Pernikahan 4: Tepai, Pemberkatan & Resepsi

Pernikahan 4: Tepai, Pemberkatan & Resepsi

Nah berikut adalah prosesi yang dilakukan pada hari H. Blog kali ini, saya cuma membahas secara singkat prosesi-prosesi tersebut. Pada blog berikutnya, saya bakal membahas secara lebih mendetail mengenai persiapan prosesi hari H, mulai dari perencanaan sampai biayanya, so…stay tuned!

Tepai

Biasa juga disebut jualan teh, atau teh termahal di dunia.

Rasanya prosesi tepai sudah bukan hal yang aneh dipernikahan orang Tiong Hoa. Disini mempelai akan memberikan cangkir teh pada orang-orang yang lebih tua; yang kemudian akan dibalas dengan angpao atau perhiasan.

Secara tradisional prosesi dilakukan sebelum hari H, tapi sekarang umumnya tepai dilakukan pada hari H. Jika dilakukan di hari H, dapat dilakukan sebelum prosesi pemberkatan, atau setelahnya.

Kalo saya sendiri, tepai dilakukan sebelum pemberkatan.

Untuk prosesi tepai keluarga pengantin wanita:

  1. Orang tua duduk.
  2. Pengantin beri hormat.
  3. Petugas/EO membawa baki, diserahkan ke wanita.
  4. Pengantin pria mengambil cangkir, diberikan pada ortu wanita.
  5. Orang tua meminum teh, cangkir diberikan ke pria.
  6. Ortu jika berikan angpao, taruh dibaki. Kalau berikan perhiasan langsung dipasangkan.
  7. Ortu kembali duduk. Pengantin beri hormat.
  8. Ganti orang tua berikutnya.
  9. Angpao ditaruh di baki jangan dipindahkan.
  10. Untuk keluarga pria, sama saja, hanya yang pegang baki adalah pria, yang memberikan cangkir wanita.
  11. Sekedar tips, agar tidak repot, lebih baik teh yang disediakan adalah teh kemasan plastik yang low-sugar. Sehingga tidak repot menyeduh tehnya.

tepai

Pemberkatan

Pemberkatan (dalam agama Kristen seperti saya) dilakukan oleh pendeta di gedung gereja, atau jika memang tidak memungkinkan bisa juga dilakukan di gedung lain. Perlu diperhatikan, umumnya gereja tidak bisa memberkati pasangan pada hari Minggu, karena adanya kebaktian pada hari itu. Sehingga jika kamu ingin menikah pas hari Minggu ada beberapa alternatif yang bisa diambil:

  1. Pemberkatan terpisah, misalnya hari Sabtu. Kakak saya mengambil cara ini, jadi dia diberkati seminggu sebelum resepsi pada hari Sabtu. Resepsinya sendiri seminggu kemudian di hari Minggu.
  2. Pemberkatan di gedung lain. Ini cara yang saya ambil. Saya menyewa sebuah meeting room di sebuah hotel. Kemudian dilanjutkan dengan acara resepsi di restoran terpisah.

Resepsi

Sebuah pernikahan tentu tidak lengkap tanpa resepsi. Resepsi dapat dipandang sebagai proses ‘pengumuman bahwa kami sudah resmi menikah, jadi jangan heran kalau kami akan hidup bersama, dan mantan pacarku hamil!’.

Tapi jika karena satu hal kamu gak bisa mengadakan resepsi, kamu dapat menggantinya dengan:

  • Kawin tamasya, biasanya berupa acara syukuran sederhana, dan dilanjutkan dengan plesir atau honeymoon, atau
  • Pengumuman di surat kabar. Kadang kita bisa menemukan adanya iklan bertuliskan, “Telah menikah A & B. Pemberkatan telah dilakukan di XYZ pada tanggal 8-8-88”.

Setelah resepsi, biasanya calon pengantin baru merasa super sangat resmi & sah sebagai suami istri.. Biasanya dilanjutkan dengan acara honeymoon alias bulan madu. Untuk honeymoon ini, saya gak bakal bahas, soalnya itu terserah pasangan.

Oh ya, setelah selesai resepsi, disebagian budaya, pasangan baru tidak boleh langsung pulang ke rumah, biasanya menginap dulu di hotel. Setelah itu 2-3 hari baru boleh pulang, kemudian berkunjung ke rumah saudara dekat, baru kemudian bulan madu. Tapi sekali lagi ini tergantung kebiasaan masing-masing. Kalo saya sendiri, kami menginap di hotel selama 1 malam, kemudian pulang ke rumah kami, dan bulan madu setelah 2 bulan kemudian.


Posted By: admin
Posted On: Oct-04-2015 @ 11:35pm
Last Updated: Nov-04-2015 @ 09:51pm

There is no comment

More Comments/Post Your Own