Really Late Review of Realme 3 Pro dan Renungan, "Perlukah HP Flagship?"

Really Late Review of Realme 3 Pro dan Renungan, "Perlukah HP Flagship?"

Ok, ok. Realme 3 Pro... hp super jadul keluaran April 2019, ngapain dibahas? Tapi, bersabarlah, karena gw baru beli HP ini bulan kemarin seharga 2,8 juta, dan membuat gw berpikir, apakah kita masih perlu HP flagship dengan harga belasan juta?

Realme 3 Pro (RM3P) yang gw beli memiliki spek lumayan dengan RAM 6 GB, storage 64 GB, layar jumbo 6.3" tanpa poni (waterdrop), dual lens camera, dst, dsb, dll. Hampir semua review sepakat menyatakan bahwa ini adalah HP hebat dengan harga terjangkau. Tidak sehebat atau secanggih iPhone X atau Samsung Galaxy 10 tapi lebih dari cukup untuk kebutuhan sehari-hari. Dan gw mengakui hal itu.

Setidaknya kalau gw membandingkan dengan hp lama gw: Xiaomi Mi 5, yang dulunya disebut HP flagship-nya Xioami dengan prosesor Qualcomm seri 8-nya. Tapi seiring waktu, bahkan Xiaomi Mi 5 itu tidak bisa membuka aplikasi Grab dan Gojek secara lancar, bahkan kalah lancar dibandingkan Redmi 6 Pro.

Tidak lama setelah memiliki hp itu, teman gw datang menawarkan HP-nya, Samsung Galaxy S9. Dengan fitur-fitur super keren banget seperti layar AMOLED melengkungnya, NFC, kamera lebih tajam, dsb. Tentu saja karena secara spek saja, S9 jauh diatas RM3P.

Tapi gw tidak merasa kelebihan-kelebihan S9 merupakan suatu deal breaker (setidaknya bagi gw). NFC? AMOLED? Kamera lebih tajam? Tentu saja memiliki fitur-fitur itu menyenangkan, tapi apakah sebanding dengan perbedaan harganya yang mencapai 3x RM3P gw?

Hal-hal ini yang pada akhirnya membuat gw berpikir, apakah hp flagship masih relevan saat ini? Mengingat hp-hp terjangkau memiliki fitur-fitur yang dulu hanya ada di flagship, seperti fingerprint, face scanner, dual lens, dan sebagainya.

Tidak (Tidak) Sepadan?

Kalau kita bicara dari sisi fitur saja, jelas HP flag ship terkesan seperti barang mewah yang dipamerkan tanpa fitur yang signifikan. Tidak sedikit HP kelas menengah yang sudah memiliki fitur-fitur kelas atas seperti AMOLED, NFC, in-display finger scanner, popup camera, 90 Hz screen, dsb.

Tapi kita perlu menyadari bahwa fitur-fitur tersebut berasal dari HP-HP kelas atas yang kemudian, seiring dengan waktu, diadopsi oleh HP kelas menengah. Mungkin sebentar lagi muncul HP menengah dengan layar melengkung ala Galaxy S10 (ngarep).

Tentunya fitur-fitur tersebut ada karena vendor melakukan riset, yang sebagian duitnya dibayar oleh HP-HP flagship tersebut. Setelah skala ekonomisnya tercapai, maka fitur-fitur itu bisa diadopsi oleh HP kelas menengah. Well, ini mungkin berarti pengguna HP menengah seperti gw patut berterima kasih pada pembeli HP flagship.

Selain itu, HP flagship juga biasanya memiliki beberapa fitur yang sulit diadopsi ke HP menengah sampai kapanpun, contohnya material seperti gelas, keramik, alumunium bahkan stainless; rasanya sulit membayangkan HP tiga jutaan dilapis oleh stainless steel yang mahal itu.

Seriously...

Inti dari blog kali ini, gw bukan mendorong kamu untuk membeli HP menengah dan mencibir pembeli HP flagship. Melainkan, belilah sesuai kebutuhan. Jika HP menengah sudah mencukupi kebutuhan kamu, tidak perlu memaksakan diri membeli HP flagship.

Tapi kalau memang ada fitur HP flagship yang kamu butuhkan tidak ada di HP menengah, maka HP flagship bisa menjadi pilihan. Lagipula hitung-hitung kamu membantu agar HP menengah bisa semakin bagus.


Posted By: admin
Posted On: Nov-03-2019 @ 11:15pm
Last Updated: Nov-03-2019 @ 11:29pm

There is no comment

More Comments/Post Your Own