'Puskesmas' Terbesar di Indonesia

'Puskesmas' Terbesar di Indonesia

Kalau di Jakarta ada puskesmas terbesar dan terlengkap di Indonesia, maka di Bandung sebenernya ada 'puskesmas' yang lebih besar dan mewah lagi!

Konon di daerah K, di Kota Bandung, ada sebuah Rumah Sakit bernama $ (semua nama gw samarkan biar gak dituntut seperti kasus Acho atau Prita). Rumah Sakit itu konon sudah bertaraf internasional, terdiri dari delapan lantai, dengan pelayanan super lengkap, peralatan modern dan staff super ramah dan trampil. Tapi semua itu cuma promosi.

Ceritanya di mulai dari awal Agustus 2017 kemarin. Nyokap gw tiba-tiba gak bisa bangun dari ranjang. Akhirnya diputuskan untuk dibawa ke dokter, dari dokter disuruh dibawa ke rumah sakit. Karena rumah sakit yang cukup dekat dari rumah (dan konon modern bin canggih) adalah RS $, maka gw bawa kesana.

Setiba di sana, gw langsung bawa ke bagian IGD. Sebenernya gw udah ngerasa ada yang gak beres dengan manajemennya. Begitu turun dari mobil, tidak ada satupun yang menyambut pasien. Gw harus masuk ke dalam IGD meminta bantuan untuk membopong nyokap. Saat membopong nyokap pun mereka hanya menonton, setelah gw minta bantuan baru mereka turun tangan.

Di dalam, nyokap gw gak diapa-apain. Cuma ditanya "sudah daftar belum?" Gw yang belum pernah ke IGD, jelas bingung, kenapa gak ada tindakan apapun malah diminta daftar. Ya udah gw daftar, isi formulir panjang dengan tangan bergetar karena kuatir. Setelah itu baru nyokap gw dipindah ke dalam gedung. Betul! Dari tadi nyokap cuma ditaruh di lobi IGD!

Setelah didalam, diputuskan nyokap harus rawat inap. Gw pun mendaftar rawat inap dengan kartu BPJS kelas 1 nyokap. Tunggu punya tunggu, TIGA jam kemudian, baru nyokap gw bisa masuk kamar. Tadinya gw pikir, rumah sakit ini banyak pasien sampai harus antri masuk kamar.

Ternyata kamar yang dipakai nyokap gw, yang memiliki empat ranjang, gak ada orangnya! Cuma ada nyokap gw. Bahkan kamar di sebelah kamar nyokap gw pun pada kosong. WTF? Jadi kenapa harus menunggu sampai tiga jam untuk memasuki kamar yang serba kosong itu?!

Tapi itu baru awalnya. Karena nyokap gw masuknya hari Jumat sore, maka TIDAK ADA SATU PUN DOKTER yang melakukan tindakan atau diagnosa apapun. Nyokap cuma dikasih infus, dan obat penenang serta vitamin. That's all!

Tapi gw masih positive thinking, mungkin besok Sabtu ada dokter. Ternyata hari Sabtu pun, dokter visit baru nongol jam 2 siang! Itu pun tidak berkomentar apapun. Gw sampai bertanya, "jadi sakit apa dok?" Jawabannya gak jelas. Terus ditanya lagi, "apa perlu menghubungi dokter syaraf?". Dijawab, "boleh saja, nanti Senin siang yah". Waaaa… nunggu Senin?

Akhirnya daripada emosi, hari Minggu pagi pun, nyokap dipindah paksa oleh keluarga ke RS Borromeus. Ternyata sebelum keluar, kami diharuskan membayar Rp2 juta. Alasannya karena kami keluar paksa, gak mengikuti prosedur BPJS. Padahal kalau tidak memakai BPJS, tarif kamar hanya Rp490.000, dikali 2 malam cuma Rp980.000, plus obat-obat umum dan infus paling 1 jutaan.

Daripada ribut, akhirnya kami pun membayar, anggap saja buang sial biar nyokap cepet sembuh. Apalagi di lobi, mungkin RS $ ini satu-satunya rumah sakit yang memasang spanduk besar, "KAMI BERHAK MENGUSIR ANDA, JIKA ANDA BERBUAT KERIBUTAN". Uh… tulisannya sih gak tepat seperti itu, tapi intinya seperti itu. Mungkin saking banyaknya kasus keluarga pasien emosi, maka mereka menaruh spanduk itu.

Setelah dibawa ke RS Borromeus (RSB), ternyata nyokap didiagnosa menderita pecahnya pembuluh darah di otak, dan harus cepat di operasi karena taruhannya nyawa! Biarpun hari itu hari Minggu, tapi RSB dengan sigap menghubungi Dr Pieter untuk melakukan operasi. Operasi pun berjalan lancar, dan nyokap bisa kembali cerewet.

Seriously…

So, WTH wrong with RS $? Setelah gw cerita-cerita, ternyata tidak sedikit yang memiliki pengalaman buruk dengan RS $ itu. Ada temen gw yang kliennya meninggal akibat serangan jantung  karena RS $ ternyata tidak memiliki ruang operasi! Kemudian gw baru tahu bahwa RS itu tidak punya fasilitas, semua tindakan harus dilakukan di rumah sakit lain. Padahal bangunannya mewah, berlantai enam (atau delapan yah), lantai marmer, ruangan kamar seperti hotel, WC dengan sensor gerak, dsb, dll. Pokoknya dari segi fisik top banget.

Kesimpulan gw, RS $ itu lebih tepatnya disebut 'puskesmas' mewah. Tapi puskesmas pun setau gw ada dokter tetapnya. Jadi apa sebenernya RS $ itu? Masih menjadi misteri! Apakah gedung kosong dengan ranjang?

Yang pasti, kalau kamu suatu saat sakit, mending cari rumah sakit lain, dan hindari RS $ itu.

Sori, gw gak berani cantumin nama rumah sakitnya ataupun mengkonfirmasinya, yang pasti rumah sakit ini cukup terkenal di Bandung, modern dan mewah. Tapi isinya kosong.

*) PS: gambar hanya ilustrasi, bukan bangunan sesungguhnya!


Posted By: admin
Posted On: Aug-19-2017 @ 10:30pm
Last Updated: Aug-19-2017 @ 10:55pm

There is no comment

More Comments/Post Your Own