Playboy Berhenti Bugil?!

Playboy Berhenti Bugil?!

Kabar mengejutkan datang hari ini, 14 Oktober 2015, hari bersejarah dalam sejarah peradaban umat manusia. PLAYBOY BERHENTI MENAMPILKAN FOTO BUGIL! Tepatnya mulai edisi Maret 2016, Playboy tidak akan lagi menampilkan foto wanita polos: playboy.com/articles/no-nudity-announcement (kalo bisa diakses).

Setelah hampir 63 tahun menampilkan foto wanita tanpa baju, kenapa tiba-tiba Playboy (PB) insyaf? Apakah karena Opa Hugh Hefner sudah bosan lihat wanita bugil, atau karena Opa Hefner bertobat dan pengen masuk surga?

Ternyata bukan juga, semua karena masalah bisnis. Pertimbangan pertama mereka adalah karena pornografi sudah sangat amat mudah sekali didapat dari internet, tinggal buka google.com atau bing.com, cari dengan keyword tertentu, BAM! Foto bugil dimana-mana, lengkap dengan film berisi adegan seru!

Sehingga PB tidak saja harus bersaing dengan majalah sejenis seperti Penthouse, tapi juga harus bersaing dengan internet, padahal foto-foto seru di internet bisa didapat dengan gratis, dan tidak perlu malu bertatap muka dengan kasir di supermarket. Bahkan foto-foto seru dari selebriti pun bisa didapat di internet, sesuatu yang tidak mudah diperoleh di PB.

Selain itu semakin kesini konsumsi majalah digital semakin tinggi, sementara toko apps online seperti Google Play atau Apple AppStore tidak mau menerima apps dengan konten dewasa. Tidak heran kalaupun kamu beli majalah PB di (misalnya) zinio.com, kamu gak bakal bisa baca PB di iPad kamu!

Dan terakhir, oplah majalah PB semakin kesini semakin merosot. Puncak kejayaan majalah PB pernah mencapai oplah 5,6 juta kopi per bulan! Sekarang oplah itu menurun hanya 800 ribu kopi! Salah satu penyebabnya, itu tadi, persaingan dan peralihan ke majalah digital.

Menurut editorial majalah PB, disebutkan justru setelah situs playboy.com dikurangi konten dewasanya, situs itu semakin ramai dikunjungi pembaca yang berminat dengan artikelnya yang konon cukup berbobot!

Ya mungkin dari situ akhirnya PB memutuskan sekalian total keluar dari bisnis foto bugil. Sebagai gantinya, konon mereka hanya akan menampilkan foto wanita seksi seperti majalah FHM atau Maxim. Wah, seperti PB Indonesia, dong? Apa nanti PB boleh terbit di Indonesia lagi yah?

Tapi yang manapun, setahu saya, majalah pria FHM USA malah berhenti terbit secara fisik karena masalah yang sama (internet, gratis, dsb). Apa strategi PB menghadapi pers online jaman sekarang? Kayaknya perlu dilihat majalahnya bulan Februari 2016!

Gak Nyambung

On the unrelated news, kabarnya Hotel Hyatt memutuskan untuk menghapus video dewasa dari layanan on demand nya, dengan alasan yang sama dengan PB bahwa konten porno bisa dengan mudah diakses lewat internet sehingga sudah tidak menguntungkan.


Posted By: admin
Posted On: Oct-14-2015 @ 04:20pm
Last Updated: Oct-28-2015 @ 01:37am

There is no comment

More Comments/Post Your Own