The Martian

The Martian

Matt Damon terdampar di Mars, dan berusaha bertahan hidup sambil menunggu bantuan dari Bumi yang jaraknya 225 juta kilometer!

Itulah topik utama film ini. Ceritanya dalam suatu misi NASA ke Mars, Mark Watney dan teman-temannya hampir terjebak oleh badai pasir. Untungnya kru NASA berhasil menyelamatkan diri, kecuali Mark yang dianggap meninggal di Mars. Ternyata Mark belum meninggal, maka dia harus bertahan hidup di Mars dengan peralatan seadanya, sambil berharap ada orang di Bumi yang menyadari dirinya masih hidup. Bahkan jika ada yang menyadari dirinya masih hidup, perjalanan Bumi-Mars harus ditempuh dalam 1,5 tahun! Bagaimana mungkin Mark bisa bertahan di planet yang tidak ada kehidupan, tidak ada air, makanan dan udara! Dan tidak ada majalah Playboy!

Bukan Gravity!

Saya nonton film ini bersama mantan pacar saya di Citylink XXI. Pertamanya saya pikir film ini bakal serius, seperti Gravity. Tapi ternyata film ini tidak terlalu serius, malah agak kocak, terutama saat Mark membuat video blog (vlog) nya, yang terkesan selalu (terlalu) optimis dan melontarkan leluconnya. Mungkin Ridley Scott selaku sutradara film ini sudah belajar dari film-film Marvel yang berusaha memasukan unsur humor disana sini agar penonton tidak menguap.

Saya juga hepi karena film ini 'bersuara'. Yes, of course, di Mars tidak ada udara, harusnya tidak ada suara, tapi dalam film ini semuanya memiliki suara, mulai dari ledakan, suara kendaraan rover, pintu airlock, dsb. Sama sekali tidak seperti Gravity yang tidak ada suara. Bukan berarti saya gak suka Gravity, hanya saja memang The Martian itu atmosfirnya lebih santai daripada Gravity yang super serius.

Walaupun film ini 'bersuara di angkasa', tapi film ini konon cukup ilmiah. Gak heran karena pembuatan film ini dibantu oleh NASA sendiri. Hampir semua kondisi dan teknologi yang digunakan mendekati kondisi aslinya, walaupun emang ada beberapa hal yang kurang disetujui oleh beberapa ilmuwan, tapi secara umum, ilmiah!

Stop Cekikikan in Bioskop!

Dari segi film, saya bisa menikmati film dengan durasi hampir 2,5 jam, padahal disebelah saya ada kumpulan anak abg yang cekikikan sepanjang film. WTF? Loe ngabisin duit jajan dari babeh loe cuma buat cekikikan didalam bioskop, mending cekikikan sana di kuburan. Seperti saya bilang tadi, film ini tidak terlalu serius, tidak banyak drama, banyak survivalnya. Pesan moral film ini lebih pada pemecahan masalah, jangan menyerah apapun yang terjadi, terutama kalo kamu jenius bisa menghasilkan air dari bahan bakar (yang juga konon memang ilmiah).

Efek suasana Mars yang disajikan tentu saja luar biasa, jujurnya seh film dengan budjet puluhan juta dolar (apalagi $108 juta seperti The Martian) umumnya sudah bisa menghasilkan efek CGI yang luar biasa, apalagi film ini diawasi…. NASA, bener sekali, yang juga mengajurkan untuk mengambil lokasi shooting di padang pasir Wadi Rum, Yordania yang mendekati kondisi Mars. Mungkin satu hari saya harus ke sana, sebelum pergi ke Mars.

Secara umum saya saranin film ini buat penggemar sci-fi, penggemar antariksa, dan penggemar MacGyver. MacGyver in Space! Atau Castaway in Mars! Gak banyak jargon-jargon ajaib dalam film ini, jadi saya rasa penggemar film secara umum-pun bisa menikmati film ini. Kecuali mungkin kalo kamu itu si ABG yang cekikikan dalam bioskop ketika adegan penting!


Posted By: admin
Posted On: Oct-15-2015 @ 06:20pm
Last Updated: Oct-27-2015 @ 07:29pm

There is no comment

More Comments/Post Your Own