War for the Planet of the Apes

War for the Planet of the Apes

War for the Planet of the Apes (WPA) adalah sekuel ketiga dari Rise of the Planet of the Apes, sekaligus konon menjadi penutup serial ini, kecuali kalo laku, bakal dibuat keempat, kelima, keenam, ketujuh…

Film ini dibuka dengan ringkasan cerita Rise dan Dawn. Bagi yang gak mengikuti film pertama dan keduanya, dijamin ringkasannya tidak banyak membantu. Gw juga sudah lamaaa banget gak nonton film pertama dan keduanya, untung masih bisa inget beberapa kejadian pentingnya.

Kemudian kita dibawa ke tengah hutan tempat bersembunyinya para kera, disana mereka sedang bertempur melawan para manusia. Ternyata di antara para manusia ada juga kera yang berkianat yang disebut donkey, yang merupakan para pengikut Koba. Para tentara ingin mencari markas rahasia Caesar, namun mereka gagal bahkan dibantai habis-habisan oleh para kera, kecuali beberapa tentara dan donkey yang sengaja dibiarkan hidup oleh Caesar (Andy Serkis).

Ternyata di para pengikut Caesar pun ada penghianat yang membocorkan lokasi rahasia lokasi Caesar, dan pada malam harinya, beberapa tentara menyusup ke sarang Caesar untuk membunuh Caesar. Tapi ternyata yang tewas adalah anak sulung dan istri Caesar. Sementara anak bungsunya masih selamat.

Caesar pun memutuskan untuk balas dendam pada sang pembunuh yang dijuluki "The Colonel" (Woody Harrelson). Tapi pada saat yang sama, para kera hendak berpindah tempat ke lokasi baru di sebuah oasis di tengah padang pasir. Maurice (Karin Konoval) menyarankan agar Caesar melupakn dendamnya, tapi Caesar tetap bersikukuh untuk membalas dendam. Maka Caesar pun meninggalkan kelompoknya disertai Maurice dan dua kera lainnya. Sementara kelompoknya tetap pada rencana semula bermigrasi.

Sebenernya ceritanya sendiri masih cukup panjang, tapi kalo gw tuliskan sinopsisnya disini, kayaknya unsur kejutannya bakal hilang. Jadi mending gw tutup mulut saja.

Personal War!

Seperti yang gw udah sebut, cerita WPA itu cukup panjang. Bermula dari dendam pribadi berkembang jadi perang dua spesies demi mempertahankan eksistensinya. Banyak tokoh baru yang bakal bermunculan di film ini, jadi kamu harus mempersiapkan diri dan jangan ngobrol atau main hp sepanjang film, seperti orang disebelah gw. WTF?!

Dari segi cerita, film ini cukup menarik, rumit panjang tapi bisa mengalir dengan mulus dan gak berbelit karena tidak ada 'multiple events at a time', sehingga mudah dimengerti. Mudah diikuti dan gak bikin bosen biarpun durasinya sampai 2,5 jam

Dan seperti biasa, akting (tepatnya motion capture) Andy Serkis gak perlu diragukan lagi. Ekspresinya, bahasa tubuhnya, benar-benar meyakinkan. Semua didukung oleh efek CGI yang dipercayakan pada Weta Digital.

Hanya saja karena film ini diusahakan serealistis mungkin, maka banyak dialog antar kera yang dilakukan dengan bahasa isyarat dan diterjemahkan dengan tulisan di layar. Maka saat dialog yang sangat menegangkanpun, semua diungkapkan oleh tulisan dilayar, diiringin oleh musik yang gak kalah sunyinya. Kadang-kadang hal itu menimbulkan rasa bosen di penonton. Gw berkali-kali menguap saat adegan dialog para kera. Mungkin harusnya hal itu bisa ditutupi oleh musik yang lebih ekspresif.

Selain itu, film ini tidak banyak bercerita dari sudut pandang manusia (militer). Hampir tidak ada adegan yang dikhususkan untuk manusia. Bahkan tidak ada satupun manusia yang 'baik' (pro kera) atau setidaknya netral. Bukan berarti gw pro militer, tapi tidak ada satupun? (kecuali seorang anak kecil!)

Seriously…

Film ini cukup menarik dengan cerita yang memuaskan, efek yang luar biasa, dan akting Andy Serkis dan Woody Harrelson yang apik. Tapi saat adegan dialog antar kera yang terasa sunyi cukup membuat dinginnya AC semakin terasa.

Selain itu, kalau kamu gak mengikuti triologi ini dari awal, sebaiknya menonton dulu dari 1 & 2, atau minimal yang ke 2 (Dawn).

Overall: 70%


Posted By: admin
Posted On: Aug-01-2017 @ 02:55pm
Last Updated: Aug-01-2017 @ 03:07pm

There is no comment

More Comments/Post Your Own