Print This Page

Seriously

Sehari Tanpa Uang Tunai

Tweet
Sehari Tanpa Uang Tunai

Minggu kemarin menjadi sehari tanpa uang tunai ('cashless day') pertama gw. Tanpa direncanakan seh. Setelah seharian beraktifitas, baru disadari, bahwa hari itu gw sama sekali tidak mengeluarkan uang tunai, baik lembaran maupun koin. Semua pembayaran dilakukan menggunakan uang digital, entah kartu kredit, kartu debit, e-cash, digital wallet, dan entah apalagi namanya.

Petualangan ini dimulai dari pagi hari. Gw membeli beberapa barang dari marketplace Tokopedia. Untuk pembayarannya gw memilih kartu kredit dengan cicilan 0%. Dilanjutkan, siangnya gw membeli makanan ayam goreng Fatmawati menggunakan GoFood. Pembayarannya sendiri gw pakai GoPay.

Sorenya, gw dan istri pergi ke sebuah mall dengan menggunakan GrabCar, pembayarannya menggunakan Grab Pay. Setibanya di mall, kami berjalan-jalan sejenak, sebelum akhirnya memutuskan untuk menyelundupkan snack ke dalam bioskop. Ya maklum lah, karena harga makanan di bioskop astagaaaa mahalnya. Pop corn saja dijual Rp25.000; padahal modalnya paling Rp2.500.

Gw memilih untuk membeli burger favorit di JustUs. Ternyata disana mereka menerima pembayaran dengan OVO Cash. Sementara sang istri memilih minuman Fruity, yang juga menerima OVO Cash.

Sembari menunggu bioskop, kami melihat-lihat Gramedia. Kami membeli beberapa buku dan alat tulis. Kartu Flazz pun menjadi pilihan untuk melakukan pembayaran. Biarpun sejujurnya beli lewat online jauh lebih murah.

Gak lama, kami pun bergegas menuju bioskop untuk menonton film super Marvel: Infinity Wars, yang tiketnya sudah dibeli seminggu sebelumnya dengan menggunakan online ticketing XXI, m-Tix. Pembayaran dilakukan dengan memotong saldo m-Tix.

Menutup hari, kami pun memilih untuk makan malam di Pizza Hut. Untuk pembayarannya, gw menggunakan kartu debit.

Untuk perjalanan menuju rumah, kami kembali memesan GrabCar, karena ada diskon 40%.

What's The Point?

Akhir-akhir ini trend uang digital memang sedang naik daun. Fungsi uang tunai sebagai tanda pembayaran pun semakin tersisihkan. Biarpun hari itu gw gak merencanakan untuk 'cashless day', ternyata hal itu bisa terwujud tanpa kendala berarti.

Tapi sejujurnya, kalau dilihat dari tingkat tantangannya, pengalaman gw hari itu dapat dibilang tantangannya rendah. Karena banyaknya transaksi yang terjadi di sebuah mall di pusat kota Bandung dengan jaringan IT yang sangat memadai. Tentunya hampir semua tenant di mall memiliki beberapa metoda pembayaran modern, seperti debit, kartu kredit, OVO, dsb.

Sedangkan di luar mall apalagi di pinggiran, kondisinya tentu saja berbeda. Tidak perlu jauh-jauh, besok paginya, saat gw ingin sarapan, gw harus menggunakan uang tunai untuk membeli sebungkus kupat tahu. Tentu saja, karena abang tukang tahu langganan gw hanya menerima uang tunai.

Saat ini, Indonesia masih jauh untuk mewujudkan cashless society, berbeda banget dengan beberapa negara lain seperti China atau Swedia yang sudah jauh di depan. Tapi beberapa perusahaan sudah berusaha mendorong ke arah itu. Dalam blog berikutnya gw pengen ngebahas beberapa hal mengenai uang digital di Indonesia.

So, apakah kamu juga pernah mengalami 'cashless day'?


Posted By: admin
Posted On: May-05-2018 @ 02:45pm
Last Updated: May-05-2018 @ 03:03pm

There is no comment

More Comments/Post Your Own


Powered by qEngine
Generated in 0,009 second | 15 queries