Pengalaman Operasi Hernia dengan Asuransi Prudential Babak 2

Pengalaman Operasi Hernia dengan Asuransi Prudential Babak 2

Setelah dipastikan bahwa operasi berjalan tepat waktu pukul 15.00, suster pun datang membawa kostum operasi. Semua baju saya harus dilepas, termasuk celana dalam; dan tentunya tidak boleh membawa apapun. Setelah itu saya ditaruh di ranjang kamar, lalu didorong ke ruang operasi.

Ini sih mending, saat istri saya operasi batu ginjal, bahkan kostum operasinya dilepas di ruang bedah. Jadi benar-benar full frontal nudity!

Sebelum memasuki ruang operasi, saya dimasukan ke semacam akuarium, yang katanya untuk sterilisasi dengan menggunakan udara yang benar-benar dingin. Untuk yang menderita asma atau alergi dingin harus memberitahu ke perawat yang bertugas.

Setelah itu saya dibawa ke ruang operasi, kemudian dipasang infus, pengukur detak jantung dan pengukur tensi darah. Dan masuklah ke babak yang agak menyeramkan, bius! Bius yang dipilih dokter adalah bius lokal. Bagi yang belum tahu, bius lokal itu disuntik melalui tulang belakang. Biarpun konon jarumnya kecil sekali, tapi prosesnya agak lama, dan well lumayan sakit, mungkin proses paling menyakitkan dalam operasi ini.

Baru kemudian saya dipasangi kateter. Untung sudah dibius lokal, sebab biarpun sudah dibius lokal pun masih agak terasa dikit (seperti digigit semut). Dan bulu daerah selangkangan semuanya dicukur habis.

Barulah kita mulai babak utama. Operasi bedah! Aneh juga biarpun setelah dibius, saya masih bisa merasakan dinginnya alkohol, dan bahkan ada sedikit gerakan-gerakan dalam perut, tapi gak terasa sakit sama sekali. Tepatnya seperti ada anak kucing yang main-main diatas perut saya.

Gak terasa operasi berjalan kurang lebih sejam, tapi saya sendiri antara sadar dan tidak, bahkan sempat tertidur, sampai tiba-tiba sang dokter berkata, "operasinya sudah berhasil". Wow.

Dari ruang operasi, saya ditaruh ke ruang pemulihan dulu, disitu saya sempat menggigil, sampai meminta selimut tambahan. Setelah agak tenang, barulah saya dikembalikan ke kamar rawat, dan disana sudah menanti istri tercinta dan nyokap saya.

Selama saya tidur di malam itu, saya gak boleh bergerak sama sekali. Lagipula gimana mau gerak, karena kaki saya masih lumpuh akibat bius. Dan memang tidak disarankan untuk goyang-goyang tubuh.

Hari ke-2

Pagi hari ke-2, saya sudah bisa makan seperti biasa, tidak ada pantangan makanan apapun, bahkan kalau mau KFC pun boleh saja, kata susternya. Terus saya disitu harus belajar duduk, tapi belum bisa berdiri karena masih ada kateter. Untuk melepas kateter, suster mengatakan harus menunggu sampai saya merasa kebelet pipis, karena sisa-sisa obat bius masih ada, jika dilepas langsung, bisa saja saya ngompol disana sini, atau malah gak bisa pipis sama sekali.

Akhirnya siangnya kateter bisa dilepas. Dan yah, lumayan juga sakitnya, tapi gak terlalu sakit, begitu kateternya lepas sakitnya langsung hilang. Prosesnya paling sekitar 10-15 detik, setidaknya gak sesakit bius lokal.

Dokter Dono dijadwalkan untuk bezuk pasien pukul 10.00 pagi, tapi ditunggu sampai pukul 14.00 belum juga tiba, katanya hari itu dia banyak jadwal bedah. Mungkin dia dokter yang cukup bagus, makanya sibuk banget.

Jam 14.30 akhirnya Dokter Dono datang, melihat hasil operasi, mengatakan, "TOP, sip banget". Gak tau gimana cara lihatnya, mungkin lihat kain perbannya gak berdarah. Dan saya diijinkan pulang.

Pembayaran

Nah proses pembayaran saya serahkan ke istri, karena lokasi loketnya agak jauh, lagipula saya bayarnya pake asuransi, pasti ada langkah-langkah klaim asuransi.

Tapi staff di RSI cukup kooperatif, gak lama kemudian keluar tagihan, totalnya hanya Rp60.000 untuk bayar kelebihan harga kamar selama 2x malam.

Kalo saya lihat di kuitansi, biaya operasinya sendiri gak mencapai 9 juta, sekitar 6 jutaan; biaya farmasi 2,5 juta; kamar 700 ribu, total semuanya 9 jutaan.

Jadi kesimpulannya, biaya operasi yang disebutkan RSI sudah mencakup semuanya dari awal sampai akhir. Sementara dalam asuransi dipecah-pecah per komponen. Jadi seharusnya kalaupun saya ambil kelas 1, sebenarnya saya gak usah keluar banyak biaya, hanya membayar selisih kamar. Jadi mungkin kalau lain kali saya ada operasi lagi (amit-amit!) bisa dong menikmati kelas 1. Biarpun seenak apapun kelas 1, tetep weh rumah sakit.

Setelah pembayaran selesai, akhirnya saya boleh pulang dengan membawa oleh-oleh obat dari RSI dan potongan dinding perut saya dari dokter Dono. Bleh. Tar ditanam saja di kebun belakang.

Pasca Operasi

Setelah operasi selesai, saya diperbolehkan pulang dengan kondisi:

  • Tidak boleh kerja berat minimal 2-3 minggu.
  • Olah raga ringan seperti jogging butuh waktu setidaknya 2-3 bulan.
  • Angkat-angkat beban seperti fitness baru dapat dilakukan 1-2 tahun setelah operasi.
  • Dilarang jongkok, naik motor, aktifitas dewasa selama 1 minggu.
  • Dan wajib menurunkan berat badan setelah sembuh total!
  • Jangan lupa selama perban belum dibuka, tidak boleh kena air. Untuk itu kalau mau mandi harus dililit plastik wrap ditambah handuk, dan mandi dengan posisi yoga (gimana caranya lah asal perban gak kena air).

Moga gak sakit lagi… Cukup sekali lah.

Demikianlah akhir dari curhat-an saya soal operasi hernia. Masih ada untungnya, karena biayanya hampir semuanya ditanggung asuransi, dan prosesnya pun tidak berbelit. Terima kasih pada semua pihak yang terlibat, termasuk istri tercinta, dokter bedah, pihak rumah sakit dan tentu saja asuransi Prudential (uh, saya bukan agen Prudential).


Gallery

image
Posted By: admin
Posted On: Nov-08-2015 @ 11:05pm
Last Updated: Nov-08-2015 @ 11:12pm

There is one comment

Pasca operasi
Hallo serously. Saya abis operasi dan lagi menjalani perawatan sehabis operasi (abses/fistula) saya ingin tanya. Kalau pas perawatan abis operasi itu yang di cover prudential apa saja?

There are 1 replies on this comment
Yendi93 Jun-26-2017

More Comments/Post Your Own