Print This Page

Seriously

PC IS DEAD!

Tweet
PC IS DEAD!

Semenjak ramainya tablet, ramai-ramai para pengamat mengeluarkan ramalan, "PC is DEAD!" PC sudah mati! Biarpun sampai sekarang PC nampaknya sehat-sehat saja. Bahkan saya mengarang indah blog ini dari PC saya, bukan dari tablet.

Sebenarnya PC is Dead itu sudah diramalkan sejak tahun 1999, saat itu seorang ilmuwan komputer, David D. Clark menyatakan bahwa sekarang adalah era-nya "Post PC", alias era setelah PC. Menurutnya sekarang orang-orang lebih menyukai gadget pintar non PC.

Sebenernya saya agak bingung kalo dibilang "Post PC", apa yang dimaksud itu PC dalam bentuk desktop besar, atau segala macam PC? Soalnya kalo dibilang PC, tablet juga sebenernya PC! Smart phone pun dapat dibilang PC! Karena PC kan berarti "personal computer", alias komputer pribadi, jelas banget tablet & smart phone itu komputer pribadi, bahkan super pribadi.

Desktop PC is DEAD!

Nah, mungkin yang dibilang PC is dead itu, adalah PC dalam bentuk tower yang segede gaban. Sewaktu kemunculan laptop, PC dibilang akan mati, karena laptop menawarkan komputer dalam bentuk yang ringkas, tapi sayangnya harga laptop waktu itu mahal. Sehingga PC pun batal tewas.

Kemudian muncul era netbook, sekitar 2007, saat Asus pertama kali memperkenalkan EeePC, sebuah laptop mungil dengan harga super murah, dan memang barangnya terkesan murahan juga. Saya waktu itu sempet punya EeePC dengan layar 7" + Windows XP + SDD 8GB, bener-bener seperti mainan anak.

Ramai-ramai isu PC is dead balik lagi. Dibilangnya, "sekarang sudah ada laptop dengan harga murah, buat apa PC besar kalo cuma buat ngetik-ngetik?!". Eh, ternyata netbook gak laku, karena umumnya netbook itu lemot dengan layar super kecil.

Tapi jangan kuatir, netbook pada dasarnya gak benar-benar tewas, netbook berubah menjadi ultrabook. Sebuah laptop super ringan, tipis tapi cukup powerful. Benar-benar laptop ideal, hanya saja harganya tidak ideal.

Dan kita pun masuk ke era smart phone. Sekali lagi para pengamat berteriak, "PC is dead! Long life iPhone!". Sayang sekali layar ponsel itu terlalu kecil buat aplikasi serius. PC pun kembali bernafas lega.

Desktop PC is FINALLY DEAD! Or is it...

Terakhir, tablet pun muncul, sekali lagi para pengamat berteriak, "PC is finally dead! Long life iPad!". Tablet memiliki layar yang cukup besar (7-12"), prosesor yang cukup mumpuni, RAM yang lumayan gede, sayangnya tetap gak bisa buat program atau web di tablet.

Dan kali ini mereka gak terlalu salah. Penjualan PC diseluruh dunia melambat. Dari tahun 2009-2013, penjualan PC menyusut 15%, sementara penjualan tablet justru melonjak 50% antara 2011-2013!.

TAPI ternyata kenaikan penjualan tablet tidak bertahan lama! Bahkan pada kuartal IV tahun 2015, penjualan tablet lebih sedikit daripada tahun sebelumnya! WHY?! WHY, WHY, WHY? WHY PC IS NOT DEAD YET?! Karena orang-orang menyadari bahwa tablet bukan solusi bisnis yang sebenernya!

Coba ingat-ingat, kapan terakhir kali kamu memakai tablet kamu buat ngetik? Buat ngitung neraca dengan MS Excel (atau apa saja)? Yah, saya juga gak inget kapan. Terakhir kali saya memakai tablet untuk urusan kerja, adalah BENAR membuka MS Word, tapi hanya untuk membaca dokumennya, bukan meng-edit. Apalagi MS Excel, duh, memindahkan kursor aja susah banget, padahal tablet Samsung Galaxy Tab A saya ada stylus-nya.

Pada akhirnya tablet lebih banyak dipake buat nonton YouTube dan bokep. Buat game? Bisa juga, tapi saya lebih sering pake ponsel, soalnya pegang tablet lama-lama juga pegel, padahal tablet saya beratnya cuma 313 gram!

Laptop is Dead!

Justru kalo ditanya, saya dari dulu memprediksi bahwa laptop lah yang akan mati diganti tablet! Woaaa… katanya tablet gak enak buat kerja?! Bener, tablet dengan layar touchscreen sebagai input satu-satunya itu sangat menjengkelkan. Tapi kalo dipasang keyboard dan mouse (2-in-1), saya rasa tablet bisa dipake buat kerja.

Saya pernah mencoba menyambungkan tablet saya dengan keyboard & mouse, dan ternyata nyaman juga, cuma layarnya terlalu kecil, cuma 8", kalau layarnya lebih besar misalnya 12", saya rasa akan lebih nyaman.

Apalagi laptop semakin ke sini semakin tipis, batere makin awet, tidak ada ODD dan ada touchscreen. Tinggal masalah waktu saja batasan antara laptop dan tablet akan hilang. Petunjuknya sudah ada dengan tablet hybrid, alias tablet yang sudah dilengkapi keyboard yang bisa dicabut, seperti MS Surface, iPad Pro, Lenovo Yoga, dsb. Juga MacBook baru, PCB-nya gak lebih gede dari PCB-nya iPad!

Teknologi ke arah sana juga semakin mantap, misalnya Intel mengeluarkan Core M, prosesor super hemat daya, sehingga laptop tidak butuh kipas dan bertahan sampai 10 jam, seperti Asus UX305. Tinggal cabut layarnya, ganti dengan touch screen, sudah jadi tablet!

Sebenernya Microsoft pun sudah membaca trend ini sejak dirilisnya MS Windows 8. OS yang memiliki dua tampilan, touchscreen & desktop. Setelah munculnya MS Windows 10, saya semakin yakin, bahwa masa depan laptop adalah hybrid (2 in 1).

Desktop PC Will Never Die!

Kenapa saya bilang gitu?

Sementara desktop:

Jadi menurut saya PC desktop gak mungkin mati, karena masih banyak orang yang butuh PC yang bertenaga dan tidak-perlu-bungkuk-waktu-mengetik. Tapi PC desktop akan berkembang. Semakin kesini PC desktop semakin imut. Tentu saja ada pemakai PC yang membutuhkan PC kekar, seperti gamer, atau workstation; tapi sisanya termasuk saya, bisa memakai PC yang lebih imut seperti AIO (all in one, pc yang menyatu dengan layar, seperti iMac) atau mini PC seperti Asus Vivo.

Intinya Desktop PC will never die, it evolves! Jadi inget lagunya, "never say never…unless you have to!".


Posted By: admin
Posted On: May-10-2016 @ 12:25am
Last Updated: Jul-26-2017 @ 11:57pm

There is no comment

More Comments/Post Your Own


Powered by qEngine
Generated in 0,010 second | 15 queries