TMNT: Out of the Shadows

TMNT: Out of the Shadows

O bay boy, hari Selasa kemarin, saya ama istri kembali menonton di bioskop langganan. Tentu saja pengennya X-Men, tapi apa daya, jam tayangnya kurang sesuai, sehingga akhirnya memutuskan nongton TMNT 2: Out of the Shadows. Sebuah film super hero yang masih hot tayang di bioskop, dan kebagian deh nongton di deretan ke-6 dari depan, alhasil agak puyeng juga melihat gambar segede gaban gitu, tapi gak lama mata saya berhasil menyesuaikan diri dan bisa menyelesaikan film tanpa puyeng. Maklum geus kolot.

Masih Muda Kok

Cerita TMNT2 ini nyambung buanget ama TMNT1, jadi dikisahkan setahun setelah Shredder ditangkap, dia akan dimutasikan ke penjara lain, gak tau kenapa. Ternyata anak buah Shredder masih setia dengan bos galak mereka, akan menyerang konvoi mobil penjara untuk membebaskan Shredder. Para kuya yang mengetahui rencana tersebut, bergerak cepat untuk menggagalkan aksi para penjahat. Tidak dinyana tiba-tiba Shredder menghilang ditengah insiden tersebut.

Ternyata Shredder di-TELEPORT ke dimensi lain, dan bertemu Krang, seekor alien yang berambisi menguasai Bumi. Krang menjelaskan bahwa dia butuh bantuan Shredder untuk mengumpulkan tiga komponen alatnya yang tersebar di Bumi (entah kenapa alat Krang bisa jatuh ke Bumi?) yang dapat membuka portal antara dimensi Krang dengan Bumi. Tidak ketinggalan Krang memberikan serum agar Shredder bisa membuat anak buah mutan, yang kita kenal dengan Bebop & Rocksteady.

Di Bumi, para kuya sedang galau, karena biarpun mereka sudah mati-matian membela New York, ternyata tidak ada seorang pun yang mengetahui keberadaan mereka, bahkan penduduk New York memuja Vern Fenwick (Will Arnett) yang dianggap berhasil mengalahkan Shredder. Apalagi mereka pun mulai diburu para polisi karena dianggap monster.

Ah, tidak ketinggalan, di TMNT2 muncul juga jagoan baru, Casey Jones (Stephen Amell), yaitu salah seorang pengawal mobil penjara yang bercita-cita menjadi detektif polisi yang suka bermain hoki. Ditengah petualangan mencari Shredder dia bertemu April O'neal (Megan Fox) yang sedang dikejar-kejar anak buah Shredder.

Maka mereka bertujuh berlomba dengan Shredder untuk mencegah pengumpulan alat teleport milik Krang.

Apa Terlalu Muda?

Ceritanya TMNT2 sebenernya ringan banget, dan mudah dimengerti, hanya saja plot hole yang seperti keju yang dipakai diatas pizza favorit Michelangelo yang sangat mengganggu film ini. Ceritanya terkesan berlompatan dan sangat tidak logis. Contoh paling gampang, mengapa Krang tidak mengutus anak buahnya ke Bumi dan menunggu Shredder? Bukankah Krang sudah memiliki teknologi teleportasi dari dulu? Atau darimana para kuya mengetahui nama Krang dan pesawat Technodrome-nya, padahal sepanjang film mereka gak pernah bertemu Shredder? Bagaimana mungkin penyerangan konvoi mobil penjara tidak ada saksi matanya, padahal dilakukan di jalan tol yang cukup ramai? Dan masih banyak plot hole dalam film ini.

Jawabannya tentu saja karena film ini disutradarai oleh Michael Bay, bukan Guillermo del Toro yang sangat apik dan mendetail, ataupun Steven Spielberg yang mahir meramu cerita. Tapi sebagai balasannya, film ini penuh adegan action dari awal sampai akhir, hampir tidak ada waktu untuk ngobrol dalam film berdurasi hampir 2 jam ini. Cuma adegan actionnya terasa biasa saja, gak terlalu menggelegar, mungkin yang paling seru ketika para kuya harus melompat dari satu pesawat ke pesawat lain tanpa menggunakan alat canggih.

Seriously…

Seperti film Michael Bay lainnya, jangan cari cerita yang bagus ataupun detail-detail menarik dalam film ini. Cerita standar, berlompat-lompat, gak logis, penuh ledakan, CG on steroid, dibumbui sedikit humor sana sini, yah… cocok juga menjadi pop corn movie untuk dinikmati dengan anak.

Tapi setidaknya film ini membawa nostalgia masa kecil dengan hadirnya Krang, Bebop & Rocksteady. Bahkan lagu penutup film ini diambil dari lagu serial animasi tv.

Rating saya: 55%


Posted By: admin
Posted On: Jun-08-2016 @ 12:40am
Last Updated: Jun-08-2016 @ 12:52am

There is no comment

More Comments/Post Your Own