Pilih Mana, Go-Jek atau Grab?

Pilih Mana, Go-Jek atau Grab?

Sebenarnya itu hanyalah pertanyaan jebakan betmen. Karena jawabannya adalah, "pilih keduanya!". Alasannya mudah, karena keduanya (sampai saat ini) masih gencar melakukan promo bakar uang. Dan promo yang dilakukan ternyata saling melengkapi. Sehingga sangatlah rugi kalau kita bergantung hanya pada satu aplikasi saja.

Kesimpulan itu gw dapat setelah beberapa kali gonta ganti aplikasi untuk melakukan aktifitas yang hampir sama. Misalnya ketika gw mau ke mall, ternyata biaya tumpangan mobil berbeda antar aplikasi. Juga saat gw memesan makanan, ternyata kedua aplikasi itu memiliki promosi yang berbeda. Sehingga sejak itu, gw selalu mencoba membandingkan sebelum melakukan pemesanan.

Nah, biar gak bingung maksud gw apa, gw coba berikan contoh sebagai berikut.

Transportasi

Hampir tiap minggu gw pergi refreshing ke mall (yah, mall lagi, mall lagi). Untuk menuju sebuah mall terdekat rumah gw, gw bandingkan biayanya:

  • Via Grab, dengan OVO + promo: Rp11.000,-
  • Via Go-Jek, dengan GoPay + promo: Rp6.000,-

Jelas untuk keberangkatan, gw memilih Go-Jek.

Sementara saat pulang dari mall, kondisinya berbalik:

  • Via Grab, dengan OVO + promo: Rp4.000,-
  • Via Go-Jek, dengan GoPay + promo: Rp8.000,-

Kenapa bisa begitu? Gw juga gak begitu paham, tapi yang pasti setiap operator memiliki perhitungan sendiri. Bisa saja karena daerah gw termasuk pinggiran yang kurang pengemudi Go-Jek-nya, sehingga perlu diberikan insentif khusus. Tapi yang pasti, dengan gw menggunakan kombinasi Grab & Go-Jek, biaya gw PP rumah-mall, cuma Rp10,000 saja. Lebih murah daripada bayar parkir mobil di mall!

Makanan

Sekarang bagaimana dengan makanan? Untuk saat ini, secara umum Grab Food lebih menguntungkan daripada Go-Food! Setidaknya untuk kota Bandung.

Gak perlu susah-susah membandingkan, terakhir gw pesan menu Grab Food, mereka memberikan diskon sampai dengan 60% (maksimal Rp80.000,-). Sementara Go-Food? Diskon terbesar akhir-akhir ini yang diberikan hanya Rp8.000,- itupun harus memakai Go-Pay.

Tapi, jangan buru-buru menghapus Go-Food. Kelebihan utama Go-Food adalah daftar merchant-nya yang sangat banyak. Rumah makan kecil depan rumah gw aja terdaftar di Go-Food. Sementara Grab lebih menyasar merchant-merchant yang sudah memiliki nama.

Pembayaran

Ini yang saat ini lagi rame, dapat dibilang 'the real war'. Grab Pay vs Go-Pay. Sayangnya, Grab Pay tidak ada di Indonesia, dan diganti oleh Ovo.

Go-Pay secara umum diterima lebih luas oleh merchant. Hampir semua merchant yang menerima OVO, juga menerima Go-Pay. Tapi tidak sebaliknya. Banyak merchant yang hanya menerima Go-Pay secara eksklusif. Bahkan Go-Pay masuk ke Lotte Mart, yang menyediakan kasa khusus Go-Pay; tapi tidak menerima OVO.

Tapi kembali lagi, promo yang disediakan OVO maupun Go-Pay terbatas untuk setiap merchant. Misalnya merchant A memberikan diskon 20%, maksimal Rp15,000,-, dan maksimal per bulan Rp30,000,-. Strategi ini dijalankan oleh keduanya. Sehingga untuk hasil lebih maksimal, sebaiknya menggunakan Go-Pay & OVO secara bergantian.

Seriously…

Inti dari tulisan kali ini adalah, jadilah konsumen yang cerdas, dan jangan sampai terpaku pada satu operator saja. Jika ada yang lebih menguntungkan, mengapa tidak diambil?

Suatu saat promo bakar uang tiap operator pasti selesai, pada saat itulah kita harus lebih bijaksana memilih operator yang lebih menguntungkan. Tapi untuk saat ini, nikmati saja promo setiap operator!


Posted By: admin
Posted On: Jul-11-2019 @ 11:25pm
Last Updated: Jul-11-2019 @ 11:42pm

There is no comment

More Comments/Post Your Own