rumit dan panjang, seperti game RPG atau adventure, karena ukurannya besar, tapi jarang dimainkan, sehingga hanya menghabiskan space hard disk saja.

Game offline populer di warnet saya:

  • GTA Extreme Indonesia
  • Counter Strike Extreme
  • Need For Speed Most Wanted
  • MotoGP 3
  • Left 4 Dead 2

Browser Game

Adalah game yang hanya bisa dimainkan melalui web browser, misalnya game-game Facebook. Game ini gak perlu diupdate, tapi membutuhkan koneksi internet yang lumayan kenceng, atau kalau bisa pake proxy.


Point Blank, gak ada elo, warnet saya sepi!

Updater

Khusus untuk game online, jangan lupa untuk selalu mengupdate game ini, jangan sampai pemain yang ingin memainkan game tersebut harus menunggu update sampai berjam-jam.

Untuk itu saya sangat amat menyarankan updater game. Seperti yang udah saya bahas sebelumnya, updater adalah PC yang khusus menangani proses update game secara otomatis.

Ada beberapa program updater yang tersedia di internet, misalnya GaCape & Cyberindo Updater. Masing-masing ada kelebihan dan kekurangan sendiri. Tapi secara umum ada kelebihan dan kekurangan updater adalah:

Kelebihannya:

  • Tidak repot melakukan update PC klien satu per satu.
  • Updater berjalan otomatis, di belakang layar.
  • Umumnya sudah dilengkapi semacam Deep Freeze, sehingga PC klien lebih aman.
  • Bisa memasukan game sendiri, dan disebarkan secara otomatis.

Kekurangannya:

  • Harus menyediakan PC updater khusus (tidak disarankan digabungkan dengan billing apalagi proxy), yang harus menyala 24 jam sehari.
  • Boros bandwidth, karena updater biasanya mendownload semua file yang berubah, bukan hanya patch-nya. Sehingga tidak jarang, patch manual hanya 10MB, tapi updater justru mendownload 100MB.
  • Biarpun kalo dihitung dibandingkan 20x download file yang sama @ 10MB, masih lebih ekonomis download 1x file 100MB.
  • Game tergantung RDC (download center), misalnya Cyberindo sampai sekarang tidak menyediakan game Black Squad. Tapi bisa diakali dengan menambahkan game secara manual.

Dibalik kelebihan dan kekurangannya, perlu diketahui bahwa ternyata ada 3 mode updater, yaitu: local, diskless & hybrid (virtual).

Mode Local

Mode ini berarti semua game di PC klien disimpan di hard-disk masing-masing PC. Saat ada game hendak dimainkan, PC klien akan memeriksa apakah ada versi baru di updater, jika ada, updatenya akan didownload dari updater, dan disimpan di HDD lokal. Jika tidak ada, game langsung mulai. Download game dari server sebenernya gak lama, biasanya 5GB dapat didownload dalam 5-6 menit dengan jaringan LAN 100 mbps.

Kelebihan mode local:

  • Klien dapat mulai lebih cepat, jika semua game sudah up to date.
  • Biarpun server updater mati, klien tetap dapat bermain game.
  • Biaya membuat server lebih murah, misalnya warnet saya cukup memakai jaringan 100 mbps, PC updaternya AMD Athlon X2, RAM 4GB, 2x HDD.

Kekurangannya:

  • Setiap klien harus memiliki HDD sendiri.
  • Kadang setelah satu game diupdate, kita harus melakukan "PUSH" game ke semua klien. Proses ini tidak rumit, hanya mengklik icon saja, tapi harus dilakukan setiap hari atau jika ada update. Jika tidak melakukan ini, kadang klien tidak bisa menjalankan game!

Mode Diskless

Ini adalah trend yang sedang berkembang akhir-akhir ini. Mode ini memungkinkan klien sama sekali tidak memiliki HDD, termasuk untuk operating system (MS Windows)! Semua file disimpan di server, klien hanya mengambil file dari server dan diolah secara lokal.

Kelebihan model diskless:

  • Klien tidak perlu HDD sama sekali. Berarti hemat biaya dan hemat listrik.
  • Tidak perlu repot melakukan "PUSH" setiap ada update baru.
  • Klien relatif lebih cepat booting & masuk game. Tapi jika banyak klien yang mengakses server, justru akses klien lebih lambat.
  • Jika klien ada yang rusak, cukup mengganti komponen rusak, dan klien bisa langsung dipakai, tanpa harus instal ulang Windows, billing, game, dsb.
  • Padahal komponen yang paling sering rusak adalah HDD, jika tidak ada HDD berarti klien lebih awet.

Kekurangan

  • Server updater harus cukup canggih, disarankan Intel Core i5, atau AMD FX, 2x SSD, 3x HDD, RAM 16GB (tergantung jumlah klien)
  • Jaringan harus gigabit murni (termasuk kabel LAN harus Cat6).
  • Jika server updater mati, semua klien praktis ikut mati, tidak bisa dipakai sama sekali, karena itu jika memungkinkan miliki server cadangan dengan spek yang sama persis dan isi HDD & SDD sama persis.
  • Spek klien harus sama persis, termasuk CPU, mobo, VGA card, RAM, dsb. Jadi jika memungkinkan harus memiliki cadangan komponen yang sama persis juga.

Mode Hybrid (Virtual)

Merupakan mode campuran dari kedua mode diatas. Setiap klien masih memiliki HDD untuk menyimpan OS dan game tertentu, tapi game lainnya disimpan di server.

Poin penting mode hybrid:

  • OS dan sebagian game disimpan di HDD klien. Sehingga saat server mati, pemain masih bisa memainkan game tertentu atau minimal browsing.
  • Sebaiknya game-game populer disimpan secara lokal, dan game kurang populer di server updater.
  • Spek server tidak perlu terlalu canggih, gak beda jauh dengan mode local.
  • Koneksi jaringan disarankan gigabit dengan kabel LAN cukup Cat5e.
  • Sebenarnya untuk semua mode, saya sarankan melakukan restart minimal sehari sekali, karena dari pengalaman, terutama mode local & hybrid, updater suka nyangkut, dan kalau sudah begitu, klien tidak bisa melakukan update game.

Mode Mana?

Jadi sebaiknya mode mana yang dipilih? Well, setiap mode ada kelebihan dan kekurangan masing-masing. Secara umum saya rasa:

  • Untuk faktor resiko, paling rendah: local, hybrid, diskless.
    • Resiko disini terjadi jika server mati, pada mode diskless, klien tidak bisa melakukan apapun juga. Pada mode local, klien tetap bisa bermain game.
  • Untuk faktor biaya, paling rendah: local, hybrid, diskless.
    • Biaya disini berarti biaya server. Dan jika kamu sudah memiliki warnet yang berjalan, untuk diskless, kamu perlu mengganti semua PC dengan spek yang sama persis.
  • Untuk faktor kenyamanan, paling nyaman: diskless, hybrid, local.
    • Nyaman disini berarti jika terjadi apa pun pada klien, tinggal mengganti klien dengan spek sama, dan klien bisa langsung dipakai tanpa instalasi apapun.
  • Untuk faktor maintenance, paling low maintainance: diskless, hybrid, local.
    • Maintenance disini adalah maintenance harian, dimana local & hybrid harus melakukan 'index ulang' dan 'push game'.

Menurut saya pilihan mode yang sebenarnya paling ideal adalah hybrid, tapi jika kamu punya biaya lebih, saya sarankan diskless. Sementara pilihan terakhir adalah local.


Posted By: admin
Posted On: Jan-27-2016 @ 12:30am
Last Updated: Jan-28-2016 @ 12:04am

There is no comment

More Comments/Post Your Own