Pengalaman Operasi Hernia dengan Asuransi Prudential Babak 1

Pengalaman Operasi Hernia dengan Asuransi Prudential Babak 1

Hari Jumat (6 November 2015) kemarin hernia saya baru saja dioperasi. Sebenernya saya udah diketahui menderita hernia sejak tahun kemarin, tapi karena asuransi saya belum genap setahun, saya tunda dulu operasinya sampai kemarin ini.

Asuransi

Sebagai informasi, saya memakai asuransi Prudential tipe kartu dengan paket pruHospital & Surgical Cover Manfaat B (seperti kamar: 350 ribu, operasi tipe 1: 9,85 juta, dsb). Saya harap dengan blog ini kamu bisa dapat gambaran seperti apa operasi hernia dengan bantuan asuransi prudential.

Pengertian Hernia

Hernia (turun bero) adalah turunnya usus melalui dinding perut yang robek. Ciri-ciri hernia adalah munculnya benjolan dekat daerah selangkangan. Benjolan ini tidak sakit, dan pada banyak kasus, benjolan ini dapat masuk kembali jika penderita berbaring. Kemudian jika melakukan aktifitas agak berat atau berjalan agak lama, biasanya timbul rasa tidak nyaman dan pegal-pegal di daerah tersebut.

Hernia umumnya diderita pria, tapi bukan berarti wanita tidak ada, hanya kasusnya lebih jarang. Faktor-faktor genetik, usia dan kegemukan serta jarang olah raga dapat meningkatkan resiko hernia.

Hernia juga tidak ada obatnya, dan upaya pijat malah dapat memperparah kondisi. Satu-satunya jalan untuk memperbaiki hernia hanyalah dengan operasi. Caranya secara umum, perutnya dibedah, ususnya ditarik ke posisi awal, dan dinding perutnya dijahit dengan menanamkan 'mesh' untuk membantu menopang dinding perut.

Satu lagi, hernia bisa kembali kambuh setelah dioperasi. Untuk itu diharapkan setelah operasi tidak melakukan pekerjaan berat, terutama angkat-mengangkat beban di atas kepala seperti fitness... setidaknya selama 1-2 tahun! Untuk aktifitas sehari-hari mungkin butuh sekitar 2-3 minggu agar kembali normal.

Kunjungan Dokter

Setelah mendapatkan ciri-ciri tersebut, saya mengunjungi dokter umum, dan disebutkan memang saya ada hernia. Dia sendiri tidak berani memutuskan apakah harus operasi atau tidak. Dia menyarankan untuk mengunjungi dokter bedah. Betul, dokter bedah, bukan dokter spesialisasi lainnya tapi bedah.

Akhirnya saya ke Rumah Sakit Immanuel (RSI) dengan mengunjungi Dokter Dono Pranoto SpB yang waktu itu sedang dinas sore. Kemudian saya disuruh buka celana, dan dipegang-pegang bagian situ. Katanya daerah situ harus diperiksa sebab hernia dapat menyebabkan 'hilang'-nya testis.

Setelah positif hernia, dia menyarankan agar dioperasi saja. Bleh, padahal secara umum kita paling anti namanya operasi. Kebayanglah sakit dan biayanya kan. Tapi apa boleh buat, akhirnya saya pilih operasi karena konon hernia dapat mempengaruhi kejantanan (secara tidak langsung), karena saat saya berhubungan (dengan istri), daerah situ terasa sakit, karena hernia yang menonjol.

Lagipula kalau sudah parah, hernia dapat menyebabkan pembusukan usus yang kejepit, dan kalo sudah gitu, selain biayanya membengkak, sakitnya luar biasa. Jadi saran saya, kalo emang sudah positif hernia, segera dioperasi!

Pra Operasi

Hari Senin (2 November 2015), saya kembali ke Dokter Dono untuk membuat jadwal operasi. Disitu saya juga mengunjungi CRM (customer relationship manager) untuk mendapatkan informasi biaya operasi dan kamar, serta untuk memeriksa apakah asuransi saya meng-cover biaya-biaya tersebut. Setelah itu diputuskan bahwa Jumat pukul 15.00 saya bakal dioperasi. Oleh suster diberitahu bahwa saya harus sudah puasa sejak pukul 9.00 pagi, tidak boleh makan minum apapun. Apapun! Termasuk air putih, teh manis, obat-obatan, dsb.

Hari Rabu (4 November 2015) saya diwajibkan untuk melakukan tes lab pra operasi, biayarnya sendiri lumayan, mencapai Rp500,000-an. Tapi karena saya memakai asuransi, maka biaya ini akan dikembalikan ke rekening saya (reimburse), yang penting kuitansinya disimpan. Setelah keluar hasilnya lumayan positif, dan operasi bisa dilanjutkan.

Tarif Kamar & Biaya Operasi

Hari Jumat (6 November 2015), pukul 9.30 saya tiba di ruang suster bedah, saya disuruh ngisi beberapa formulir, lalu diminta mendaftar kamar di CRM. Diketahui bahwa biaya operasi untuk kelas 2 berkisar 9-10 juta. Untuk kelas 3 8-9 juta, dan kelas 1 10-11 juta. Jadi saya putuskan ambil kelas 2 karena biaya operasi yang ditanggung Prudential adalah 9,85 juta.

Karena asuransi saya hanya menanggung biaya kamar Rp350 ribu, maka saya putuskan mengambil kamar kelas 2B yang Rp380.000, toh hanya semalam saya disana. Jadi saya cukup membayar selisih harga kamar Rp30.000/malam.

Sebenarnya kalau saya mau, saya bisa menambah uang untuk mengambil kelas utama dengan tarif sekitar 600-ribuan per malam. Hanya saja, beda kelas kamar, beda pula biaya operasinya.

BTW, sistem kamar di RSI itu mirip hotel, jadi check in & check out adalah pukul 14.00. Nah karena saya masuknya pukul 12.00, maka saya dianggap ambil 2 malam!

BTW2, di RSI ternyata tidak ada kamar kelas 1 untuk pasien umum & asuransi. Kamar kelas 1 khusus pasien BPJS. Sementara untuk pasien umum & asuransi adanya kamar utama yang tarif & fasilitasnya sama dengan kelas 1.

Administrasi Asuransi

Di sana dijelaskan bahwa asuransi baru di-acc setelah dokter mengisi formulir 'tindakan operasi yang diambil'. Tapi karena kesibukannya, Dokter Dono belum sempat mengisi formulir tersebut sampai pukul 14.00!

Sampai-sampai suster RSI menyodorkan formulir yang berisi "Jika tidak disetujui asuransi, maka pasien bersedia membayar seluruh biaya operasi". Tapi untungnya agen asuransi di TKP mengatakan "secara administrasi, semua syarat sudah terpenuhi, hanya butuh formulir dari dokter saja, jadi kalau mau operasi, lanjut saja".

Akhirnya jam 14.30-an, dokter Dono menyerahkan formulir operasi ke asuransi, dan operasipun dapat dimulai tepat waktu!

*) biar tidak serem, saya taruh gambar pantai saja ah...


Posted By: admin
Posted On: Nov-08-2015 @ 10:00pm
Last Updated: Nov-08-2015 @ 11:14pm

There is no comment

More Comments/Post Your Own