Print This Page

Seriously

Move on dari Local ke Virtual

Tweet
Move on dari Local ke Virtual

Seperti yang gw udah bahas sebelumnya, gw memiliki usaha warnet, atau game center. Dalam warnet itu kan harus disediakan berbagai macam game, seperti Point Blank, DOTA 2, LoL, dsb. Berbeda dengan game offline seperti Tomb Raider, GTA V, dsb, di game online sangat sering dilakukan update. Update biasanya ditujukan untuk memperbaiki bugs, menutup celah keamanan, menyeimbangkan kemampuan ataupun menambahkan fitur baru.

Updater

Untuk mempermudah distribusi update game ke komputer klien, kita menggunakan program "updater". Untuk informasi lebih lanjut mengenai cara kerja updater & tipe-tipe updater-nya, bisa dilihat disini.

Selama ini gw memakai Cyberindo Updater dengan mode 'local'. Awalnya tidak terlalu ada masalah dengan mode ini, selain gw harus melakukan 'push' untuk mendistribusikan update baru. Tapi karena 'push' harus dilakukan saat PC klien menyala, maka lama-lama gw tidak melakukan 'push', dan bergantung pada pengertian pemain untuk melakukan 'pull' sendiri ke server.

Sebenernya 'pull' atau 'push' itu gak terlalu lama. Untuk game ukuran 3-5 GB paling hanya butuh 5-6 menit untuk download dari nol, ataupun 1-2 menit untuk update.

Masalahnya muncul untuk game yang jarang dimainkan atau saat tiba-tiba ada update luar biasa besar, misalnya waktu DOTA 2 melakukan update gede-gedean sampai 5 GB, maka proses update dapat berlangsung lama. Apalagi hampir seluruh DOTA 2 (20GB) harus di download ulang oleh klien. Dan ini membutuhkan waktu lebih dari 30 menit, karena jaringan gw masih 100 mbps (Fast Ethernet, FE).

Upgrade Server

Setelah mulai banyak keluhan dari pemain mengenai waktu tunggu update, maka gw memutuskan untuk mengupgrade server gw plus mengubah seting updater menjadi 'virtual'.

Sebelum di upgrade server gw memiliki spek unyu-unyu:

Setelah di upgrade, speknya agak membaik:

Gw gak mengganti kabel jaringan menjadi gigabit, karena masalah waktu, biaya dan pikir sekalian kalau mau renovasi warnet (entah kapan).

Upgrade Cyberindo Updater

Setelah server siap, gw pun menghubungi Call Center (chat) Cyberindo. Setelah diutarakan maksudnya, staff Cyberindo mengatakan, "untuk upgrade mode dari local ke virtual, harus melalui kunjungan teknisi Cyberindo, gak bisa lewat remote". Umm, ok. Jadi kapan teknisinya bisa datang? "Mengenai jadwal, nanti bapak dihubungi lagi". Ok deh, jadi gw tunggu kabarnya.

Setelah ditunggu dua hari, teknisinya tidak ada kabar, jadi gw kontak lagi Cyberindo. Dan katanya, "untuk jadwal ke tempat bapak sudah dijadwalkan besok. Tapi jam-nya gak bisa ditentukan, tar dikabari teknisinya". Hmm… kemarin dibilang mau dikabari tapi gak dikabari juga, tapi ok dah, gw tunggu lagi.

Besoknya ternyata tidak ada kabar dari teknisinya. Akhirnya, gw coba dah 'boongin' Cyberindo-nya. Gw kali ini gak bilang mau ganti mode updater, tapi gw bilang mau "instal ulang updater". Ternyata kalau instal ulang bisa di-remote selama sudah instal ulang Windows & Team Viewer 11.

Oke deh, gw minta di-remote, dan gak sampai 10 menit, teknisinya sudah masuk melalui Team Viewer. Kemudian gw bilang, "mau instal ulang updaternya, pake mode virtual yah pak". Ketika dikerjakan, ternyata teknisinya tau bahwa mode yang gw pake itu 'local'. Ya gw bilang saja, "iya pak dari local mau diupgrade ke virtual". Teknisinya agak ragu, karena harusnya teknisinya datang ke tempat. Tapi gw bilang, "tar bapak ajarin aja cara upgrade klien dari local ke virtual, cukup satu aja, sisanya sama saya". Akhirnya dia ngasih liat cara upgrade klien ke virtual, ternyata gampang banget, yang agak repot adalah harus instal ulang program Cyberindo Updater-nya dimasing-masing klien.

Maka gak sampai 30 menit, updaternya sudah berganti menjadi mode virtual dengan selamat, dengan disertai satu PC klien sebagai kelinci percobaan. Setelah berhasil dengan satu kelinci percobaan, maka gw pun segera meng-upgrade semua PC klien menjadi virtual.

Kesimpulan Virtual

Ternyata memakai mode virtual memang jauh lebih nyaman daripada mode local. Tidak perlu repot melakukan index ataupun melakukan push game. Pemain juga tidak perlu menunggu lama proses update. Semua berjalan otomatis bin lancar biarpun jaringannya masih CAT 5E.

Beberapa hal menarik yang gw amati:

Seriously…

Kalau kamu saat ini masih menggunakan updater mode 'local', gw sangat menyarankan untuk pindah ke (minimal) 'virtual'. Bener-bener life changing experience! Biarpun kondisi jaringan kamu masih memakai kabel CAT 5E, dari pengalaman gw masih bisa dilayani dengan baik.

Hanya saja yang perlu jadi catatan adalah lamanya meminta teknisi Cyberindo datang ke lokasi warnet. Dari komunitas Facebook yang gw ikuti, konon hal itu disebabkan karena fokus Garena sudah beralih ke Airpay. Biarpun gw gak bisa memastikan hal itu, tapi memang agak lama meminta kehadiran teknisi Cyberindo ke warnet gw.

Oh ya, setelah hampir dua minggu sejak pertama kali chatting, akhirnya ada telepon dari teknisi untuk menjadwalkan kedatangan, yang tentu saja sudah tidak diperlukan karena warnetnya sudah selesai diupgrade.


Posted By: admin
Posted On: May-08-2017 @ 01:50pm
Last Updated: May-08-2017 @ 02:17pm

There is one comment

Kira apakah ke depan bisnis game online apa amsih prospek?
Minta advisenya gan, kira2 kedepan bisnis game online apa masih prospesk? cos saat ini saya bergerak di warnet yg low budget..n tambah lama kok meredup saya mau nekat upgarde total pc karena dapet pinjaman dr BRI tp takut pangsa pasarnya bakalan sepi. Atas masukan dan sumbang saranya saya ucapkan terima kasih

There are 1 replies on this comment
Guest Oct-25-2017

More Comments/Post Your Own


Powered by qEngine
Generated in 0,024 second | 16 queries