Spiderman Homecoming: Home Cupu

Spiderman Homecoming: Home Cupu

Dunia perfilman, terutama penggemar film Spiderman, pernah dikejutkan dengan kabar bahwa tidak akan ada "Amazing Spiderman 3", bahkan Andrew Garfield gak akan kembali berperan sebagai Spiderman. Bahwa film Spiderman akan kembali di-reboot untuk ketiga kalinya dalam 12 tahun (Spiderman Tobey 2002 sampai Spiderman Andrew 2014). Dan lebih heboh lagi, bahwa Spiderman akan kembali ke pangkuan Marvel Studios. Well, kabar terakhir tidak terlalu benar, tapi sisanya memang benar.

Spiderman Homecoming (SH) dimulai dengan ending film Avengers 1. Setelah pertempuran habis-habisan di New York, ada banyak sekali sisa-sisa pesawat alien yang bertebaran yang dikumpulkan pemulung. Salah satu pemulung yang beruntung adalah Adrian Toomes (Michael Keaton) yang kemudian memanfaatkan teknologi alien untuk membuat senjata dan menjualnya secara ilegal, dengan menggunakan nama Vulture.

Kemudian kita beralih ke kejadian di Captain America 3: Civil War (CW), alias Avengers 2.5. Tentu saja penggemar Marvel masih inget bahwa CW adalah kemunculan Spiderman pertama setelah 'bergabung' dengan Marvel, dimana Spiderman (Tom Holland) direkrut oleh Iron Man untuk menghadapi geng Captain America.

Setelah pertarungan tersebut, Peter Parker sangat amat berharap dapat bergabung dengan Avengers. Tapi ternyata Tony Stark (Iron Man sering banget muncul di film ini, mungkin biar penonton inget ini film Marvel Studios) memiliki rencana lain. Dia ingin agar Peter terus berlatih sebagai super hero dengan menghadapi musuh-musuh kelas teri sambil meneruskan pendidikannya di kelas 2 SMA. Yes, Peter disini dikisahkan berusia 15 tahun.

Tentu saja Peter tidak puas dengan keputusan Tony Stark (Robert Downey Jr), sampai dia secara tidak sengaja menemukan transaksi penjualan senjata alien. Peter pun memutuskan untuk mengusut siapa produsen senjata alien itu tanpa sepengetahuan Tony.

Pada sisi lain, sebagai remaja ABG yang sedang mengalami pubertas (entah berapa kali film ini menekankan hal itu), Peter mengalami masalah-masalah sebagai remaja, seperti sekolah, ekstra kulikuler, hukuman, dan bully-ing, serta pesta kelulusan. Tidak ketinggalan masalah ngecengin gebetannya, Liz (Laura Harrier) yang lebih tua dari Peter.

Home Cupu?

Gw rasa kalau Spiderman ini dibuat di Indonesia judulnya mungkin, "Spiderman Cupu". Karena sebagai seorang superhero amatir, Spiderman banyak sekali melakukan kesalahan, seperti salah menangkap orang, saat menggertak malah digertak balik, ketahuan saat mengintai, dan sebagainya.

Belum lagi masalah-masalah khas ABG yang harus dihadapi seorang Peter Parker, seperti diatas tadi, masalah sekolah, bully-ing, romantisme, dsb. Yang semuanya dihadapi secara cupu juga.

Gw rasa hal ini dimaksudkan untuk memberikan angin segar pada film super hero yang memang akhir-akhir ini terasa lebih dewasa, sehingga mungkin kurang dapat menjadi panutan bagi para ABG.

Tapi dibalik itu, dengan kecupuan-nya, gw kadang merasa seperti menonton film remaja dengan bumbu super hero, bukan film super hero dengan bumbu remaja. Bukan karena tidak ada adegan aksi super seru, tapi karena banyaknya porsi film yang difokuskan untuk masalah-masalah remaja Peter.

Kondisi ini tidak dibantu oleh tidak adanya chemistry antara Peter Parker dengan Liz yang merupakan kecengan Peter. Beda jauh dengan chemistry-nya Andrew Garfield dan Emma Stone. Walaupun hal ini dapat dijelaskan oleh alasan klise, "masih cupu".

Yang unik pada film ini adalah, film ini tidak berdasarkan pada universe Spiderman manapun. Ada beberapa karakter baru yang khusus hadir di film ini, seperti Ned, Liz, dan bahkan Tony Stark-nya sendiri. Well, bukan berarti Tony Stark tidak pernah muncul dalam komik Spiderman, tapi rasionya tidak sebanyak kemunculannya dalam film ini, yang kadang membuat film ini lebih cocok dijuluki "Iron Spider Bromance".

Selain itu, film ini juga tidak membicarakan origin, alias tidak menjelaskan bagaimana Peter Parker memperoleh kekuatan dia, juga tidak ada Uncle Ben! Yang juga berarti tidak ada, "from great power comes great something"! Oscorp  pun tidak ada sama sekali! Semua digantikan oleh Tony Stark, Iron Man dan Stark Industries. Bahkan kostum Spidermannya yang super canggih adalah pemberian dari Tony!

Coming Home

Di film ini diceritakan bahwa dalam aksinya Spiderman hampir selalu ditolong oleh Iron Man. Gw merasa bahwa ini mungkin sindiran Marvel pada Sony yang bagi Marvel sudah gagal berkali-kali untuk membuat film (The Amazing) Spiderman, sehingga akhirnya harus ditolong oleh Marvel (Iron Man).

Bicara soal Coming Home, sayang sekali bahwa kehadiran Spiderman di Avengers bukan berarti Spiderman kembali ke Marvel. Hak film Spiderman tetap dipegang oleh Sony. Bahkan pada SH sendiri, Marvel Studios (Disney) hanya bertindak sebagai production house. Setelah beberapa film Marvel dengan tokoh Spiderman, hak Spiderman akan kembali ke Sony!

Seriously

Pada satu sisi, gw rasa cukup menyegarkan untuk melihat Spiderman dari sisi lain, yaitu sisi remaja cupu. Seorang super hero remaja yang masih labil, amatir, dan perlu banyak belajar. Tapi banyaknya sisi amatir dan drama remaja yang ditonjolkan film ini, kadang membuat penonton lelah melihat superhero amatir beraksi.

Akhir kata, untuk film Spiderman, gw rasa posisi Homecoming lebih baik daripada The Amazing Spiderman-nya Andrew, tapi masih perlu belajar lebih banyak untuk menyaingi Spiderman-nya Sam Raimi & Tobey.

Overall: 65%

Psst. Setelah film ini berakhir, jangan meninggalkan bioskop dulu. Tunggu sampai ending credit-nya benar-benar tamat. Gak bakal mengecewakan secret endingnya :D.


Posted By: admin
Posted On: Jul-09-2017 @ 03:45pm
Last Updated: Jul-09-2017 @ 04:01pm

There is no comment

More Comments/Post Your Own