Pika, pika?

Pika, pika?

Pika, pika! Pikaa..chu! Pikachu, 60%!

Bagi yang mengerti bahasa Pikachu, review amatiran mengenai film "Pokemon: Detective Pikachu" gw sudah cukup dan jelas.

Bagi yang kemampuannya terbatas dan hanya mengerti bahasa manusia, silahkan baca lebih lanjut.

Film ini mengisahkan tentang Tim Goodman (Justice Smith), seorang pemuda kampung yang baru datang ke kota setelah mendapat kabar bahwa ayahnya meninggal dalam sebuah kecelakaan. Ayah Tim ternyata seorang detektif jempolan di kota Ryme.

Kota Ryme sendiri adalah kota yang sangat unik, karena di dalam kota ini Pokemon dan manusia hidup bersama-sama dan bekerja sama, dan Pokemon disini tidak hidup dalam Pokeball. Ini semua berkat inisiatif dari Howard Clifford (Bill Nighy) yang menginginkan sebuah kota yang menghargai Pokemon sepenuhnya.

Setibanya di Kota Ryme, Tim bertemu dengan Lucy Stevens (Kathryn Newton) seorang jurnalis amatiran bersama Pokemonnya, Psyduck. Lucy memiliki kecurigaan atas kecelakaan ayah Tim, tapi tidak memiliki bukti apapun. Di apartemen ayahnya, Tim pun bertemu dengan Pikachu (Ryan Reynold) yang ternyata merupakan partner ayahnya.

Tidak disangka-sangka, ternyata Tim adalah satu-satunya orang di dunia yang bisa mengerti bahasa Pikachu! Akhirnya Tim dan Pikachu bahu membahu mencari kebenaran atas kematian ayahnya.

Pikapi?

Sebenarnya bukan kali ini saja Hollywood berusaha membuat sebuah film berdasarkan video game, animasi atau anime, sebelumnya sudah ada upaya seperti Resident Evil, Dragon Balls, Avatar Aang, Ghost In The Shell, dsb yang semuanya berakhir tragis. Well, mungkin Resident Evil tidak seburuk itu untuk film laga, tapi untuk film dari video game?

Setelah melihat filmnya, gw merasa film ini berhasil mendobrak tradisi itu. Kali ini Hollywood tidak memaksakan mengambil seting di Jepang dengan aktor bule memainkan karakter Jepang. Alih-alih, Legendary Pictures selaku rumah produksi, memutuskan untuk membuat atmosfir sembari mengadopsi karakter Pokemonnya saja.

Tidak heran, dalam film ini tidak ada karakter seperti Ash, Brock, Mew, Team Rocket, dsb. Semua karakter film ini adalah karakter baru, dan mengambil seting di negara antah berantah yang merupakan campuran antara budaya Jepang dan barat.

Pemilihan Ryan Reynolds sebagai pengisi suara Pikachu terasa sangat unik. Karakter yang imut-imut, ternyata memiliki suara berat yang mirip banget dengan Deadpool. Tidak dinyana, ternyata suara nge-bass itu cukup cocok juga buat Pikachu, yang disini digambarkan lebih nakal, nekat, dan maniak kopi.

Fokus film ini memang lebih pada petualangan Pokemon-nya, campur tangan karakter manusia terasa sebagai pembuat plot doang. Jika karakter manusia semua diganti dengan Pokemon, rasanya film ini tetap bisa dibuat. Fokus pada Pokemon terasa pada detail-detail kota Ryme yang dipenuhi Pokemon. Misalnya Aipom yang bergelantungan di tiang listrik kota, atau Fearow yang berseliweran, membuat kota Ryme terasa lebih hidup.

Kelemahan film ini terasa pada cerita dan plotnya. Ceritanya sendiri agak klise dan mudah ditebak. Sementara plotnya sendiri terasa berlompat-lompat seperti Rattata. Banyak kejadian-kejadian yang sekedar dibuat untuk memancing tawa dan tegang tanpa berkelanjutan. Seperti saat Torterra raksasa bangun dari tidurnya, dan… sudah saja tidur lagi. Tadinya gw sempat berharap Torterra-nya masuk kota.

Cerita klise dan plot yang penting seru itu mungkin disengaja mengingat target penonton film ini adalah anak-anak, sementara orang tua-nya cukup bernostalgia dengan karakter-karakter Pokemon favorit mereka. Tidak perlulah cerita yang lebih berat dengan plot yang lebih serius.

Pika…

Secara keseluruhan film ini cukup menghibur dengan karakter CGI Pokemon yang berhasil dibuat 'real' tanpa meninggalkan kesan imut, lelucon yang bertaburan yang membuat penonton tertawa terbahak-bahak, dibalut cerita sederhana dengan plot yang secukupnya.

Rating gw 60%


Posted By: admin
Posted On: May-17-2019 @ 12:05pm
Last Updated: May-17-2019 @ 12:18pm

There is no comment

More Comments/Post Your Own