The Real Captain Marvel, Please Stand Up!

The Real Captain Marvel, Please Stand Up!

Setelah menonton Captain Marvel versi Marvel yang begitulah, gw minggu ini menonton kembali Captain Marvel versi DC, atau yang disini dikenal dengan judul Shazam!

Billy Batson (Asher Angel / Zachary Levy) kehilangan ibunya 12 tahun yang lalu saat dia masih berusia 3 tahun. Dengan berbekal kenekatan dan berpindah-pindah panti asuhan, dia pun diadopsi oleh sebuah keluarga angkat yang baik. Dalam keluarga barunya, dia bertemu dengan saudara-saudara angkat lainnya, yaitu Freddy Freeman yang memiliki kelainan fisik; Mary Bromfield yang cantik dan dewasa; Eugene Choi yang merupakan nerd; Pedro Pena yang memiliki masalah dengan berat badan; dan Darla Dudley yang merupakan anak angkat paling kecil.

Karena Billy masih penasaran mencari ibu kandungnya, dia menolak keluarga barunya. Sampai suatu hari dia membantu Freddy menghadapi perundungan. Para perundung pun berbalik menyerang Billy, untungnya dia berhasil menyelamatkan diri ke dalam MRT. Di dalam MRT dia pun bertemu Shazam (Djimon Hounsou). Menurut Shazam, Billy adalah harapan terakhir umat manusia dalam menghadapi 7 monster yang dikenal sebagai Seven Deadly Sins. Bukan Superman, bukan pula Batman, tapi Billy!

Billy pun diminta untuk memegang sebuah tongkat dan, bersama penonton, menyerukan "SHAZAAAAMM!!!!". Seketika itu Billy berubah menjadi super hero dewasa dengan kostum ketat warna warni merah, emas, putih dengan kemampuan setara Superman.

Perubahan tiba-tiba itu tentu saja membuat Billy terkejut sekaligus senang, ia pun menghubungi Freddy, sebagai satu-satunya anak yang dia ketahui sangat maniak super hero. Freddy pun sangat senang karena dia memiliki seorang teman superhero. Dan bersama mereka berusaha menggali semua kemampuan superhero Shazam yang memancing tawa penonton.

Pada sisi lain ternyata rahasia Shazam diketahui oleh Dr Thaddeus Sivana (Mark Strong) yang juga pernah menjadi kandidat Shazam namun gagal pada ujiannya. Sivana yang masih penasaran dengan rahasia Shazam, akhirnya berhasil mendapatkan Seven Deadly Sin. Sebagai langkah pertama 'menguasai dunia' Sivana ingin membunuh dan menguasai kekuatan Shazam! Maka dimulailah pertarungan orang dewasa melawan anak-anak ala Mar... DC.

The Real Logical Superhero?

Sebelumnya, mungkin kamu sudah mengetahui bahwa Shazam bukanlah nama superhero Billy Batson. Nama superhero aslinya adalah Captain Marvel. Sejarah tentang pentingnya mengamankan hak cipta dari kompetitor bisa di-Bing sendiri di internet. Itulah sebabnya sepanjang film ini, nama Captain Marvel sama sekali tidak dipakai, malah memilih nama "Captain Sparkle Fingers" sebagai sindiran kepada Captain Marvel-nya Marvel.

Dari trailernya saja sudah kelihatan kalau film Shazam! ini bakal kocak banget, jauh dengan seri DC sebelumnya yang gelap dan serius. Biarpun sejak Wonder Woman dan Aquaman, DC sudah beralih menjadi pengikut Marvel. Dan memang trailer-nya tidak bohong, hampir sepanjang film, gedung bioskop dipenuhi tawa penonton, bahkan anak-anak kecil yang biasa mudah bosan, rasanya cukup bisa menikmati visualisasi cerah dan optimis film ini.

Yang cukup unik dari film ini adalah 'realisme'-nya, bukan realisme serius ala DC tapi realisme remaja yang baru menemukan kekuatan super hero-nya. Bukan omong kosong, "from great power comes great ass" atau semacamnya. Yang ada, "from great power comes great fun". Realistis saja, kalau kita mendapatkan kemampuan super, yang pertama kali kita lakukan bukanlah, "uh, gw harus bertanggung jawab atas kekuatan gw, melindungi yang lemah, dan mempertaruhkan nyawa demi orang-orang yang gak pernah gw kenal". Tapi, "woa, gw punya kekuatan super, coba ah bisa ngapain saja". Mirip-mirip Chronicle lah.

Selain itu, film ini juga sangat memperhatikan jalinan cerita dan hubungan Billy Batson dengan keluarga barunya. Inilah yang menjadi kekuatan sekaligus kelemahan film ini. Jujur, gw seperti menonton film keluarga superhero. Yang bermakna ganda adalah "film keluarga", "keluarga superhero" dan "keluarganya superhero". Gak heran kalau film ini memiliki bobot drama yang cukup pekat.

Pada satu sisi, ini membuat film Shazam! cocok untuk ditonton oleh semua anggota keluarga, tapi pada sisi lain, film ini terasa terlalu aman dan kurang keren. Kalau pada Aquaman, tatapan mata Arthur Curry bahkan dapat membuat para cowok meleleh (gw sih gak lah...), pada Shazam! well... Apalagi tidak ada penghancuran kota besar-besaran ala Marvel, tidak ada monster-monster raksasa ala DC, dan tidak 'sexy' ala Aquaman (uh.. maksudnya Amber Heard).

Seriously...

Bukan berarti gw gak menyukai film ini. Shazam! dapat dibilang film DC terbaik dengan cerita yang jelas, mudah diikuti, tanpa dialog yang berlebihan, optimis, dan kocak; biarpun karakter penjahatnya kurang digali (tipikal film-film origin).

Secara keseluruhan, gw menikmati Shazam! Biarpun gw berharap cerita yang lebih berbobot, tapi Shazam! sangat menghibur dan sangat disarankan bagi penggemar superhero.

Rating gw: 75%


Posted By: admin
Posted On: Apr-03-2019 @ 02:55pm
Last Updated: Apr-03-2019 @ 03:18pm

There is no comment

More Comments/Post Your Own