Wonder Woman: Girl Power!!!!

Wonder Woman: Girl Power!!!!

Setelah nongol di Batman v Superman (BvS) akhirnya Wonder Woman (WW) mendapatkan filmnya sendiri! Seseru apakah WW? Apakah tetap dengan tema depresi super serius seperti film-film DC lainnya? Ataukah mengikuti jejak Marvel membuat film super komedi?

WW dibuka dengan kilas balik ke masa kanak-kanak Diana Princess of Themyscira (Gal Gadot) di pulau Themyscira. Ia digembleng habis-habisan untuk mempersiapkan diri menghadapi teror Ares, Dewa Perang. Tapi pada sisi lain, ibunya sendiri tidak mau kalau Diana sampai harus keluar pulau dan bertempur demi manusia.

Sampai satu hari sebuah pesawat tempur secara tidak sengaja jatuh di dekat pulau Themysicra. Pesawat itu dipiloti Steve Trevor (Chris Pine) seorang mata-mata Inggris yang bertugas menyusup ke tentara Jerman yang sedang berperang (perang dunia 2).

Mengetahui bahwa dunia luar sedang berperang habis-habisan, Diana sangat ingin membantu menciptakan kedamaian, sampai dia melawan perintah ibunya sendiri untuk mencari Ares bersama Trevor.

Ternyata dunia manusia tidak sesederhana yang Diana pikir. Manusia tidak sepolos itu, peperangan tidak hanya terjadi karena pengaruh Ares, tapi memang bagian dari sisi gelap manusia. Akankah Diana menjadi depresi dan kembali ke pulau Themyscira? Bagaimana dengan nasib Trevor? Akankah jodohnya panjang sampai WW 2?

Psstt... sepanjang film nama "Wonder Woman" tidak pernah disebut sekalipun.

Review

Film ini agak berbeda dengan film-film superhero DC lainnya (semenjak era Batman Begins) yang  biasanya gelap, serius, tanpa humor, dan cerita yang kompleks. WW disajikan lebih santai, lebih berwarna (bahkan kostumnya lebih berwarna daripada versi BvS), diselingi humor-humor yang cukup menghibur, dan cerita yang mudah dicerna.

Istri gw yang biasa suka bertanya, "ini siapa, kok bisa gitu, ceritanya pusing", kali ini bisa mengikuti alur cerita dari awal sampai akhir tanpa banyak bertanya.

Memang cerita WW terasa ringan dan mudah diikuti tanpa terlalu banyak intrik. Belum lagi ceritanya disajikan secara linear yang tidak banyak melompat-lompat seperti BvS .

Tapi untuk efek, mungkin karena pengaruh budjet WW yang 'cuma' $149 juta, gw merasa efeknya agak kurang rapi. Beberapa kali gw merasa seperti menonton animasi kasar daripada sebuah CGI.

Untuk segi karakternya sendiri, gw rasa Gal Gadot cukup pas untuk memerankan Wonder Woman-nya, wajah yang menarik, tinggi, dan suara yang agak alto. Tapi saat adegan pertarungan, gw masih melihat Gal Gadot agak ragu-ragu saat melancarkan pukulan atau tendangan. Mungkin ekspektasi gw setara dengan Emily Blunt di Edge of Tomorrow yang terlihat benar-benar lihai bertarung.

Yang cukup menarik, biarpun kostum suku Amazon sebenernya cukup terbuka, tapi aura seksinya tidak terlalu menonjol. Mungkin inilah alasannya DC memilih sutradara wanita Patty Jenkins yang dirasa lebih dapat menonjolkan 'girl power' daripada 'skimpy outfit power'.

Tapi mungkin juga karena sutradaranya wanita, mereka merasa perlu untuk memasukan unsur drama romantis nan melankolis dengan dialog-dialog cheesy ala Twilight. Ditengah dialog-dialog yang cukup serius, tiba-tiba saja Wonder Woman berkata, "I choose love". Ugh… dia bukan Bella Swan kan?

Return of DC?

Sebelum gw nonton WW ini, gw udah membaca banyak review mengenai WW, dan mayoritas menyukai film ini. Umumnya mereka memandang WW sebagai film super hero yang sangat baik, jauh lebih baik daripada produk DC sebelumnya seperti Man of Steel (MoS), BvS apalagi Suicide Squad (SS).

Gw rasanya bisa mengerti mengapa WW dianggap sebagai film super hero DC terbaik (setelah The Dark Knight tentunya).

Cerita yang lebih koheren, lebih mudah dimengerti, tidak ngejelimet, lurus, ditaburi komedi, dan jauh lebih berwarna. Tapi pada sisi lain, gw agak kehilangan ciri khas film DC yang gelap, serius dengan cerita kompleks yang menantang pemikiran penonton.

Tapi mungkin itulah yang memang dicari penonton, buktinya WW memecahkan rekor pendapatan film yang disutradarai wanita; kemudian film dengan pendapatan pembukaan terbesar ke-6 untuk super hero non sekuel, dengan rating Rotten Tomato mencapai 90%.

Seriously…

Dibandingkan dengan film-film DC lainnya, untuk saat ini, WW dapat dibilang film super hero paling mudah dicerna.Tapi, setidaknya bagi gw yang meminjam kata Komisaris Gordon pada The Dark Knight, "a superhero movie they deserve, but not the superhero movie they need".

Gw gak bakal heran kalau pada akhirnya WW dapat mengumpulkan duit lebih banyak bahkan daripada BvS sekalipun. Cuma itu tadi, semoga DC tetap membuat film super hero, bukan super komedi.

Overall: 75%


Posted By: admin
Posted On: Jun-07-2017 @ 02:15pm
Last Updated: Jun-07-2017 @ 02:35pm

There is no comment

More Comments/Post Your Own