Lets Go to Jakarta: An Airbnb Review

Lets Go to Jakarta: An Airbnb Review

Minggu kemarin, gw dan isteri harus ke Jakarta untuk urusan keluarga. Saat mencari hotel untuk menginap, gw teringat sebuah aplikasi "menumpang" di rumah orang lain, yaitu Airbnb. Jadi gw pikir ini adalah saat yang tepat untuk mencoba aplikasi tersebut sekaligus mencoba Uber/Grab, dan membandingkannya dengan pengalaman gw memakai hotel & taksi konvensional.

Untuk bab ini, gw akan membahas Airbnb.

Airbnb

Pertama kali, gw perlu mendownload aplikasi Airbnb, selain juga tersedia dalam versi web. Saat mendaftar ternyata airbnb memberikan voucher Rp350.000 jika gw mereferensikan Airbnb ke teman. Maka gw pun mereferensikan Airbnb ke istri gw, dan dia pun mendapatkan voucher Rp350.000 yang dipakai untuk melakukan reservasi atas nama istri gw. (Ini namanya lihai cool)

Karena acara gw dekat daerah Jakarta barat, maka gw mencari penginapan di daerah mall Central Park, yang konon salah satu mall paling nge-hits di Indonesia. Proses pencarian di Airbnb cukup mudah, cukup ketikan "Central Park Mall", dan tampil semua pilihan apartemen & kamar di daerah mall.

Akhirnya gw memilih sebuah apartemen di Royal Mediterania Garden 2. Sebelum melakukan booking, Airbnb mewajibkan calon penghuni untuk menghubungi pemilik secara personal melalui fitur messaging-nya, karena pemilik berhak menentukan siapa yang boleh menginap.

Setelah disetujui, kami diberitahu pemilik agar nanti mengambil kunci apartemennya di lobi utama. Setelah kami bersiap, kami pun meluncur ke Jakarta. Setibanya di apartemen, gw mengambil kunci dari lobi yang mewah buanget.

Gw sempat kebingungan memakai kunci tersebut karena berupa access card, apalagi penjaga tidak menjelaskan cara pakainya. Tapi dengan coba oprek sana sini, gw pun bisa mencapai kamar yang dituju.

Gw mendapati kamar yang sesuai dengan gambar di Airbnb. Karena kami mendapatkan kamar di lantai 30-an yang menghadap mall Central Park, maka view-nya pun luar biasa bagus banget. Apalagi pada salah satu kamar terdapat tembok kaca dari lantai sampai ke atap, cukup membuat gw merasa vertigo.

Biarpun bentuk unit apartemennya agak kecil, tapi fisik bangunan yang seperti hotel membuat gw betah disitu, biarpun secara interior biasa saja.

Pemilik apartemen tidak menyediakan amenities apapun, biarpun di Airbnb dia mencantumkan "essentials" (handuk, sabun & shampoo).

Setelah kami menyelesaikan acara keluarga, kami pun bergegas pulang. Saat pulang, pemilik meminta kami untuk kembali menitipkan kunci di lobi.

Sewa Apartemen Konvensional

Setelah acara keluarga selesai, tiba-tiba ada acara mendadak. Kamipun memutuskan untuk menyewa apartemen lain karena lokasinya agak berjauhan dengan apartemen sebelumnya. Saat itu gw mencoba memesan melalui Airbnb, namun umumnya para pemilik apartemen sulit untuk dihubungi, apalagi Airbnb tidak mencantumkan nomer telepon pemilik yang bisa dihubungi.

Kami pun nekat mencoba memasuki sebuah apartemen yang cukup besar, dan langsung bertanya pada lobinya jika ada unit yang disewakan. Ternyata memang ada unit yang disewakan.

Pemiliknya pun segera menghubungi kami lewat telepon, dan kami segera mendapatkan unit yang biarpun secara fisik tidak sebagus apartemen pertama, tapi secara fasilitas jauh lebih lengkap.

Melalui asistennya, pemilik memberikan sedikit tutorial seperti bagaimana cara menggunakan access card, lokasi kolam renang, dan fasilitas lainnya.

Saat kami checkout, sang asisten mendatangi kami untuk mengambil kunci.

Versus

Karena gw melakukan dua kali sewa apartemen dengan dua cara yang berbeda, gw bisa mengambil beberapa kesimpulan:

Persamaan Airbnb & Apartemen Harian

  • Sama-sama bukan hotel! Memang dari awal Airbnb sebenernya ditujukan untuk home sharing, untuk para pelancong yang ingin menghemat dana.
  • Sama-sama minim fitur. Contohnya, tidak ada amenities, tidak ada handuk, tidak ada room service, dan tidak ada breakfast.
  • Kemudian, sama-sama tidak ada standarisasi fasilitas. Pada rumah si A, bisa saja tersedia water heater dan kompor, tapi pada rumah si B fasilitas itu belum tentu ada. Jadi perlu ditanyakan secara detail pada pemilik rumah.
  • Untuk harga, sebenernya sama saja. Bahkan jika menghubungi pemilik langsung, kita gak perlu bayar fee Airbnb.

Perbedaan Airbnb vs Apartemen Harian

  • Keunggulan utama Airbnb adalah berlaku internasional. Kita bisa memesan kamar di Hong Kong dari Bandung.
  • Harganya yang transparan. Semua rumah yang bisa dihuni langsung ditampilkan harganya tanpa perlu ditanyakan satu per satu. Pada apartemen harian, kita harus mencari satu per satu apartemen yang disewakan, itu pun kadang harganya tidak dicantumkan.
  • Selain itu karena Airbnb juga bertindak sebagai perantara, sehingga calon penghuni lebih tenang, karena semuanya dijamin Airbnb. Jika pemilik tidak ada di tempat atau alamat palsu, maka Airbnb akan bertanggung jawab sepenuhnya. Uang penyewa pun aman karena hanya dibayarkan setelah penyewa menginap.
  • Tapi kelemahan terbesar Airbnb adalah komunikasi. Pada sewa apartemen, pemilik selalu mencantumkan nomor yang bisa dihubungi, di Airbnb komunikasi awal harus melalui aplikasi Airbnb yang kadang responnya lama sekali. Jika kita membutuhkan kamar secara cepat, Airbnb bukan pilihan terbaik.
  • Jangan lupa biaya administrasi. Pada Airbnb dikenakan biaya administrasi, pada kasus gw biayanya hampir 80,000 per malam. Biaya administrasi juga dikenakan pada pemilik yang ujung-ujungnya dibebankan ke penyewa.
  • Terakhir, setidaknya pada kasus gw, gw sempat kesulitan menuju unit gw karena tidak ada yang mengajarkan cara memakai access card, pada apartemen harian, gw diajarkan caranya oleh pemilik.

Kesimpulan Airbnb

Adam Ruins Airbnb!

Airbnb adalah salah satu alternatif menginap murah di tempat lain. Tapi perlu diingat, bahwa Airbnb bukanlah hotel yang menyediakan segala sesuatunya buat kita. Airbnb lebih tepatnya disebut Air bed & bath daripada Air bed & breakfast.

Airbnb lebih dapat dipandang sebagai makelar sewa apartemen harian dengan beberapa benefit seperti yang telah dijelaskan diatas.

Saran gw, kalau kamu ingin travelling seputaran Indonesia (apalagi ke kota besarnya), Airbnb mungkin tidak terlalu perlu, karena kita masih bisa mendapatkan sewa apartemen harian yang lebih mudah dihubungi, dan pembayarannya bisa dilakukan saat kita check-in. Tapi Airbnb dapat dipakai untuk survei awal.

Tapi kalau kamu ingin travelling ke luar negeri, Airbnb bisa jadi amat sangat bermanfaat untuk mencari penginapan murah.

Sebagai catatan terakhir, kalau kamu travelling seorang diri atau berdua (pokoknya satu kamar) ada baiknya membandingkan Airbnb dengan hotel bintang tiga/budget, karena harganya biasanya tidak berbeda jauh dengan fasilitas hotel yang lebih baik.

BTW, kalau kamu ingin voucher Rp350.000 dari Airbnb, kamu bisa mendaftar di Airbnb dengan referensi gw.


Posted By: admin
Posted On: Mar-25-2017 @ 11:45pm
Last Updated: May-31-2018 @ 02:17pm

There is no comment

More Comments/Post Your Own