Perpanjangan SIM Di Mall

Perpanjangan SIM Di Mall

Sesuai dengan janji gw sebelumnya, gw pengen bercerita sedikit mengenai perpanjangan SIM saat gw patah tulang. Sebenernya sih gak ada bedanya prosedur perpanjangannya dibanding saat normal.

Jadi saat gw dalam masa penyembuhan patah tulang, gw inget SIM gw sudah hampir kedaluwarsa. Ya gw sempat panik juga, gimana caranya perpanjang SIM saat sakit begitu, apalagi sulit untuk tanda tangan dan cap jempol. Tapi akhirnya gw coba-coba datang ke Samsat.

Samsat yang gw pilih adalah salah satu Samsat yang terletak di sebuah mall di Bandung yang cukup dekat dari rumah gw.

Gw datang bersama teman gw kurang lebih pukul 10:30-an. Ternyata antriannya sudah mengular. Sebelumnya, pastikan bahwa kamu sudah menyediakan fotokopi KTP & SIM! Prosedur pertama yang harus dilakukan adalah pemeriksaan kesehatan.

Well, biarpun konon pemeriksaan kesehatan bisa dilakukan dimana saja, nampaknya di Samsat ini tidak berlaku ketentuan tersebut. Karena pendaftaran SIM hanya bisa dilakukan di klinik yang berada di sebelah Samsat. Biaya pemeriksaaan kesehatan Rp45,000,- mahal juga mengingat yang diperiksa hanya tensi darah dan test buta warna.

Dari klinik, kita diberikan formulir yang harus diberikan ke kantor Samsat meja 1, dari situ kita cukup menunggu dipanggil untuk melakukan pembayaran.

Setelah membayar di meja 2, ternyata petugas Samsat-nya harus istirahat makan siang dulu. Alhasil gw juga ikutan makan siang di mall, ya itung-itung traktir teman gw itu. Sekitar pukul 13.15, Samsat kembali buka. Gak lama gw dipanggil lagi ke meja 3, dan diserahkan formulir yang harus diisi. Nah disinilah peranan teman gw.

Gw cukup menyebutkan isian formulir, dan dia yang mengisinya. Kalau kamu datang sendiri dengan keadaan sakit, mungkin kamu bisa meminta bantuan pada orang yang berbaik hati mengisikan formulir buat kamu.

Setelah formulir selesai diisi, formulir diserahkan ke meja 4, dan tunggu panggilan lagi. Kali ini panggilan untuk pengambilan foto, tanda tangan dan cap jempol. Ternyata cap jempol wajib memakai jempol tangan kanan. Uh... lumayan juga sakitnya memaksa jari berputar-putar di atas mesin sidik jari.

Dari situ, gw kembali menunggu panggilan ke meja 5 untuk penyerahan SIM. Maka selesailah proses perpanjangan SIM gw.

Total waktu yang dihabiskan adalah sekitar 4 jam, dipotong istirahat makan siang, bersihnya sekitar 3 jam.

Seriously...

Jadi intinya tidak ada perbedaan signifikan pengurusan SIM saat gw sehat maupun saat patah tulang. Perbedaan yang paling terasa adalah hasil foto SIM dimana gw menggantung gips yang bakal terpampang selama lima tahun ke depan.


Posted By: admin
Posted On: Mar-06-2019 @ 02:20pm
Last Updated: Mar-06-2019 @ 02:52pm

There is no comment

More Comments/Post Your Own