Review Awal iFlix Indonesia

Review Awal iFlix Indonesia

Kemarin ini, tepatnya 15 Juni 2016, iFlix akhirnya resmi muncul di Indonesia dengan menggandeng PT Telkom. Apa iFlix itu? iFlix itu layanan nonton film online, bisa dibilang "NetFlix"-nya Indonesia (sebenernya sih Malaysia). Jadi lewat iFlix kita bisa nonton film-film melalui jaringan internet, dan pada saat peluncurannya, iFlix mengklaim sudah memiliki konten sebanyak 24,000 jam. Kita bisa menikmati nonton iFlix dengan cuma membayar Rp39.000 per bulan. Murah banget kan?

Catatan: dalam blog ini, saya menggunakan istilah 'konten' atau 'judul' yang mengacu pada judul serial TV & film.

Gratis 12 Bulan!

Nah, gak lama setelah peluncuran iFlix, saya dapat email bahwa sebagai pelanggan yang melakukan pre-order iFlix, saya mendapatkan bonus dua bulan gratis nonton, jadi total tiga bulan gratis nonton iFlix. Begitu saya masuk ke situsnya, ternyata saya dideteksi sebagai pelanggan Telkom Indihome, berhak mendapatkan langganan gratis selama 12 bulan! Woa. Lumayan banget!

Langsung dengan semangat 45, saya mencoba nonton iFlix. Tapi heran entah kenapa, iFlix tidak berfungsi di Microsoft Edge & Mozilla Firefox, biarpun saya dah pasang MS SilverLight sesuai permintaan iFlix. iFlix hanya berfungsi di Google Chrome.

Mencoba iFlix di Chrome ternyata cukup lancar, gak banyak masalah, dan cukup responsif, dengan tampilan yang sederhana.

Karena saya pelanggan Indihome, saya bahkan gak perlu login & registrasi, langsung klik judul yang diinginkan.

Koleksi iFlix

Legendaddy

Begitu masuk iFlix, saya coba lihat-lihat koleksi filmnya (non TV series), dan jujur agak mengecewakan. Koleksi filmnya bersaing dengan NetFlix dalam artian sama-sama tua, seperti Teen Wolf, Space Balls, Austin Powers 1. Lupakan nonton film-film agak baru seperti Transformers, Spiderman, dsb.

Selain tua, koleksi filmnya juga amat sangat terbatas sekali. Misalnya genre Sci Fi hanya terdapat 21 judul! Film horror hanya 67 judul!

Sementara untuk koleksi serial TV-nya, secara judul hampir sama miskinnya dengan film-nya. Tapi mengingat satu judul bisa terdiri atas beberapa season, dan tiap season terdiri atas beberapa episode, setidaknya secara total koleksi serial TV-nya bisa mencapai ribuan episode.

Untuk judul-judulnya, campur antara serial klasik dengan yang modern, seperti Blackadder (Rowan Atkinson, sebelum jadi Mr Bean), sampai yang paling baru seperti The Big Bang Theory (Season 9), How I Met Your Mother (complete),  Flash (Season 2), Arrow (Season 4), dsb. Cukup up to date.

Tapi saya gak bisa menemukan judul populer lainnya seperti The Walking Dead, Criminal Minds ataupun Game of Thrones. Sementara ada juga judul yang tidak lengkap, seperti Supernatural hanya ada sampai season 4 (dari 10 season).

Selain judul barat, di iFlix juga tersedia judul Indonesia, Anime, Korea & Mandarin. Hanya saja itu tadi, judulnya minim banget.

Kualitas Film

Subtitle Indonesia

Secara umum saya rasa kualitas konten hanya kualitas 480p, alias SD, tidak ada kualitas HD 720p apalagi 1080p. Well, 4K is worthless anyway. Dan saya yakin bukan karena masalah koneksi, karena saya memakai IndiHome 20 mbps yang bisa memutar film 4K dari Youtube dengan cukup lancar. Tapi untungnya semua konten ditayangkan dalam format widescreen, bukan 4:3.

Sebagian konten sudah memiliki subtitle Indonesia, terutama konten baru. Tapi untuk konten lama umumnya tidak ada subtitle, ataupun hanya subtitle Inggris atau Thailand.

Bicara soal sensor, kualitasnya sama dengan TV cable, artinya tidak terlalu sadis seperti TV lokal. Tampilan seperti rokok, pistol, baju dengan potongan rendah, kekerasan dan bahasa agak kasar tidak disensor. Bagi yang kuatir dengan acara seperti itu, iFlix menyediakan Parental Control agar anak-anak tidak bisa menonton konten dengan rating dewasa. Mengingat iFlix berasal dari Malaysia, dengan budaya yang hampir sama dengan Indonesia, saya ragu bakal ada konten dewasa atau porno.

App

Selain menonton lewat PC, iFlix juga menyediakan app untuk Android maupun iOS. Setelah saya coba yang Android, secara umum app-nya berfungsi baik biarpun agak lambat dan suka crash, dengan tampilan yang mirip dengan versi web.

Yang unik, ada beberapa konten yang gak bisa diputar lewat web, tapi bekerja dengan baik di app-nya, seperti The Big Bang Theory, setiap diputar di web selalu muncul pesan gagal, tapi berfungsi baik di app-nya.

Selain itu, untuk versi app, kita bisa mendownload filmnya ke perangkat, dan dapat diputar tanpa koneksi internet. Untuk versi web tidak ada fasilitas tersebut.

Biaya

Untuk saat ini biaya langganan iFlix adalah Rp39.000 per bulan. Jika dibayar per tahun dapat diskon 20%, menjadi Rp375.000. Cara pembayaran yang diterima baru kartu kredit. Kayaknya entar bisa bayar dengan pulsa Indihome.

Dengan biaya segitu, iFlix bisa dinikmati dengan lima perangkat sekaligus. Dari percobaan saya, karena kualitas kontennya masih SD, maka dengan koneksi 10 mbps pun, saya bisa memutar di lima alat sekaligus tanpa masalah.

Bagi pelanggan Indihome dengan koneksi dibawah 10mbps, dapat gratis iFlix selama 6 bulan, sementara pelanggan dengan koneksi diatas 10mbps, dapat gratis selama 12 bulan!

Seriously…

iFlix adalah layanan streaming versi ekonomis pesaing NetFlix yang langsung diblokir oleh jaringan Telkom dengan alasan tidak memiliki ijin dsb. Sebenernya ini agak mengherankan, karena Telkom sama sekali tidak keberatan dengan YouTube, bahkan Telkom tidak menghitung trafik YouTube dalam FUP-nya Telkom!

Selain iFlix, sebenernya di Indonesia sudah ada layanan streaming sejenis seperti Hooq & genflix, tapi untuk koleksi dan harga, masih lebih unggul iFlix. Namun jika dibandingkan dengan NetFlix, iFlix masih jauh tertinggal.

Tapi kelemahan iFlix ditutupi dengan harganya yang sangat terjangkau (bahkan gratis bagi pengguna Indihome), dan iFlix dapat digunakan pada 5 perangkat sekaligus!

Secara keseluruhan, biaya Rp39,000 per bulan sebenarnya murah banget dibandingin layanan pesaing; tapi untuk saat ini terasa agak mahal karena masalah minimnya konten, kualitas masih SD, ada konten yang hanya berjalan di app, dan hanya berfungsi di Google Chrome. Semoga seiring berjalannya waktu, koleksi iFlix bisa bertambah terus sehingga dapat bersaing dengan NetFlix.

Jika kamu pelanggan IndiHome, saya rasa iFlix sangat worthed untuk dicoba karena gratis. Saya gak tau sampai kapan promo ini berlangsung, namun rasanya gak ada salahnya langsung dicoba dari sekarang.

Sedangkan kalau kamu bukan pelanggan IndiHome, kamu bisa melakukan uji coba gratis selama sebulan tanpa kartu kredit. Setelah itu baru diputuskan apakah lanjut atau tidak.


Posted By: admin
Posted On: Jun-20-2016 @ 11:40am
Last Updated: May-12-2018 @ 10:05pm

Related Pages

Review Awal: Catchplay
Review Awal: Catchplay
Review Hooq dan Komparasi dengan iFlix & CatchPlay
Review Hooq dan Komparasi dengan iFlix & CatchPlay

There is no comment

More Comments/Post Your Own