Membangun Warnet - Part 7: Penutup

Membangun Warnet - Part 7: Penutup

Ternyata panjang juga blog yang mengupas dunia per-warnet-an. Padahal kalau mau jujur, masih sangat banyak yang belum dibahas saya, tapi kalo mau dibahas semua gak bakal abis-abis. Tar mungkin kalo ada tambahan lagi, saya pasti masukin dalam blog ini.

Pada artikel terakhir ini, saya mau memberikan beberapa kesimpulan dan tips serta trik terakhir dalam format tanya jawab.

Berapa penghasilan warnet?

Penghasilan warnet tentu saja tergantung dari pengunjung, lokasi & fasilitas warnet. Namun dari pengalaman saya, penghasilan per PC berkisar Rp10,000-30,000/PC/hari untuk warnet dengan tarif Rp3.000 per jam/PC.

Rp10.000 biasanya didapat untuk warnet yang baru buka. Rp30.000 bisa didapat oleh warnet yang sudah cukup lama buka, dan dapat mempertahankan kualitasnya. Sementara saat-saat tertentu, seperti libur sekolah, akhir tahun, hasil yang diperoleh dapat lebih besar lagi.

Tentu saja pendapatan ini tidak baku, tergantung tarif yang dikenakan dan tingkat keramaian.

Berapa tahun PC warnet dapat bertahan?

  • Untuk jeroan PC (CPU, mobo, dsb), biasanya dapat bertahan cukup lama, sampai 4-5 tahun.
  • Sementara HDD sendiri biasa bertahan 2 tahunan. Untuk menghemat, diskless bisa dijadikan pertimbangan.
  • Yang paling boros tentu saja mouse & keyboard, hampir tiap minggu ada saja yang rusak (tergantung jumlah PC & pengunjung). Tapi bisa diakali dengan memperbaiki sendiri dengan cara kanibal atau dibersihkan menggunakan WD40.

Berapa biaya seting awal software? (instalasi windows, copy game dsb)
Darimana saya mendapatkan game online?

Banyak pihak yang menawarkan jasa seting PC, termasuk seting jaringan, install Windows dan copy game. Tapi saya sendiri lebih menyarankan untuk meminta bantuan dari Cyberindo (bukan promosi!). Karena mereka akan melakukan jasa yang sama, install Windows, copy game, seting jaringan, TANPA BIAYA. Ini praktis mengurangi beban investasi awal.

Setelah melakukan seting, mintalah backup flashdisk dari teknisi Cyberindo, agar dapat melakukan instalasi sendiri jika perlu. Jangan lupa, pelajari cara instalasinya, sehingga jika ada masalah bisa dipecahkan sendiri.

Billing apa yang disarankan?

Cukup banyak billing yang bisa dipakai untuk warnet, mulai dari yang berbayar sampai yang gratisan, misalnya:

  • Billing Explorer, billing yang cukup terkenal, namun agak mudah dibobol (biarpun sudah membeli lisensinya).
  • Sombrero Billing, billing gratisan yang cukup ampuh, tapi agak jarang diupdate.
  • HandyCafe, billing gratisan juga, berbahasa Inggris, seinget saya gak ada pilihan paket dengan billing ini.
  • Cyber Billing, billing berbayar yang cukup ampuh, apalagi program ini mengganti windows explorer dengan launcher-nya, praktis dapat meningkatkan keamanan klien. Sayangnya programmer-nya sudah tidak ada sehingga tidak ada update lagi, dan tidak berjalan di Windows 7.
  • Pika Billing, billing gratisan yang didukung oleh netmarble, tapi sudah tutup.
  • Smart Billing, billing gratisan dari Gemscool. Fiturnya mirip dengan Pika Billing tapi lebih mudah digunakan. Billing ini cukup aman dan tidak mudah dibobol.
  • Cyberindo Billing, billing gratisan dari Cyberindo. Pemakaiannya sangat mudah dan tidak mudah dibobol. Keuntungan lainnya mendapatkan fitur GCA untuk game-game Cyberindo.

Dari pengalaman saya, saya menyarankan billing: Cyber Billing (jika masih memakai Windows XP), Smart Billing & Cyberindo Billing.

Dimana membeli mikrotik?
Bagaimana cara seting mikrotik?

Mencari mikrotik kosong (yang belum diseting) sebenarnya mudah, misalnya di tokopedia.com, yang susah itu mencari mikrotik yang sudah pre-set. Tapi bulan Januari kemarin saya membeli mikrotik yang sudah diseting di netsistore.com.

Produk mereka disebut plug n play, tapi saya lebih suka mengatakannya sebagai "setengah matang". Jadi saat mikrotik itu saya terima, kondisinya sudah diseting filternya (saya gak tau istilah tepatnya), jadi sudah dipisah-pisah untuk video streaming, torrent, file download, browsing, dsb. Tapi besaran bandwidth-nya harus diseting sendiri. Selain itu, bandwith per PC juga tidak diseting (simple queue), tapi diseting sendiri pun cukup mudah.

Jadi kalau kamu sudah cukup mengerti soal mikrotik (setidaknya tahu Simple Queue), kamu bisa beli di toko tersebut. Tapi kalau kamu bener-bener gak ngerti soal mikrotik, mau gak mau kamu harus menyediakan uang lebih untuk membayar jasa seting mikrotik.

Bagaimana mengatasi FUP Telkom Indihome?

Sejak tanggal 1 Februari 2016, layanan Indihome dari Telkom dikenai FUP, alias setelah pemakaian mencapai beberapa giga, kecepatan koneksi dikurangi, sesuai tabel berikut:

FUP

Untuk mengatasi perlambatan yang terjadi, saya sarankan untuk migrasi ke paket yang lebih tinggi. Misalnya jika selama ini memakai 10 mbps, dengan FUP 60% maka kecepatan turun menjadi 4 mbps. Tapi kalau kita naikkan ke 20 mbps, maka biarpun FUP 60%, kita masih bisa menikmati kecepatan 8 mbps, dengan kuota yang lebih besar.


Posted By: admin
Posted On: Feb-27-2016 @ 02:50pm
Last Updated: Feb-27-2016 @ 03:13pm

There is no comment

More Comments/Post Your Own