Pengalaman Memakai Apple Mac (Mini)

Pengalaman Memakai Apple Mac (Mini)

Sebenarnya saya itu pemakai MS Windows yang cukup setia, sejak jamannya Windows 3.1 (kebayang kan tua-nya saya); semua versi Windows udah saya cobain, dari Windows 3.1, 3.11, NT, 95, 98, Me, XP, Vista, 7, 8 dan 10. Lengkap lah.

Sampai satu saat klien saya meminta saya untuk membuatkan program iOS. Whattt....?? Selama ini kan fokus saya ke web programming dengan PHP, tapi klien itu mungkin saking nge-fans-nya ama saya, jadi maksa saya belajar iOS programming. Ya sutra lah, lagian bayarannya lumayan.

Pilih-pilih dari MacBook ampe iMac, akhirnya saya beli Mac Mini dengan pertimbangan harga, dan kemampuan. Kalo saya pilih iMac, harganya 2x Mac Mini; tapi kalo saya pilih MacBook, saya ragu kemampuannya bisa menyamai Mac Mini, dan lagi layarnya kecil banget cuma 14" (padahal saya udah terbiasa pake layar 22").

Setelah hampir setahun saya gonta ganti Mac Mini-Windows 7-Mac Mini-Windows 10, saya jadi ingin membagikan pengalaman saya selama memakai Mac (Mini).

Pembelian

Mac Mini itu adalah PC desktop dari Apple yang paling murah, dibandingin iMac apalagi Mac Pro. Mac Mini yang saya beli adalah Mac Mini edisi 2012 yang RAM-nya masih bisa diganti sendiri (Mac Mini terbaru RAM-nya disolder mati), dengan spesifikasi yang lumayan: Intel Core i5 2.5GHz, RAM 4GB, HDD 500GB, VGA Intel 4000. Harga waktu saya beli adalah Rp8 jutaan, pada Desember 2014.

Untuk mendapatkan Mac Mini sendiri gak gampang, beda ama PC. Toko komputer di BEC, Bandung, mayoritas tidak menyediakan Mac. Ada pun yang menjual Mac, hanya menjual MacBook atau iMac. Akhirnya saya dapat MacMini di Zoom PVJ, yang sejujurnya harganya kurang bersaing dengan kompetitornya, tapi hanya mereka (saat itu) yang ready-stock.

Bagi yang penasaran, kalo PC Windows bisa dapat apa dengan harga 8 juta? Dengan mengabaikan desain casing yang besar, maka Rp 8 juta di PC Windows bisa dapat Intel i7 3.4GHz, RAM 8GB, HDD 1TB, VGA onboard; atau buat gamer bisa dapat Intel i5 (Quad Core) 3.2GHz, RAM 8GB, HDD 1TB, VGA NVidia GTX 750 TI, bisa untuk menjalankan game GTA 5 pada resolusi 1080p Very High Settings.

Pemasangan

Bentuk Mac Mini yang sangat kecil memang mengagumkan, membuat PC saya seperti Goliath versus David. Pemasangan Mac Mini juga sangat sederhana, pasang kabel HDMI ke monitor, colokan USB dongle untuk mouse & keyboard, dan pasang kabel powernya. Beres! Untuk koneksi internet, saya pake WiFi. Gak sampai 5 menit, Mac Mini sudah menyala dan siap pakai.

Pemakaian

Awal memakai Mac, saya diminta upgrade ke OS X Yosemite, setelah itu saya lihat-lihat setingnya (alias Control Panel di Windows), ternyata setingnya sangat amat sedikit dibandingkan Windows (ini rasanya perlu ditiru oleh Microsoft, buang seting yang jarang dipakai!).

Sebagai pengganti File Explorer, OS X menyediakan Finder. Finder juga digunakan untuk melihat daftar aplikasi yang terpasang, selain itu ada juga Launchpad yang mirip dengan Start Screen-nya Windows 8.

Penggunaan OS X sebenarnya tidak jauh dengan Windows, hanya tampilannya yang berbeda, dapat dibilang lebih rapi, lebih sederhana dan lebih stylish daripada Windows 7 (versi Windows yang menurut saya tampilannya paling OK).

Yang menarik, OS X juga menyertakan aplikasi iWork secara gratis. iWork itu mirip Office-nya Windows, hanya saja lebih sederhana.

Plus & Minus

Kelebihan pertama yang saya rasakan dari Mac, adalah lebih cepat, dan lebih responsif. Operasi file seperti copy-meng-copy, buka dokumen, colok flash disk, dsb lebih cepat daripada Windows. Tapi setelah masuk programnya itu sendiri tidak jauh berbeda dengan Windows.

Konon juga Mac lebih aman dari Windows, memang selama hampir setahun memakai Mac, saya belum pernah kena virus padahal tidak memakai anti virus.

Selain itu desain hardware Mac juga harus dipuji. Mac Mini saya bener-bener sunyi senyap, kadang saya ngerasa Mac saya mati, tapi layarnya kok nyala.

Kekurangan Mac yang paling terasa dalam programnya lebih sedikit daripada Windows, dan banyak yang mesti bayar. Program seperti Notepad++ (editor teks canggih gratisan) tidak ada versi Mac, dan saya harus memilih antara Sublime Text ($70) atau Text Mate (€50). Alternatif gratisan ada, tapi tidak ada yang selevel dengan Notepad++. Selain itu beberapa fitur berguna yang ada di Windows, ternyata tidak ada di Mac, dan jika menginginkan fitur yang sama harus membeli app-nya, misalnya Aero Snap, di Mac harus membeli iSnap ($7).

Selain itu Mac juga miskin game, tapi biarpun ada gamenya, misalnya game “Walking Dead” yang berjalan lancar di PC Windows Rp4 juta saya, berjalan dengan susah payah di Mac Mini saya yang harganya 2x lipat.

Dan terakhir tentu saja faktor “D”, alias duit. Kalo tidak terpaksa banget, berat rasanya saya mengeluarkan duit Rp8 juta demi sebuah PC yang cuma Intel i5 dengan VGA on board.

Kesimpulan

Saya disini bukan bermaksud mengatakan Windows is the best atau Mac is the best. Saya rasa dua-duanya memiliki kelebihan dan kekurangan. PC Windows jauh lebih terjangkau, banyak aplikasi dan gamenya. Mengenai masalah sekuritas, sebenarnya selama ini saya memasang anti virus dan selalu update Windows, saya gak pernah mengalami kena virus sejak awal memakai Windows 7 sampai sekarang Windows 10.

Mac memang mahal, dan saya gak bisa ngebayangin kalau semua vendor PC mengambil strategi Apple menjual PC mahal, sepertinya komputer hanya akan menjadi mainan eksklusif milik orang kaya. Tapi apakah harganya yang mahal sepadan dengan hasilnya? Untuk performa, saya bilang tidak! Tapi untuk desainnya yang luar biasa, dan nilai eksklufitasnya, saya bilang sepadan.

Pada akhirnya, saya tetep kembali ke Windows, karena beberapa alasan, seperti masalah kebiasaan, data saya mayoritas Windows, saya gak suka folder rahasia __macosx, banyak aplikasi saya di Windows, dan biarpun saya jarang nge-game, tapi gaming di Mac benar-benar payah. Saya tetap memakai Mac Mini karena desainnya yang luar biasa, dan tampilan OS X yang keren. Jadi kata siapa Windows & Apple tidak bisa hidup berdampingan?


Posted By: admin
Posted On: Oct-28-2015 @ 01:05am
Last Updated: Oct-29-2015 @ 01:19am

There are 3 comments

?
bang saya mau tanya, knpa dengan spek yang biasa aja produk apple bisa lebih jernih tampilannya.

There are 1 replies on this comment
Guest Feb-02-2016
Untitled
sebenarnya pc dan mac itu sama aja ya. jika kita beli mac maka kita sudah mendapatkan hardware, os dan aplikasi bawaan yang semuanya asli. sedangkan jika kita beli pc maka kita harus beli lagi os sama aplikasi lainnya yang ori tentunya. akhirnya harganya tidak akan jauh beda. :)

Guest Oct-29-2017
harga pc maupun mac sama aja.
sebenarnya pc dan mac itu sama aja ya. jika kita beli mac maka kita sudah mendapatkan hardware, os dan aplikasi bawaan yang semuanya asli. sedangkan jika kita beli pc maka kita harus beli lagi os sama aplikasi lainnya yang ori tentunya. akhirnya harganya tidak akan jauh beda. :)

Guest Oct-29-2017

More Comments/Post Your Own