Spider-Man: Into Spider-Verse

Spider-Man: Into Spider-Verse

Pertama kali melihat trailer Spider-Man Into the Spider-Verse (SV), gw mengernyitkan dahi, "WTF, yet another Spider-Man movie?". Tapi setelah selesai menonton trailer-nya gw cuma bisa berkomentar, "WAJIB NONGTON".

Film ini dimulai pada dimensi alternatif. Dimensi yang tidak mengenal Coca-Cola, dan tidak mengenal iPhone. Pada dimensi ini, Peter Parker (Chris Pine) hidup berbahagia sebagai Spider-Man. Pada saat yang sama seorang remaja bernama Miles Morales (Shameik Moore) pun mendapati dirinya digigit laba-laba mutan yang menyebabkan dirinya memiliki kemampuan Spider-Man.

Tidak lama setelah itu, Miles mendapati dirinya ditengah-tengah pertarungan Spider-Man dengan Kingpin (Liev Schreiber). Kingpin ternyata berhasil mengalahkan Spider-Man (Peter Parker). Sebelum menghembuskan ajalnya, Peter Parker berpesan pada Miles untuk menghancurkan mesin milik Kingpin yang ternyata bisa membuka pintu ke dimensi alternatif.

Berhubung Miles masih sangat amat cupu, dia sangat kebingungan apa yang harus dia perbuat. Sampai dia bertemu Peter B. Parker (Jake Johnson)! Ternyata Peter B. Parker adalah salah satu Spider-Man dari dimensi yang lain yang tersedot ke dimensi Miles Morales saat Kingpin menjalankan mesinnya. Tidak lama dia pun bertemu dengan Spider... People lain, termasuk Spider Gwen, Spider Noir, SP/dr (Spider Anime) dan Spider Ham.

Bersama-sama mereka pun berusaha menghancurkan mesin Kingpin, dengan atau tanpa bantuan Miles Morales.

It's AWESOME!

Ditengah gempuran film super heroes Marvel yang tidak terkalahkan, Sony berusaha tampil beda dengan karakter superhero dari, uh, Marvel. Bedanya dengan Spiderman Homecoming, adalah kali ini Marvel hanya bertindak sebagai licensor, sementara kreatif dan produksi ditangani oleh Sony Animations. And it's super awesome!

Rasanya hampir tidak ada yang tidak disukai dari film animasi ini. Mulai dari karakter yang like-able, pengisi suara yang tidak mengecewakan, cerita yang berbobot, komedi ringan yang tidak membuat film ini seperti ... kartun?

Tidak ketinggalan, motivasi Kingpin untuk membuat mesin antar dimensi yang tidak standar, "gw ingin menguasai dunia". Bahkan rasanya penonton akan dibuat sedikit bersimpati dengan motivasi Kingpin.

Tapi yang paling gw sukai dari film ini adalah desain grafisnya. Luar biasa, mendetail, dinamis dan berwarna. Benar-benar berbeda dengan film-film superhero maupun animasi lainnya. Sony berhasil menggabungkan efek CGI dengan efek 2D ala komik dengan sangat sukses. Dari awal sampai akhir film (benar-benar sampai akhir) mata penonton dimanjakan oleh desain grafis yang sangat keren.

Adegan pertarungan terakhir pun disajikan dengan penuh imajinasi, walaupun ditengah kekacauan, tapi pertarungan terlihat dengan jelas dan mudah diikuti. Inilah seharusnya bagaimana sebuah pertarungan super hero dilakukan!

It's FAN SERVICE!

Bukan berarti film ini tidak memiliki masalah. Salah satu yang gw rasakan saat menonton film ini adalah animasinya terasa agak patah-patah, tidak semuanya patah-patah, hanya pada adegan-adegan tertentu. Konon efek itu memang disengaja untuk meniru 'stop motion animation', tapi film ini kan tidak memiliki gaya stop motion. Biarpun terasa agak patah-patah, tapi tidak membuat gw pening atau pusing, tapi yah tetap terasa.

Kemudian ada masalah yang lebih besar dari film ini. Target penontonnya. Gw sendiri sangat amat suka film ini. Tapi istri gw gak. Sebab gw sudah mengerti konsep Spider-Verse (multi verse ala Spider-Man), tapi istri gw dan orang awam lainnya mungkin bingung dengan banyaknya Spider People, mana ada babi Spider-Man pula.

Bagi kalangan nerd, film ini sangat keren. Tapi bagi awam, film ini lebih sulit diterima.

Seriously...

Tebakan itu tidak terlalu melenceng. Terbukti film ini hanya bertahan sebentar di bioksop lokal. Di bioskop dekat rumah gw, film ini hanya bertahan seminggu lebih. Sementara di Amrik sendiri, sampai saat ini pendapatannya hanya $63 juta, dibandingkan biaya produksinya $90 juta biarpun kritikus film dan fans komik sangat amat menyukainya.

Bagi kamu yang merasa penggemar Spider Man sejati, atau fans Marvel yang selalu mengeluk-elukan Marvel ataupun fans super hero umumnya, tunjukin hal itu! Sayang banget kalo melewatkan film ini!

Seriously, gw rasa SV adalah film Spider Man terbaik ke-dua setelah Spider Man 2-nya Tobey McGuire. Bahkan untuk sebuah film super heroes secara umum, SV dapat dibilang top three-nya film super heroes.

Rating 85%


Posted By: admin
Posted On: Dec-20-2018 @ 09:35pm
Last Updated: Dec-20-2018 @ 09:47pm

There is no comment

More Comments/Post Your Own