The Little Prince

The Little Prince

The Little Prince (TLP) bercerita tentang seorang anak gadis yang hidupnya sangat amat teratur. Semua sudah direncanakan oleh ibunya, mulai dari sekolah, makan, tidur, bahkan buang air (sepertinya seh gitu)! Dengan tujuan agar hidup anak itu menjadi 'essential' (bermakna). Bahkan kekakuan mereka itu sudah menjadi standar hidup dalam dunia mereka, semua harus teratur, kaku dan membosankan!

Tidak lama mereka pindah ke rumah baru. Tidak tahunya di rumah baru mereka, mereka memiliki tetangga seorang kakek yang agak eksentrik, nyeleneh, keluar jalur, tidak menuruti peraturan, dan pemimpi. Sang gadis kemudian berteman dengan si kakek. Sang kakek pun membawakan sebuah cerita tentang seorang anak lelaki "Little Prince" yang konon merupakan manusia dari asteroid yang terdampar di Bumi. Sang pangeran kemudian berteman dengan si kakek. Ternyata sang pangeran meninggalkan kekasihnya di asteroid sana, dan dia mencari jalan untuk pulang.

Perlahan tapi pasti, hubungan si anak gadis dengan sang kakek membawa perubahan dalam hidup si anak, yang menjadi lebih ceria, tidak kaku, penuh imajinasi.

Film Penuh Makna

Sebenernya saya agak sulit untuk menceritakan plot film ini tanpa memberikan spoiler film ini, bukan karena filmnya pendek (hampir 2 jam), bukan karena ceritanya terdengar klise, tapi karena dalam cerita ini ada cerita lagi, dan sebenernya cerita utama film ini adalah dalam cerita si kakek mengenai "Little Prince" (judulnya juga The Little Prince).

Film ini didasari sebuah novel anak-anak berjudul sama, yang isinya adalah cerita yang diceritakan si kakek itu. Kemudian di film ini dibungkus cerita lain dan ditambahkan karakter baru. Makanya agak rumit.

Saya rasa film ini sendiri banyak makna dan simbolnya. Dari sinopsisnya saja sudah bisa ditarik kesimpulan bahwa hidup itu jangan terlalu kaku, jangan hanya mengejar uang dan waktu, sampai melupakan kesenangan dan kenangan masa kecil. Tapi cerita sang kakek justru lebih berat lagi, kamu bener-bener harus nonton film ini dengan konsentrasi tinggi. Banyak banget makna dan simbolisasi karakter dalam film ini.

Awal pembukaan film ini saja sudah diisi dengan simbol manusia modern yang super kaku, dengan visualisasi gedung-gedung super kaku, super teratur, menyerupai chip sebuah komputer, dan kita adalah elektron-elektronnya. Belum lagi karakter dalam cerita si kakek menjadi simbolisasi karakter tertentu di dunia si anak. Dan yang pada gilirannya menjadi simbol dalam kehidupan nyata kita.

Yang perlu diketahui, tidak ada karakter dalam film ini yang memiliki nama! Nah loh, makanya saya tulis si kakek, si anak gadis, dsb, karena emang dalam filmnya tidak disebutkan namanya!

Bukan Film Anak?

Saya sendiri merasa film ini agak berat buat anak-anak, karena film ini bukan komedi gak puguh seperti Minions. Film ini ceritanya berat, dengan bahasa sastra yang puitis.

Saya rasa film ini lebih cocok untuk orang yang lebih tua, untuk mengingatkan makna hidup ini bukan sekedar bekerja dan mengejar waktu. Apalagi yang sudah punya anak, agar tidak merampas hak imajinasi anak.

Bicara soal anak, saat saya masuk bioskop, di layar sebelah sedang memutar film horror Paranorman Stupidity...uh, Paranormal Activity. Yang hebat, ada ibu-ibu membawa anaknya berumur 2-3 tahun untuk nonton bareng. Ini yang error apa ibunya, atau kasir penjual tiketnya? Jelas-jelas film horror kok bawa anak kecil. Anaknya seh mungkin gak ngerti, tapi adegan-adegan serem bin mengagetkan bisa jadi membuat anaknya nangis dan mimpi buruk.

Bicara soal anak lagi, seusai nonton film ini, seorang anak berusia 4 tahunan berkata ke ortunya, "filmnya aneh, masa boneka bisa ngomong?". Dafuq?! Kok masih kecil sudah hilang daya imajinasinya, apa yang diajarin ortunya yah? Semoga setelah nonton film ini, ortunya bisa ngeh, matematika itu bukan segalanya.


Posted By: admin
Posted On: Nov-02-2015 @ 01:55am
Last Updated: Nov-09-2015 @ 11:28am

There is one comment

Film yang keren
Bagus filmnya.

Guest Nov-10-2015

More Comments/Post Your Own